Kualitas Komitmen

Best Regards, Live Through This, 04 March 2021
Komitmen mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan dan dibutuhkan pemikiran terbuka untuk menjaga kualitas komitmen tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.  Kata tersebut tidak asing bagi mereka yang sedang menjalin hubungan percintaan. Seorang pria yang hendak menjalin hubungan serius sering dipertanyaankan komitmennya. Ketika diperhadapkan dengan situasi tersebut kata yang muncul ialah “ya” dari sang pria. Kasus tersebut dapat berlaku sebaliknya.

ASBD2get-your-teams-commitment-to-change.jpg

Sumber : https://www.action-strategies.com/get-your-teams-commitment-to-change-and-keep-it/


Komitmen muncul dari hati yang siap menerima apapun yang akan terjadi di masa depan. Ketika memutuskan untuk berpacaran dengan pria kaya dan tampan, maka kita (hai, kaum wanita) juga harus siap menerima hal yang mungkin dapat terjadi di masa depan, pacarmu bangkrut atau tiba-tiba berjerawat.


Ya, komitmen membutuhkan kualitas, bukan kuantitas yang dapat dihitung dengan kalkulator. Kualitas terkait nilai/harga dari kondisi barang/jasa yang digunakan/dilakukan. Misalnya, kita komitmen untuk bangun jam 05.00 pagi setiap hari. Ini dapat terjadi jika kamu memberikan nilai dari kegiatan bangun pagi itu. Sebagai contoh, kalau bangun jam 05.00 pagi, kita dapat berolahraga sebelum ke pasar mendapatkan ikan dan sayur segar di pasar. Nah, kita merasakan nilai tersebut dalam hidupmu. Besar ataupun kecil nilai yang kita berikan tergantung seberapa besar usahamu mencapainya. Kita akan merasa lebih lelah jika berlari 1 kilometer dibandingkan 1 meter, kan?


energy-after-run-recovery_1200x800-1024x683.jpg

Sumber : https://www.runtastic.com/blog/en/tired-after-running/


Kualitas komitmen kita bergantung pada seberapa besar penerimaan kita terhadap apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Contoh lainnya, ketika berkata, "Aku berkomitmen ikut Tuhan Yesus," maka aku siap dengan segala kondisi hidup yang mungkin akan aku hadapi. Ketika aku tidak bisa naik jabatan dikarenakan kepercayaanku kepada-Nya dan masih mendapatkan gaji rendah namun aku menerimanya dengan hati ikhlas, maka gaji itu bisa menjadi gaji yang besar.


Komitmen bukanlah hal yang mudah, seperti ketika kita yang sedang haus lalu meminum segelas air, maka rasa haus itu akan hilang. Komitmen butuh latihan dan pemikiran terbuka.


Di awal tahun, aku berkomitmen untuk membaca Alkitab sampai selesai tahun ini. Kemudian dua hari setelah berkomitmen, aku diperhadapkan pada situasi yang sangat menyibukkan dan membuatku melupakaan bacaan Alkitabku. Keesokan harinya, aku menyadari bahwa aku telah melanggar komitmenku, dan membuat komitmen baru di awal tahun berikutnya. Ya, memang membutuhkan waktu lama untuk membuat komitmen baru. Namun apakah sebenarnya hanya dengan satu kali melanggar komitmen lantas komitmen itu hancur, dan membutuhkan situasi yang sama untuk membuatnya lagi? Tentu tidak, aku bisa melanjutkan komitmenku dengan tetap membaca lanjutkan bacaan Alkitabku, tetapi ada konsekuensi yang harus kutanggung: aku sedikit lupa kisah sebelumnya dan perlu membaca ulang. Akibatnya, aku jadi harus mengorbankan lebih banyak waktu. Meski demikian, dari kejadian itu aku terlatih bahwa ketika aku melanggar komitmen, maka ada konsekuensi yang harus dihadapi. Itu membutuhkan pemikiran terbuka agar menerimanya.



Photo by Mark Duffel on Unsplash  


Kita mengenal Daud sebagai raja yang berkomitmen kepada Tuhan. Dia bahkan disebut sebagai a man after God's own heart. Sebagai raja dan orang yang diperkenan Tuhan, Daud akan mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya, tetapi satu kali ia melanggar komitmennya dengan tidak ikut berperang dan mendapati Betsyeba istri Uria sedang mandi. Ia menginginkan wanita itu dan mengusahakan berbagai cara untuk memperolehnya. Akhirnya Daud melanggar komitmennya dan mendapat disiplin dari Allah: Anak pertamanya bersama Betsyeba harus meninggal, dan terjadi permusuhan di antara anak-anak Daud sendiri karena masalah wanita (yaitu Tamar, anak perempuan Daud yang diperkosa oleh Amnon, anaknya yang lain). Kisahnya tidak berhenti di sana: Daud yang menyadari pelanggaran dari komitmennya dengan pemikiran terbuka memperoleh belas kasihan Tuhan, sehingga Dia mengaruniakan pada mereka seorang anak bernama Salomo yang penuh dengan hikmat Tuhan, dan yang menjadi raja berikutnya.


Kualitas komitmen menunjukkan masa depanmu. Komitmen yang dibangun dengan dasar yang benar menghasilkan kualitas yang baik. Oleh karena itu, marilah kita terus melatih diri agar pemikiran yang terbuka membuat kita menyadari bahwa komitmen bukan tentang kuantitas tetapi kualitas.

LATEST POST

 

"Lou, are we going under?""You're asking the wrong question, Jacob.""Wh...
by Victor Hasiholan | 18 Apr 2021

         Seperti tanah liat yang dibentuk menjadi gerabah yang indah, seper...
by Emmanuela Angela | 18 Apr 2021

Tahukah Anda, salah satu muslihat licik dari Iblis adalah membuat orang-orang percaya bahwa ia (Ibli...
by Victor Hasiholan | 18 Apr 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER