Bagaimana Respons Kita Ketika Yesus Dihina?

Best Regards, Live Through This, 30 October 2020
Hinaan atau penolakan manusia tidak sertamerta membuat Yesus akan lengser dari tahta-Nya di surga. Yesus tetap Yesus. Dia adalah Tuhan dan segala kebenaran di bumi ini pun dapat membuktikannya.

Ketika artikel ini dibuat, "Yesus" sedang menjadi trending topic di Twitter. Salah satu cuitan oleh akun bernama @bethanoss berkata: "Lagi Maulid Nabi tapi yang trending Yesus, hmm indahnya Negeriku." Lucu juga membaca beragam tweet tentang Yesus dari berbagai macam kalangan dan sudut pandang. Tidak sedikit yang menyertakan gambar kartun dan karikatur Yesus. Beberapa di antaranya bahkan merupakan gambar yang tidak sopan. 

Eits, jangan salah paham. Ini bukan tulisan yang akan mengajak pembaca untuk memenggal kepala orang yang membuat gambar itu, kok. Ini juga bukan ajakan untuk memboikot semua produk dari negara asal seniman itu. Aku hanya ingin bertanya, pertanyaan yang sama ketika aku menjelajahi Twitter hari ini, "Bagaimana respons kita ketika Yesus dihina?" 

www.wikihow.com/Draw-Jesus

Pertama, kita perlu mengingat bahwa ini bukan kali pertama Yesus dihina. Bahkan, kisah-Nya yang paling tragis sekaligus kisah paling berdampak bagi peradaban umat manusia saat ini, adalah kisah ketika Yesus dihina.  

Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kadan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi." Matius 27:29

Yesus tidak hanya menerima siksaan secara fisik, tetapi juga secara verbal. Dia bahkan nyaris telanjang ketika di salibkan. Yesus sudah menanggung malu demi menebus dosa-dosa kita. 

Kedua, hinaan terhadap Yesus tidak mengurangi Ketuhanan-Nya. Yesus  adalah Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta ini, mau kita mengakuinya atau tidak. Yesus adalah Tuhan yang menebus dosa semua umat manusia di kayu salib, meski mungkin banyak orang menghina-Nya dan menganggap ini sebagai kebodohan. Hinaan atau penolakan manusia tidak sertamerta membuat Yesus akan lengser dari tahta-Nya di surga. Yesus tetap Yesus. Dia adalah Tuhan dan segala kebenaran di bumi ini pun dapat membuktikannya. 

Ketiga, bukan bagian kita untuk marah, justru bagian kita adalah meneladani Yesus. Yesus tidak melawan orang yang menghina-Nya, tetapi Dia malah berkata begini dari atas kayu salib: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Lukas 23:34. See? Meskipun Yesus bisa minta untuk hujan meteor jatuh ke bumi dan menghancurkan orang-orang yang menyalibkan Dia saat itu, tapi Yesus tidak melakukannya! Meski Dia memiliki kuasa, Dia telah merendahkan diri-Nya dan mati di kayu salib. Demi kita. 

Maka dari itu, kita yang mengaku sebagai murid Yesus sebenarnya tidak perlu marah jika ada yang menghina Yesus sedemikian rupa. Seakan hal itu dapat mempermalukan nama-Nya. Tidak, tidak ada yang bisa melakukannya karena sesungguhnya seluruh alam semesta ini pun memuji nama Tuhan. Mazmur 19 menunjukkan hal ini. 

"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi." Mazmur 19:2-5


Photo by Anders Jildén on Unsplash

Jadi, mari kita meneladani Yesus dengan berdoa bagi mereka yang menghina-Nya. Mungkin ini sulit bagi sebagian orang, mungkin ada yang merasa dirinya perlu marah dan membela Yesus. Mungkin itu adalah wujud kasih mereka kepada Yesus, aku mengajak teman-teman yang mengalami ini untuk menerima rasa marah itu. Namun, mari kita kembali kepada apa yang diajarkan Yesus di Alkitab. Jika kita sungguh mengasihi Dia, maka kita akan mengasihi orang lain.

"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Matius 5:44.

Kita memang perlu siap sedia di segala waktu ketika ada orang yang mempertanyakan iman kita tapi harus dengan cara yang lemah lembut dan hormat (1 Petrus 3:15). Bagaimana dengan orang yang membuat gambar atau karikatur yang seakan menghina Yesus? Mereka tidak sedang mempertanyakan iman, mereka hanya, ya mungkin dipakai untuk menguji kesabaran kita. Abaikan saja. Jika berkenan, berdoalah bagi mereka. Inilah yang aku lakukan ketika melihat gambar-gambar itu di Twitter, mengabaikannya. 

Nikmati hidup, jadilah saksi yang hidup. Soli Deo Gloria!

LATEST POST

 

"Ayo, kita naik gunung bersama!" Demikian beberapa teman mengajakku, dan aku menyetujuinya...
by Olyvia Hulda | 05 Dec 2020

Satu lagi karya ajaib buatan tangan Tim Dapur Visinema yang diberkati dengan kreativitas tanpa batas...
by Grifith Mercia | 05 Dec 2020

Note: Silahkan membaca Part 1 dan Part 2 terlebih dahulu.Kini kita telah memasuki bagian akhir dari...
by Alviedo Yuda | 05 Dec 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER