Our Motherland

, What's Next, 19 July 2022
Mungkinkah iman dan jiwa nasionalisme dapat berjalan beriringan?

Bulan Agustus telah tiba! Artinya, kita sudah makin mendekati salah satu hari bersejarah bagi bangsa kita. Yaps, pada tahun ini, kita akan merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-77! *insert applause sfx here

Sejak meraih kemerdekaannya, Indonesia telah mengalami banyak peristiwa, mulai dari yang berlangsung di lingkup terkecil masyarakat (alias Rukun Tetangga - RT) hingga mencakup skala nasional, bahkan melibatkan pihak-pihak dari luar negeri. Walaupun ada prestasi yang ditorehkan, kita tidak dapat memungkiri bahwa masih ada banyak PR yang harus dikerjakan oleh bangsa kita.

Nah, berkaca dari sejarah, kita melihat bahwa ada banyak orang dari berbagai latar belakang yang terlibat di dalam setiap peristiwa yang membentuk Indonesia hingga hari ini. Tentunya hal ini memunculkan sebuah pertanyaan:


Di mana peran kita, Ignite People, sebagai orang percaya bagi Indonesia?


Kita juga melihat bahwa Kekristenan belum sepenuhnya diterima dengan terbuka di Indonesia. Masih ada persekusi yang terjadi karena banyak faktor, mulai dari sengketa tanah hingga peraturan pemerintahan yang seakan-akan membatasi ruang gerak ibadah. Bahkan masih ada banyak suku bangsa di Indonesia yang belum dijangkau oleh Injil. Sekali lagi, pertanyaan tadi muncul:


Di mana peran kita, Ignite People, sebagai orang percaya bagi Indonesia?


Melihat beragam situasi yang berkecamuk di Indonesia saat ini, kita bisa saja memiliki berbagai sikap. Apatis, karena tidak ingin peduli betapa kompleksnya kehidupan bernegara di Indonesia. Skeptis, karena banyak polemik yang terjadi tetapi pemerintah seolah-olah tidak kunjung turun tangan dan mengatasinya. Berinisiatif, karena kita gerah jika tidak ada perubahan yang terjadi di negara kita padahal kita bisa melakukan sesuatu. Beriman, karena kita menyadari bahwa tanpa Tuhan yang turun tangan, Indonesia tidak akan bertahan hingga detik ini.


Sikap yang terakhir mungkin tidak familiar di kalangan mayoritas, tetapi sebagai orang percaya, kita perlu mengembangkannya. Di tengah-tengah kehidupan yang gelap, iman merupakan suluh yang menerangi langkah kita yang putus asa. Dengan iman, kita juga belajar untuk peka pada apa yang Tuhan ingin untuk kita kerjakan.


Nah, kali ini kami mengajak Ignite People untuk berkontribusi di Ignite Story dengan mengangkat tema Our Motherland. Ignite People bisa membagikan liputan dari kegiatan gereja maupun lembaga Kristiani yang berkarya bagi masyarakat. Ignite People juga bisa meliput sosok di lingkup GKI yang berkecimpung di tengah-tengah masyarakat melalui aktivitasnya. Jangan lupa, karya berupa artikel, pemahaman Alkitab, fiksi, dan puisi juga dinantikan (kalau ada yang bikin komik juga boleh, lho!)


Kami tunggu, ya!

Mari berkiprah bagi Indonesia melalui Ignite GKI! :)



Salam merdeka,

Minbi yang (maap) telat share ed letter :")

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Ethan Winters dan Mia baru saja memulai hidup barunya yang tentram dan damai bersama Rosemary, bayi...
by Olyvia Hulda | 23 May 2024

Respons terhadap Progresive ChristianityIstilah progresive Christianity terdengar belakangan ini. Ha...
by Immanuel Elson | 19 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER