Habis Gelap, Terbitlah Terang

, What's Next, 29 March 2023
"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam." - Raden Ayu Kartini

Siapa yang tidak tahu Raden Ayu Kartini? Salah satu sosok emansipasi wanita di Indonesia ini dikenang melalui hari kelahirannya setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April. Nah, Kartini juga merupakan penulis dari buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, seperti tema ed letter Ignite bulan ini. Namun, tahukah Ignite People bahwa frasa ini juga senada dengan apa yang tertulis dalam 2 Korintus 4:6?


Sebab Allah yang telah berfirman, "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus. - (versi Terjemahan Kedua, 2023) 


Paulus tidak asal menuliskan bagian ini. Dia mengisahkan bagaimana tantangan dan pergumulan yang dihadapinya dalam memberitakan Injil—kabar baik bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (2 Korintus 4:5), satu-satunya jalan, keselamatan, dan hidup (Yohanes 14:6) bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya (Yohanes 11:25). Tidak heran jika pesan ini membawa Paulus pada sebuah pergulatan iman untuk tetap setia memberitakan Injil dalam budaya yang menganut pemujaan berhala (yesh, orang Yunani dan Romawi menyembah dewa-dewa dan kaisar pun dianggap sebagai titisan dewa). Belum lagi Paulus juga harus menghadapi orang Yahudi yang menolak Yesus sebagai Mesias. Sungguh ironis, karena dulu Paulus juga pernah ada di posisi mereka sebagai penganiaya orang percaya: yang dulu menganiaya, akhirnya jadi ikut teraniaya demi iman dan Injil. Meskipun demikian, Paulus tidak menyangkali momen-momen penuh kegelapan dalam kehidupannya ini. Dia justru dengan lugas menceritakannya pada jemaat yang dilayaninya seperti jemaat di Korintus. Bagi Paulus, penganiayaan yang dialaminya bukanlah hal yang tabu untuk diceritakan, melainkan agar kematian dan kehidupan Kristus menjadi nyata dalam hidupnya bersama rekan-rekan pelayanannya (2 Korintus 4:10).


Ignite People, kegelapan dalam kehidupan ini tidak selalu mudah untuk dilalui. Ada kalanya kita terantuk, lantas mempertanyakan, "seberapa besar berharganya imanku?" Minbi juga merasa ini bukan hal yang mudah untuk dijawab, kecuali kalau kita tidak serius menghidupi iman yang sudah Tuhan anugerahkan hingga detik ini (yang ada malah kita jadi "menggampangkan" Tuhan, sih). Namun, jika mau jujur, apakah kita sudah memperkenan Sang Terang, yaitu Yesus Kristus, hadir menjadi suluh penerangan kita? Apakah kita mau bergantung penuh kepada Allah dalam menyatakan kehadiran Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan kita, bukan hanya dari kata, tetapi juga melalui karsa dan karya?


Kiranya melalui ed letter dan lagu di bawah ini bisa jadi teman seperjalanan Ignite People dalam menyongsong Paska(h) dan menyusun kata bersama Ignite People   Selamat berkarya, selamat Paska(h)!



"Pakai lampu meja untuk baca buku,

lalu ingat harus baca silabus.

Paska(h) sudah dekat, hai, kawanku.

Mari beritakan Injil Kristus!"

-Minbi

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

KEBENCIAN YANG MEMAKAI ALKITABAmos 1:6-7 berkata demikian:"Beginilah firman TUHAN: "Karena...
by Christan Reksa | 06 Dec 2023

"Kota Pusaka". Sebutan yang melekat pada kecamatan Lasem, Kab. Rembang, ini rasanya sudah...
by Admin | 05 Dec 2023

Kesehatan mental dan kebahagiaan merupakan salah satu bahan diskusi yang banyak dibicarakan orang, a...
by Samuel wangsa | 30 Nov 2023

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER