DoReMi & You: Perbedaan yang Harmonis

Best Regards, Live Through This, 22 June 2019
“Seribu alasan kita akan berbeda Berjuta alasan untuk saling mengerti Anugrah terindah dari Tuhan Berjalan beriringan Terciptalah harmoni Membuat segalanya lebih indah..”



“Kamu kalau makan bubur diaduk?”
 “Iya, kamu juga?”

“Iyaa, aku heran sama mereka yang makan bubur ngga diaduk, gimana coba rasanya, aneh.”

“Buat mereka yang makan bubur nggak diaduk, makan bubur diaduk juga aneh loh, tiap orang punya seleranya masing-masing. Beda bukan berarti lebih buruk kan?”

-

Kira-kira begitulah dialog Reno dan Putri ketika mereka lagi sama-sama makan bubur. Setelah percakapan singkat itu Reno memberi contoh-contoh lain tentang perbedaan itu bukan suatu masalah. Ia memberi contoh tentang musik yang instrumennya ribet dan sederhana, ia bicara tentang cara orang berpikir, kemudian mereka melanjutkan percakapan tentang perbedaan melalui lagu duet yang mereka nyanyikan di film DoReMi & You. Melalui film ini, BW. Purba Negara memberikan kisah indah dari keberadaan perbedaan.

Film bergenre remaja yang baru rilis tanggal 20 Juni 2019 lalu ini bercerita tentang persahabatan empat sekawan: Putri (Adyla Rafa Naura Ayu), Anisa (Nashwa Zahira), Imung (Fatih Unru), dan Markus (Toran Waibro). Mereka berempat ditempeli identitas yang kentara sepanjang film dengan baju yang berbeda warna satu sama lain namun konsisten. Putri selalu bernuansa kuning, Anisa bernuansa biru, Imung dengan nuansa hijau, serta Markus dengan nuansa merah. Benang merah film ini adalah tentang bagaimana keempat sekawan menyelesaikan masalah yang mereka buat bersama, yaitu mengganti uang jaket tim paduan suara sekolah yang telah hanyut di sungai. Namun sepanjang film terjadi konflik satu sama lain yang secara tersirat memberikan nilai-nilai penting dalam persahabatan yang dapat menyegarkan penonton.

Perjalanan Putri, Anisa, Imung dan Markus untuk menyelesaikan masalah mereka semakin berwarna dengan adanya tokoh Reno (Devano Danendra), asisten pelatih paduan suara yang saling curi perhatian dengan Putri. Reno yang cuek namun sempat melatih mereka, ternyata malah menjadi rival dalam lomba paduan suara DoReMi & You yang akan diikuti oleh empat sekawan sebagai upaya mereka mendapatkan uang demi menyelesaikan masalah mereka. Kondisi ini membuat konflik di film tersebut naik turun, apalagi ditambah dengan perbedaan kondisi satu sama lain yang memberikan tantangan tambahan untuk menyelesaikan masalah mereka bersama.

Film drama musikal garapan GoodWork Production ini selain menyajikan cerita yang sangat remaja, juga menampilkan lagu-lagu yang menyegarkan telinga. Salah satu lagu yang menjadi soundtrack film ini adalah Harmoni, yang dinyanyikan duet oleh Putri (Naura) dan Reno (Devano):

Seribu alasan kita akan berbeda

Berjuta alasan untuk saling mengerti

Anugrah terindah dari Tuhan

Berjalan beriringan 

Terciptalah harmoni

Membuat segalanya lebih indah

Martins Zemlickis on Unsplash

Film ini bersuara sangat keras untuk mengingatkan kita bahwa perbedaan tidak dapat kita hilangkan dari kehidupan kita. Dari cara makan bubur saja, kita bisa berbeda. Dari cara minum kopi, mungkin juga kita berbeda. Warna kesukaan, makanan kesukaan, bahkan cara kita berdoa juga mungkin berbeda. Ada yang suka diam di keheningan. Ada yang suka musik kencang, dinamis, dan fullband. Ada yang suka berdoa sambil berlutut di kamarnya sendiri. Ada yang butuh seorang teman untuk berbagi keluh kesah dulu baru berdoa bersama. Perbedaan itu ada yang  sudah melekat sejak kita diciptakan. Ataupun ia hadir dan menjadi identitas kita karena pengalaman-pengalaman yang telah membentuk diri kita.

Namun kita perlu lebih ramah dan santai melihat perbedaan. Seperti Reno dan Putri yang bisa membahasnya sambil makan bubur ayam, bahkan sambil bernyanyi dan menari dengan riang. Atau seperti Putri bersama ketiga kawannya yang kemudian menggunakan perbedaan mereka sebagai inspirasi untuk menyiapkan penampilan mereka yang ciamik di lomba nyanyi DoReMi & You. Film ini mengingatkan kita bahwa semua perbedaan itu bukanlah alasan untuk dapat merendahkan satu sama lain. TIdak seperti banyaknya konflik yang lahir karena perbedaan yang dilihat dengan cara yang terlalu kaku, film ini menawarkan cara alternatif untuk hidup dalam perbedaan. Bukan dengan terus-terusan berdiri di ujung-ujung yang berbeda dan saling kecam, atau mencari jalan-jalan pintas dengan ajaran-ajaran yang tak jelas untuk mencari kesamaan yang tak benar-benar sama. Film ini mengingatkan kita untuk menciptakan harmoni.

Clay Banks on Unsplash

Sejak zaman Yesus, perbedaan memang belum benar-benar disikapi dengan ramah dan santai. Perbedaan laki-laki dan perempuan saja sudah menuai banyak aturan yang menyengsarakan satu pihak. Belum lagi perbedaan bangsa, status sosial, status ekonomi, dan masih banyak lagi. Kedatangan Yesus dengan ajarannya tentang cinta kasih yang begitu nyata menjadi dasar bagi manusia untuk belajar menciptakan harmoni dalam perbedaan. Untuk mengajarkan tentang cinta kasih, Yesus berani mati di kayu salib. Semestinya keberanian ini dapat kita perhitungkan sebagai tanda seberapa seriusnya cinta kasih itu, seberapa kuatnya ajaran itu untuk menjadi dasar dalam menciptakan harmoni dalam kehidupan manusia.

Maka dari itu Rasul Paulus sangat kuat mengajarkan hal tersebut pada jemaat-jemaatnya. Salah satunya jemaat di Galatia. Melalui sebagian suratnya (Galatia 3 : 23-29), ia mengingatkan mereka yang telah percaya Kristus tetapi masih merendahkan orang lain karena berbeda bangsa. Mereka yang berbangsa Yahudi dan sudah percaya Kristus ternyata belum benar-benar mengerti ajaran cinta kasihNya. Mereka merasa menjadi golongan yang lebih tinggi karena berstatus orang Yahudi. Mereka menganggap diri mereka lebih dulu mengenal taurat Allah, mereka lebih suci dan orang lain lebih rendah dari mereka. 

Rasul Paulus menegur mereka dengan mengatakan bahwa semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Ia telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Mereka yang percaya dan beriman kepadaNya adalah milikNya. Tak ada yang lebih rendah, apapun perbedaan yang hadir di antara mereka. Kristus menempatkan mereka sama. Hal ini juga berlaku kepada kita. Kita semua adalah satu di dalam Kristus. Ia menjadi dasar bagi kita untuk menciptakan harmoni di tengah perbedaan. Segala perbedaan di antara kita adalah nada-nada yang dibiarkanNya saling bertemu kemudian menjadi harmoni yang indah bagi kehidupan.

Ari Wubben on Unsplash

Seperti Putri, Anisa, Imung, dan Markus yang menikmati naik turunnya relasi persahabatan mereka, seperti Reno dan Putri yang menjadikan perbedaan sebagai bahan percakapan yang mendekatkan, seperti Rasul Paulus yang menjauhkan perdebatan serta perselisihan dalam kehidupan jemaat Galatia yang juga diwarnai perbedaan, demikianlah kiranya kita menjalani kehidupan, yaitu dengan mengharmonisasikan perbedaan.

Perbedaan adalah anugerah dari Tuhan. Ia sendiri telah turun ke dunia untuk mengajarkan kita bagaimana caranya menghadapi dan menghidupi perbedaan. Ia memberikan dasar yang kuat untuk menciptakan harmoni: cinta kasih yang tiada henti. Kini pakailah cinta kasihNya untuk menciptakan harmoni. 

LATEST POST

 

*in collaboration with Olivia Elena HakimSepanjang tahun 2016-2019, kita kerap membaca berita t...
by Ari Setiawan | 18 Sep 2019

Sebagian besar di antara kita menginginkan bisa berada di tempat yang kita inginkan atau kita impika...
by Aditya Seto Nugroho | 18 Sep 2019

Hai Gereja, bagaimana kabarnya? Kulihat wajahmu semakin banyak rupa Masihkah engkau setia membawa su...
by radith trinanda | 18 Sep 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER