We Should Always be Kind: Lebih dari Sekadar Tren Instagram

Best Regards, Fiction, 14 June 2020
Sebagai manusia, haruslah kita saling mengerti dan menyayangi antar satu sama lain bukan untuk menyakiti satu sama lain.

Pasti kita semua pernah mendengar kalimat ini: 'We should always be kind'. Yaa.. kalimat itu sempat trending di Instagram banyak orang, tapi itu terjadi hanya sementara. Dan kalian semua pasti udah banyak yang tahu kalau sticker comment kaya gini nih berasal dari account Instagram @sulrod itu. Katanya, sempet ada yang nyamar jadi dia. Sampai-sampai dia pasang mukanya @sulrod pada profile picture-nya.



Okeeyy...but that's not the point !!!

Menurutku, kalimat ini sangat bagus untuk kita viralkan lagi. Kenapa? Supaya kita bisa lebih dekat lagi satu dengan yang lainnya.

Pertama kali aku melihat semua followers-ku, aku sangat bingung dan merasa aneh. Kenapa aneh? Sempat aku ingin membalasnya; tapi niat itu aku urungkan, karena aku nggak mau terlalu kepedean. Aku berpikir dengan sangat matang dan aku urungkan saja niat itu.

Tapi di sisi lain, ada beberapa followers-ku yang melakukan hal yang sama, dan sambil ditambahkan tulisan 'miss you'. Menurutku, bukankah hal itu merupakan hal yang baik untuk dilakukan sesama dan perlu kita respons dengan baik???

Iyaa, memang iyaa... tapi sayangnya tren IG Story itu dilakukan hanya dalam sekejap mata, lalu hilang begitu saja. Dan karena semakin bikin aku penasaran, dan akhirnya aku ikutan dehh hehe..



Setelah aku mencoba melakukannya di Story Instagramku yang pertama, aku cerita di Story "Jujur, gue rada kaget alias shock yak, ketika orang-orang pakai template yang lagi viral itu. Karena gue berasa terpanggil gitu, berasa dikangenin atau apalah itu; tapi gue ga mau komen: 'Eehh gue juga kangen banget lho sama lo', 'ehh gue juga mengalami hal yang sama lho kaya lo, ayo kita tos-an.' Kalo gue komen kaya gitu, gue berasa jadi kepedean, jadi gue urungkan saja niat itu."

Sebenarnya, menurutku hal ini tidak salah untuk digunakan lagi saat ini. Malah kita jadi sangat senang, wajah atau foto profile picture kita ada di Story seseorang atau beberapa dari followers kita. Contohnya saja, ada adik kelasku yang melihat Story-ku dan dia langsung komen 'Oke, thank you'.

Aku merasakan sentuhan virtual atau online, sekalipun itu sudah membuatku menjadi sangat tersentuh dan senang di hari-hari ini. Kenapa? Karena hal itu berarti kita berbagi kebaikan satu dengan yang lainnya.

Di saat pandemi seperti ini, kita benar-benar sangat membutuhkan yang namanya sentuhan sosial; baik itu social media, virtual photoshoot, atau bahkan meeting online. Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir bahkan dokter atau perawat sekali pun tidak akan pernah ada yang tahu, sampai kapan kita harus jauh-jauhan seperti ini?


Kita adalah manusia. Bagaimana cara kita sebagai manusia bisa saling mengerti kebutuhan emosional satu dengan yang lainnya, di masa yang menjauhkan kontak fisik?

LATEST POST

 

Ada satu ungkapan yang pernah saya baca dan agak cukup nyeleneh  sekaligus menyedihkan. Ungkapa...
by Ryan Richard Rihi | 02 Jul 2020

“Biarkanlah kurasakan Hangatnya sentuhan kasihmu Bawa daku penuhiku Berilah diriku kasih putih...
by Aditya Seto Nugroho | 02 Jul 2020

Memasuki kelas 11, aku mulai dihadapkan dengan berbagai kepengurusan ekstrakurikuler di SMA aku send...
by Jerell Michael Cussoy | 02 Jul 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER