Kala Cinta Berat Sebelah

Best Regards, Live Through This, 30 June 2022
"Bertepuk sebelah tangan (Sudah biasa)"

Bertepuk sebelah tangan (Sudah biasa)

Ditinggal tanpa alasan (Sudah biasa)

Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

Rasanya pasti miris, ya, kalau cinta bertepuk sebelah tangan. Ketika ada seseorang yang menyukai orang lain sampai membuatnya selalu kepikiran orang itu, pihak lain justru tidak merasakan hal yang sama. Sangat mungkin jika akhirnya orang itu merasa sedih dan kecewa, terlebih jika sampai ada penolakan nyata dari pihak orang yang disukainya.

Namun, bagaimana kalau dengan "cinta berat sebelah"?

Katakanlah seperti ini: dua insan menjalin hubungan spesial yang didasari dengan perasaan suka satu sama lain. Mereka saling berusaha untuk mencari tahu kesenangan pasangan mereka, mencoba hobi pasangan mereka, memberikan hadiah yang disukai pasangan mereka, dan berbagai upaya untuk menyenangkan pasangan mereka. Pasti rasanya begitu indah, ya.

Sayangnya, keindahan itu hanya terjadi di awal hubungan. Seiring berjalannya waktu, hanya satu pihak saja yang setia melakukannya, sementara pihak yang lain hanya ingin menikmati rasanya "disenangkan" oleh pasangannya. Ketika ada kesulitan dan masalah yang dihadapi pasangannya, pihak yang satu berusaha untuk membantu mencarikan solusi dan mungkin mengorbankan waktu, tenaga, dan materinya demi pasangannya. Pasangan yang menerima kebaikan itu merasa itu semua wajar karena toh dia pasangannya. Namun, kala hal sebaliknya terjadi, tidak ada pengorbanan setara yang diberikan. Ya, kesimpulannya hal ini pun merupakan hal yang miris, sama seperti cinta bertepuk sebelah tangan.


Photo by Bekir Dönmez on Unsplash  


Apakah kamu merasa pernah dalam situasi cinta berat sebelah? Entah kamu berada di sisi sebagai orang yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan, atau mungkin kamu menjadi penerima yang "hanya senang menikmati" dan enggan berupaya lebih?

Jika kita merenungkan lebih dalam, kondisi ini sering terjadi dalam relasi kita dengan Allah. Ya, cinta berat sebelah antara Allah dengan manusia. Kita begitu senang merasakan dan mengalami kasih Allah yang besar, yang mengampuni, mencukupkan, memelihara, dan memberkati. Dalam situasi yang baik dan "memuaskan", kita selalu mengucap syukur atas kebaikan Tuhan dan memuji-muji nama-Nya. Namun, ketika dipanggil untuk melayani-Nya atau hidup kudus bagi-Nya, kita enggan. Kita enggan bayar harga sebagai pengikut Yesus. Kita hanya mau kalau tidak ada kesulitan atau pengorbanan. Kita hanya mau menikmati kasih dan berkat-Nya, tapi kita tidak mau berusaha menyenangkan hati-Nya.

Pertanyaannya, apakah pantas kita merespon kasih Allah dengan cara seperti itu? Jika kita menilai relasi cinta berat sebelah antar manusia saja begitu miris dan tidak pantas, maka apakah pantas kita melakukan hal itu kepada Allah?

Memang, kita tidak akan pernah bisa membalas kasih Allah seimbang dengan apa yang Ia berikan pada kita. Bagaimana pun kita hanyalah ciptaan yang bahkan sudah berlumuran dosa, sehingga kita tidak luput dari hal-hal yang menyimpang dari kehendak Tuhan. Namun, kita dapat merenung dan memeriksa hati kita lebih dalam, apakah selama ini kita sungguh-sungguh menunjukkan kasih kita kepada Tuhan yang telah rela menebus dosa dan mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya? Sudahkah kita mau terlibat dalam pekerjaan-Nya bahkan (jika perlu) mengorbankan waktu, tenaga, dan materi, atau kita justru berusaha mencari 1.000 alasan untuk "lari" dan tidak mau menyusahkan diri? Sudahkah kita mau hidup benar dan kudus bagi Tuhan, sekalipun sekeliling kita menganggap aneh, bodoh, dan bahkan gila?

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." - Yohanes 14:21

Mari merenung dan kembali merespon kasih-Nya dengan kasih yang terwujud dalam komitmen, perbuatan, dan hidup kita. 

Tuhan mengasihimu.

LATEST POST

 

Hai Ignite People!Sebagian dari kita mungkin ada yang masih belajar di sekolah atau di kampus, dan s...
by Verry Yovelin | 02 Aug 2022

Beberapa kali orang tuaku pernah bercerita waktu masih balita, aku pernah hampir kejatuhan vas belin...
by Regina Megumi | 02 Aug 2022

Doa memang cukup kita ucapkan, namun terkabul atau tidaknya kita tidak ada yang tahu. Yang jelas, da...
by Willi Bordus Bayu Setiawan | 23 Jul 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER