Kasih tanpa Syarat

Best Regards, Live Through This, 15 April 2020
Allah Bapa mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus untuk membayar lunas dosa-dosa manusia. Penebusan itu dilakukan-Nya tanpa syarat.

Suatu hari, saya sedang makan di sebuah rumah makan di dekat gereja. Sembari menyantap makan, saya merenungkan tentang konsep penebusan yang telah saya pelajari. Rupanya ada salah satu jemaat yang mengamati saya makan sendirian. Jemaat tersebut baru saja makan dan pergi dari rumah makan tersebut. Sambil melangkah, ia menyapa saya dengan senyuman. Saya tidak memikirkan apapun tentang itu, kecuali apa yang saya sedang renungkan. 

Yang saya renungkan ialah, bagaimana Allah menebus manusia di dunia yang fana ini. Perenungan saya berakhir ketika saya menyadari sebentar lagi saya harus mengajar sekolah Minggu. Saya bergegas untuk membayar, tetapi kasir mengatakan kalau makanan saya sudah dibayar. Saya terdiam sejenak; barulah saya menyadari bahwa jemaat tadi yang membayari saya. Lalu, saya keluar dari rumah makan itu sambil menyadari bahwa Tuhan baru saja menjawab perenungan saya.

Sejak semula, Allah menetapkan bahwa manusia berdosa harus membayar dosanya. Tetapi, Allah yang Mahakasih tidak mau manusia binasa, sebab manusia tidak mampu membayarnya. Oleh karena itu, Allah Bapa mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, untuk membayar lunas dosa-dosa manusia. Penebusan itu dilakukan-Nya tanpa syarat. Itulah yang saya dapatkan.



Beberapa hari yang lalu kita memperingati Jumat Agung. Jumat Agung berarti hari Jumat yang sangat agung dibanding hari apapun. Mengapa? Karena Allah mengerjakan karya keselamatan-Nya yang agung dan mulia dalam pengorbanan Yesus Kristus. Mengapa pengorbanan ini besar? Pengorbanan dilakukan demi menebus orang berdosa, bukan orang benar! Rasul Paulus menyadari betul bahwa banyak orang benar yang siap sedia berkorban bagi sesamanya yang baik. Tetapi sedikit, bahkan tidak ada orang baik yang mau mengorbankan diri bagi orang berdosa (Roma 5:7).

Kita pasti akan mengatakan "Gengsi banget nolong orang jahat!" "Buat apa nolongin orang jahat sampe ngorbanin diri? Lagian dia jahat kok." Tetapi, pernahkah kita merenungkan, apakah kita pernah berdosa di hadapan Tuhan? Yang jelas, kita setiap hari melakukan dosa, karena kita masih berjuang di dunia yang penuh dosa ini.

Ketika kita susah untuk mengorbankan diri bagi orang yang salah, Tuhan sudah mengorbankan diri bagi kita yang berdosa tanpa mengeluh. Itu karena Allah sangat mengasihi kita, sehingga Allah tidak merasa keberatan untuk mengorbankan diri-Nya, bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Inilah kasih dan penebusan tanpa syarat dari Allah.

Di momen Paskah ini, kita diingatkan kembali akan kasih Allah yang sangat besar bagi kita. Yesus Kristus telah mempersembahkan diri-Nya di kayu salib untuk mengganti kita yang seharusnya mati karena dosa-dosa kita. Bilur-bilur darah-Nya yang suci telah membasuh kita sehingga kita sembuh dan bersih dari penyakit dosa (Yesaya 53:5). Marilah kita juga merefleksikan ini : apa yang bisa kulakukan untuk membagikan kasih Allah yang tanpa syarat ini? 


  

Di media sosial kita menemukan banyak penggalangan dana untuk pengadaan sembako, APD bagi tenaga medis, makanan, dll. Inilah panggilan kita untuk ikut mendonasikan apa yang kita miliki untuk pengadaan kebutuhan yang sangat relevan dengan keadaan yang sedang dunia alami. Berikanlah apa yang mampu kita berikan dengan ikhlas dan rendah hati. 

Sama seperti Tuhan Yesus yang merendahkan diri tanpa memandang kesetaraan-Nya dengan Allah Bapa dan menjadi manusia yang menderita sampai di salib (Filipi 2:6-8), demikian kita juga tidak perlu memandang apa manfaatnya bagi diri sendiri.

Percayalah, apa yang kita berikan sekarang sangat berguna bagi mereka yang mendapatkannya. Perlu juga kita mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Dengan tinggal di rumah, kita telah menunjukkan kasih bagi sesama yang rentan tertular covid-19. Mungkin kita bosan di rumah sepanjang hari, tetapi ada banyak orang yang berterima kasih karena kita telah menjauhkan mereka dari kata 'korban berikutnya'.

Selamat Paskah 2020. Tuhan Yesus memberkati.

LATEST POST

 

“Kita lulus di saat yang kurang tepat.”Itu isi chat dari teman saya ketika saya bercerit...
by Rigia Tirza | 14 Jul 2020

Sudahkah kamu percaya kepada Tuhan?Sulit dijawab meski sering diutarakanTerkadang muncul keraguanWal...
by Nadya Brigita | 14 Jul 2020

Ignite People, kamu udah pernah dengar lagu “Si Lemah” karya RAN dengan kolaborasi merek...
by Grifith Mercia | 14 Jul 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER