Hari Sulit Datang (Lagi)? It’s Okay, Asal Ada Iman!

Best Regards, Live Through This, 01 June 2022
Hari ini saya masih bernapas. Artinya, inilah waktunya untuk menarik kacamata dan kembali berjalan.

Ignite People, dijumpai hari sulit selama hayat di kandung badan tidak menjadi masalah asal ada iman. Namun, mempertahankan iman di tengah-tengah keadaan dunia yang bisa membingungkan ini bagaikan kita sedang bermain kicir-kicir di Dufan, membuat Ignite People dan saya jadi bingung mana langit, mana daratan, mana jodoh kita. Hehehehe canda, Bestie.

Saya teringat ketika memasuki bulan Mei, ada "bekal" pergumulan yang kian bertambah aneka-lauk pauknya di akhir bulan, sehingga membuat pikiran, perasaan, dan perilaku saya menjadi tidak fokus. Hari-hari terakhir di bulan itu pun terisi dengan kekeliruan dalam menyelesaikan tugas mingguan yang sebelumnya tidak pernah terjadi, kesalahpahaman dengan rekan kerja, keputusan yang tidak tepat, adanya tuntutan demi tuntutan dari keluarga yang terus berdering, dan berakhir dengan mengumpat diri sendiri.


Photo by AmnajKhetsamtip on iStock

"Getting back up, dusting yourself off." Begitulah kutipan dari pidato Taylor Swift usai dirinya menerima gelar doktor kehormatan (honoris causa). Kalimat itu membuat saya berpikir bahwa memang bulan Mei telah berlalu, tetapi masih ada bulan Juni, bahkan sampai hari ini pun saya masih bernapas. Artinya, inilah waktunya untuk menarik kacamata dan kembali berjalan, bukan hanya termenung dan berpangku tangan.

Perenungan firman Tuhan mengenai kisah Yusuf—anak Yakub—saat berada di Mesir pun menjadi pengingat bahwa saya memiliki visi-misi dari Allah. Namun pertanyaannya adalah sudah sampai di mana visi-misi itu dikerjakan? Bagai pemantik, pertanyaan itu membuat api iman di dalam diri saya kembali menyala-nyala dan berhasil mengembalikan semangat juang.

Nah, Ignite people, mari kita belajar dari Yusuf yang tetap memiliki iman pada Allah walau berhadapan dengan hari-hari sulit. 


Hari sulit yang datangnya dari keluarga 

Tinggal dengan keluarga tentu menyenangkan karena disitulah tempat pertama kita menerima kasih dan belajar mengasihi satu dengan yang lain. Apalagi jika kita dan keluarga hidup di lingkungan yang nilai-nilainya "berbeda" dengan yang ada di dalam keluarga kita maka hal ini harusnya menjadi pemersatu hubungan dari setiap anggota keluarga. Sebaliknya menjadi buruk apabila hidup berdampingan bersama anggota keluarga yang nyatanya membenci diri kita seperti yang dialami Yusuf. Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya karena sikap dari Yakub sang ayah yang lebih mengasihi dirinya dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Hal inilah yang menjadi tiket keberangkatan Yusuf menuju Mesir (Kejadian 37).


Photo by golubovy on iStock

Ignite People, bayangkanlah hari-hari yang dilalui Yusuf diisi dengan kebencian dan sikap tidak ramah dari saudara-saudaranya. Bayangkan juga hari ketika Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan dijual oleh tangan saudara-saudaranya sendiri, benar-benar menjadi hari yang sulit. Menariknya, Yusuf tetap menjalani hari-hari sulitnya bahkan setelah dia berada di Mesir dan bekerja di rumah Potifar (Kejadian 39:1-6). Yusuf tidak diintimidasi oleh kebencian dan perlakuan buruk dari saudara-saudaranya alasannya dapat Ignite People temukan dalam Kejadian 45. Semuanya karena iman, Yusuf mempercayai bahwa hari-hari sulitnya adalah jalan menuju visi-misi Allah.


Hari sulit yang datangnya karena iman

Rumah Potifar menjadi tempat bagi Yusuf memulai hidupnya sebagai pekerja yang berhasil dikarenakan penyertaan dari Allah. Berkat Tuhan pun ada atas Potifar dan segala miliknya baik yang di rumah maupun yang di ladang (Kejadian 39:1-6). Perlu diketahui ignite people Yusuf tetap memegang teguh nilai-nilai kepercayaan pada Allah yang diakuinya dengan penuh keberanian dihadapan istri Potifar karena telah mengajaknya untuk tidur bersama. Yusuf memahami bahwa itu adalah perbuatan dosa terhadap Allah. Dampaknya Yusuf harus berakhir di dalam penjara (Kejadian 39:7-23).

Ignite People, iman menguatkan tangan Yusuf untuk bekerja sehingga mendatangkan keberhasilan demi keberhasilan tetapi mempertahankan iman saat dihantam godaan dosa malah mendatangkan hari sulit yang kesekian kalinya bagi Yusuf. Hari sulit (lagi) yang dialami Yusuf tetap tidak mengintimidasi dirinya karena ada penyertaan dan kasih setia Allah yang melimpah atas dirinya. Hari sulit yang datang tidak menjadi masalah sebab ada Allah yang membuat berhasil pekerjaannya di dalam penjara bahkan dirinya menjadi kesayangan kepala penjara (Kejadian 39:21-23).


Photo by Miguel Bruna on Unsplash

Hari sulit yang datangnya setelah berjuang

Sebagai orang kepercayaan dari kepala penjara Yusuf mendapat tugas untuk melayani juru minum dan juru roti raja. Kesetiaan dan keseriusan Yusuf dalam melayani mereka setiap harinya membuat ia mampu mengenal dan memahami suasana hati keduanya yang terlihat tidak baik-baik saja. Yusuf mampu menjadi jawaban atas kegelisahan juru minum dan juru roti itupun karena Allah. Pada akhir cerita dari Kejadian 40, Ignite People dapat menyaksikan mimpi yang diartikan Yusuf benar-benar terjadi, juru minum selamat tetapi tidak bagi juru roti. Sayangnya permintaan Yusuf pada juru minum setelah dia nantinya kembali ke jabatan yang semula tidaklah diingat. Permintaan Yusuf dilupakan begitu saja dan perlu waktu dua tahun dengan ‘case’ yang sama untuk membuat Yusuf diingat lagi oleh juru minum raja. 


Photo by bestdesigns on iStock

Untuk kesekian kalinya, hari sulit itu datang menemui Yusuf. Hari yang dianggap titik cerah setelah menolong juru minum raja justru menjadi malam panjang dalam liang tutupan yang ditemani harapan kebebasan. Sekali lagi hari-hari sulit tersebut tidak membuat Yusuf terintimidasi karena dia punya iman kepada Allah. Buktinya Yusuf tetap bertahan membawa nama Allah dalam kehidupannya saat ia akhirnya keluar dari penjara dan bertemu dengan Firaun guna memberi ‘bantuan’ (Kejadian 41:1-36).

Bagaimana dengan saya dan ignite people yang juga bertemu hari sulit (lagi)?

Bisa jadi kita memerlukan satu lembar kertas bahkan lebih untuk memuat rincian hari sulit yang pernah dan sedang dihadapi. Hari sulit yang datangnya dari persoalan orang tua, dari tempat kerja, kegagalan dalam usaha, gagal dalam membangun relasi, masalah kesehatan, sampai pada perjuangan yang berujung pada selentingan orang luar juga menjadi bagian di antara hari-hari sulit lainnya yang harus dilalui alhasil membuat kita beruban tidak pada waktunya. Tidak masalah hari sulit itu datang (lagi) yang dapat bersumber dari mana saja asal ada iman. Dari hari sulit Yusuf dapat dipahami bahwa iman membuat kita tidak terintimidasi dengan kesulitan yang ada, iman memampukan kita untuk tetap berkiprah dalam masa sulit, iman memberi kekuatan melawan godaan dan menghadapi tantangan yang sebenarnya sementara memperjelas hal apa yang diprioritaskan dan siapa yang kita andalkan.


Photo by Sammie Chaffin on Unsplash

Untuk itu api iman dalam diri harus terus berkobar sehingga sebagai orang percaya kita dapat tetap waras. Yang jelas sampai detik ini Firman Tuhan mampu menyalakan iman saya dan Ignite People. Walau kita marah dan sedih karena hari sulit yang datang tetap saat teduh tidak boleh terlewatkan. Ignite People, percayalah dan saksikan bahwa  iman yang diteguhkan dari hasil hubungan yang sehat dengan Tuhan akan memandu kita untuk menghadapi semua kesulitan. So, getting back up, dusting yourself off.

LATEST POST

 

Hai Ignite People!Sebagian dari kita mungkin ada yang masih belajar di sekolah atau di kampus, dan s...
by Verry Yovelin | 02 Aug 2022

Beberapa kali orang tuaku pernah bercerita waktu masih balita, aku pernah hampir kejatuhan vas belin...
by Regina Megumi | 02 Aug 2022

Doa memang cukup kita ucapkan, namun terkabul atau tidaknya kita tidak ada yang tahu. Yang jelas, da...
by Willi Bordus Bayu Setiawan | 23 Jul 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER