Doa Sang Bumi kepada Tuhan

Best Regards, Fiction, 10 July 2019

Tuhan, ini aku, Bumi, planet yang Kau sayang 

Atau benci, entahlah

Tuhan, sejujurnya aku benar-benar bingung 

Mengapa aku diciptakan seperti ini?


Terkadang, aku bangga karena dibandingkan ciptaan lain di galaksi, 

aku merasa dirikulah yang paling indah 

Berisi, dialiri air, ditumbuhi pohon, mampu menopang kehidupan

Berbeda dengan planet-planet lainnya yang kosong, sepi, terlalu panas ataupun dingin, gersang, hampa


Tapi mengapa Engkau izinkan makhluk sejahat manusia berada dalam diriku?

Sudah begitu lama aku menikmati kehidupan yang harmonis

Di mana semua yang ada di dalamku saling menopang sebagai suatu tubuh yang hidup dan berbahagia

Lalu tiba-tiba muncul makhluk kurang ajar yang beranak-pinak dengan luar biasa 

Merusak makhluk lainnya yang sebelumnya hidup nyaman di dalamku 

Mengisap tubuhku demi kenyamanan mereka

Menciptakan dunia mereka sendiri, yang jauh berbeda dari apa yang pernah kubayangkan

Tuhan, mengapa aku beroleh cobaan begini parahnya? 

Apakah karena aku lebih cantik dari yang lain, maka harus diimbangi dengan diri yang lebih tersiksa?

Tuhan, kini aku benar-benar iri dengan planet-planet lainnya 

Yang hidupnya nyaman-nyaman saja, tanpa dirusak dari dalam!


Tuhan, kudengar manusia-manusia ini rajin memanggil namamu, Sang Pencipta 

Mereka membuat ritual-ritual dan bangunan-bangunan untuk menyembah-Mu, memuji-muji-Mu

Tapi apakah mereka sadar, mereka telah mengobrak-abrik kemampuanku menjalankan ritual untuk menyembah-Mu selama ini?


Tak bisakah aku diberi keleluasaan beribadah kepada-Mu, ya Tuhan?

Tak bisakah kau hentikan manusia membuat beton dan plastik yang melukaiku, maupun menggerogoti tubuhku untuk mengambil emas, minyak, dan gas untuk kepuasan mereka?

Tuhan, tubuhku sakit sekali dicabik-cabik mereka!


Tuhan, manusia-manusia itu menyebut-nyebut "surga"

Mereka bilang akan meninggalkanku untuk bertemu Kau di "surga"

Tuhan, maukah Engkau hentikan delusi mereka? 

Atau jangan-jangan, Kau benar-benar ingin menerima mereka setelah menghancurkanku pelan2? 

Apakah jangan-jangan Kau lebih sayang kepada mereka daripada kepadaku ??!!

Tuhan, bila Engkau memang benar ada dan Maha Mendengar, mohon dengarkanlah doaku

Sembuhkanlah aku dari keberadaan manusia-manusia kejam ini di tubuhku

Aku sudah lelah, dan sekarat


Amin.

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER