Aku Tidak Mau Diremehkan & Meremehkan: Refleksi Film Zootopia

Best Regards, Live Through This, 16 July 2020
Kita perlu kerendahan hati untuk menerima perbedaan tanpa meremehkannya.

Beberapa waktu yang lalu, kita menyaksikan demo besar-besaran yang menuntut keadilan bagi warga kulit hitam di Amerika.Tagar #blacklivesmatter disuarakan dimana-mana. Demo ini menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan dunia tidak sedamai yang kita bayangkan. Diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan bumi, bahkan muncul di salah satu film terbaik Disney, "Zootopia".


Cerita bermula dari seekor kelinci kecil bernama Judy Hopps yang bercita-cita sebagai polisi. Cita-cita itu mulanya ditentang oleh kedua orang tuanya, karena kelinci memiliki status yang rendah dalam masyarakat, bahkan lebih rendah dari penduduk tikus. Kecil, pemakan wortel, berbulu, dan berkaki datar menjadi julukan yang diberikan masyarakat kepada spesies kelinci. Namun, Judy tetap bersikukuh atas cita-citanya itu. Dia masuk akademi kepolisian Zootopia dan menjadi lulusan terbaik.


Setelah lulus, Judy ditugaskan di Kepolisian Kota Zootopia. Dia berangkat meninggalkan kampung halamannya dengan harapan ia bisa “making a better place” (Membuat dunia menjadi lebih baik). Menjadi polisi yang menangani kasus adalah impiannya. Tetapi Judy justru ditugaskan sebagai juru parkir oleh Komandan Bogo, kepala Kepolisian Zootopia. Padahal, Judy ingin masuk ke bagian penyelesaian kasus kriminal.


Saat bertugas, Hopps bertemu dengan Nick Wilde, seekor rubah penjual es krim. Dia menolong Nick yang ingin membeli es krim. Ternyata, es krim itu dipakai untuk dijual kembali. Sampah stiknya dijual kembali kepada kontraktor. Judy merasa sangat kesal. Tetapi, sekali lagi dia diremehkan oleh Nick karena Judy adalah seekor kelinci yang bodoh.


Keesokan harinya, Judy terkena masalah karena menangkap pencuri yang bukan tugasnya. Dia nyaris dipecat. Beruntung, dia bersedia untuk menyelesaikan kasus hilangnya Emmit Otterton, seekor berang-berang yang hilang bersama 13 warga lain (uniknya, mereka semua adalah predator!). Namun, Komandan Bogo hanya memberinya waktu 48 jam untuk menyelesaikannya.


Judy meminta tolong Nick untuk menolongnya. Alhasil, mereka berhasil menyelesaikan misi tersebut, bahkan semua kasus yang sedang dikerjakan teman-teman Judy. Dalam konferensi pers, Judy diberi kesempatan untuk mengungkapkan hasil penyelidikannya.


Tetapi, penjelasan Judy di hadapan media menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap warga Zootopia yang merupakan keluarga predator. Masyarakat Zootopia yang selama ini hidup berdampingan menjadi terpecah karena warga non predator menjadi paranoid ketika bertemu dengan warga predator. mereka takut jika para predator akan menjadi buas kembali jika naluri alami mereka kambuh. Judy menjadi merasa bersalah, ditambah Nick memutuskan hubungan persahabatannya. Judy memutuskan mengundurkan diri dari kepolisian dan kembali ke kampung halaman, menjadi petani dan membantu orang tuanya.
 


Tanpa disadari, Judy justru menemukan penyebab para warga yang menghilang tersebut menjadi buas. Judy segera kembali ke kota dan mencari Nick. Dia memohon agar Nick mau menolongnya kembali. Nick mau memaafkan dan menolongnya kembali. Mereka berhasil menyelamatkan pistol yang digunakan untuk menembakkan serum kepada warga predator. Akhirnya kehidupan Zootopia kembali menjadi seperti sediakala. [1]


Film Zootopia dan Diskriminasi(?)

Film ini sangat relate dengan kondisi yang sedang kita alami. Beberapa waktu yang lalu terjadi demo besar-besaran di Amerika Serikat menuntut keadilan atas kematian George Floyd, salah satu warga kulit hitam Amerika. Tagar #blacklivesmatter disuarakan dimana-mana. Demo ini menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan dunia tidak sedamai yang kita bayangkan. Diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan bumi.


Tidak usah jauh-jauh kita melihat diskriminasi di dunia secara luas. Marilah kita melihat lingkungan kita, baik keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, gereja, dan masyarakat sekitar. Apakah masih ada orang lain, atau bahkan diri kita sendiri yang masih mengatakan :


"Dia kan masih bau kencur. Ngapain ngurusin urusan orang yang sudah makan asam garam?"


"Jangan nikah sama dia! Sukunya beda sama suku kita. Ntar anakmu ga jelas sukunya."


"Aku pengen punya ketua komisi pemuda yang ganteng/cantik + kaya, bukannya yang misqueen, buriq lagi!"


Sobat Ignite, terkadang kita agak canggung/ tidak nyaman dengan perbedaan yang ada. Bisa jadi kita merasa insecure, bisa juga kita menjadi tinggi hati. Namun, Tuhan menciptakan kita berbeda satu dengan yang lain dengan tujuan supaya kita dapat saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan (Bdk. Kej 1)


Jemaat di Korintus misalnya. Paulus menasehatkan mereka supaya menerima perbedaan karunia Roh Kudus yang dimiliki setiap jemaat.


Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

(1 Korintus 12:4-5)

Karunia yang dimiliki itu seharusnya melengkapi kebutuhan dan menyatukan jemaat sebagai satu tubuh dalam Kristus, bukan saling memecah-belah. (bdk. 1 Korintus 12:12-31).


Belajar dari Cerita Film Zootopia

Kita perlu kerendahan hati untuk menerima perbedaan tanpa meremehkannya. Ini adalah kunci supaya kita dapat hidup berdampingan dan saling melengkapi. Tidak ada yang lebih benar/buruk. Semuanya akan membawa dampak yang baik bagi kehidupan, asalkan kita mau memahami dan menerima perbedaan itu. Maka, belajarlah untuk menghargai dan mengasihi sesama kita yang mungkin berbeda etnis, ras, agama, status sosial, dll.


Kedua, jangan sekali sekali menganggap orang lain lebih rendah dari kita, terkhususnya dalam pelayanan (baca juga: Kaum Muda? Bisa Apa Mereka?). Bagi kita, teman pelayanan yang kita remehkan tersebut tidak sebanding dengan kita. Tetapi bisa jadi pandangan kita salah. Justru memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Karena itu, terimalah semua pelayan Tuhan dengan hati yang tulus. Selamat mengasihi sesama. Tuhan Yesus memberkati.

LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER