First Impression: Is It Everything?

Best Regards, Live Through This, 31 August 2020
"Almost everyone will make a good first impression, but only a few will make a good lasting impression." – Sonya Parker

Note: maksudku bukan untuk menyerang kayak gambar yang di atas ya (Sumber: Bulbapedia)


Bagi kalian yang sudah kuliah, pasti familiar dengan situasi ini kan?

Ini hari pertama kuliah. Kamu tahu kalau teman-teman kalian saat SMA gak ada yang belajar di universitas yang sama denganmu. Lalu kamu ditempatkan di satu dari sekian banyak grup oleh senior yang bertugas di Orientasi Sepekan (OSPEK) kampus tersebut. Dalam satu grup tersebut, ada salah satu teman yang langsung iseng sama kamu (sebut saja X). Sebagai seorang yang tidak suka diajak bercanda, kamu pasti kesal ketika diajak bercanda dengan orang yang mengajakmu pertama kali berkenalan.

Setelah menerima perlakuan si X, kamu menilai ia adalah anak yang kurang menyenangkan dan kesan pertamamu terhadapnya menjadi sangat buruk. Belum lagi ketika kamu kemudian tahu kalau si X ternyata satu jurusan sama kamu! Grrrrrrrrr! Kalau aku ada di posisimu, otakku bisa pecah kalau setiap hari aku harus sekelas sama orang seperti itu!


Nah, cerita di atas bisa menggambarkan bahwa kesan pertama dapat menentukan persepsi kita tentang orang yang baru kita kenal. Terkadang, hanya karena kita memiliki kesan pertama yang buruk kepada seseorang, kita menjadi benci dengan orang tersebut selamanya. Bahkan, hanya karena kita mengenal kalau orang tersebut memiliki suku/ras tertentu, kita jadi langsung benci sama orang tersebut. Padahal, ia belum tentu sama dengan stigma yang sudah menempel ke otak kita melalui kesan pertama tersebut. Seperti contoh si X dari cerita tadi; mungkin saja saat di bangku SMA si X kesepian pas dia masih SMA. Atau mungkin, dia memang terlalu senang dengan lingkungan baru dan mau menjalin pertemanan secepat mungkin.

Sebetulnya, Penting Gak Sih ‘Kesan Pertama’ Itu?

Sumber: marketing.co.id

Banyak orang berkata dan merasa bahwa kesan pertama itu penting. Orang berusaha untuk menampilkan diri yang terbaik untuk mengesankan seseorang saat pertama kali bertemu. Memang, bisa saja kesan pertama yang diperlihatkan ke banyak orang jauh berbeda dengan kepribadian orang yang sebenarnya. Akan tetapi, sekalinya kita memberikan kesan pertama yang buruk, sudah deh, sangat sulit untuk membuat orang lain suka kepada kita.

Aku cerita sedikit tentang pengalamanku mengenai pentingnya kesan pertama ya:

Waktu aku tinggal di Jerman untuk magang, aku masih meronta-ronta untuk mencari kos yang baru, karena kontrakanku di kos yang lama hanya 1 bulan, dengan biaya bulanan yang cukup mahal juga. Satu hari, aku janjian dengan penghuni kos untuk survei kos baru. Cerobohnya, aku lupa menghubungi penghuni kosan di hari-H untuk mengunjungi tempat kosnya yang mungkin aku tinggali untuk 5 bulan ke depannya. Saat aku datang ke tempat kos tersebut, Ia terkejut melihatku dan terlihat kesal dengan aku. Aku pun meminta maaf kepada penghuni kos tersebut. Akibat kesan pertama yang buruk, aku tidak mendapat kesempatan tinggal di sana dan aku merasa ia tidak nyaman akibat kecerobohanku.

Dari pengalamanku mencari tempat kos, bisa dilihat kalau kesan pertama dari penghuni kos mungkin saja membuat aku gagal mendapatkan tempat kos yang baru. Namun, kalian merasa ngeh juga tidak, aku juga sudah berpikir hal-hal yang kurang baik mengenai penghuni kos tersebut? Belum tentu penghuni kos tersebut langsung kurang suka kepadaku karena kecerobohanku. Mungkin saja dia lelah karena habis kuliah/kerja, sehingga moodnya menjadi kurang baik.

Nah, Apa yang Tuhan Pikirkan Mengenai ‘Kesan Pertama’?

Ternyata ada juga ayat Alkitab yang berbicara  mengenai bagaimana kesan pertama bukan segala-galanya. Salah satunya adalah yang tertulis di 1 Samuel 16:7, yang berbunyi demikian:

“Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata,”

Menurut D. Fisher, ayat tersebut menggambarkan bahwa Samuel mengandalkan ‘kesan pertama’ saat ia memilih raja Israel yang berikutnya, terutama di ayat 1 Samuel 16:6 yang berbunyi:

“Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”

Samuel merasa bahwa Eliab itu terlihat seperti sudah ‘diurapi’; Samuel tidak bertanya dulu apakah Eliab benar-benar sudah diurapi atau belum. Oleh karena itu, Samuel ditegur Tuhan di ayat selanjutnya agar ia tidak menilai seseorang berdasarkan apa yang ia lihat pertama kali.

Lalu, Yohanes 7:24 juga mengatakan hal serupa:

“Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil."

Dua ayat tersebut menggambarkan bahwa Tuhan mengajarkan kita agar kita tidak langsung menghakimi orang hanya karena penampilan orang tersebut kurang menarik. Sering kali, di balik penampilan orang yang kurang menarik (menurut kita), tersimpan bakat yang belum tentu kita bisa ikuti.

So, What’s Next?

Akhir kata, cukup penting bagi kita untuk memberikan kesan pertama yang baik di dunia nyata, karena itu berarti kita dapat lebih mudah terkoneksi dengan orang yang baru kita kenal. Akan tetapi di sisi lain, Tuhan mengajarkan kita agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari kesan pertama. Oleh karena itu, sebelum menghakimi seseorang dari kesan pertama, lebih baik kita coba mengenal orang tersebut lebih dalam dahulu, ya!





Sumber:

  • Bulbapedia.bulbagarden.net. 2020. First Impression (Move) - Bulbapedia, The Community-Driven Pokémon Encyclopedia. [online] Available at: [Accessed 18 August 2020].

  • Fisher, D., 2013. First Impressions. [online] Odb.org. Available at: [Accessed 16 August 2020].

LATEST POST

 

Sebuah Pertemuan23 Januari 2019, GKI Gunung Sahari. Sekitar 1 tahun yang lalu, aku mengenal mereka,...
by Jonathan Joel Krisnawan | 22 Sep 2020

Ignite People, awal tahun ini menjadi tahun yang kurang menyenangkan untuk kita. Tidak hanya kurang...
by Regina Megumi Tandiari | 22 Sep 2020

Melayani remaja bisa dibilang merupakan hal yang paling menantang di zaman ini. Aku merupakan seoran...
by Noni Elina | 22 Sep 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER