Cara Berbeda ala Yesus yang Buat Kita Makin HIDUP!

Best Regards, Live Through This, 13 April 2020
"God has not called me to be SUCCESSFUL. He called me to be FAITHFUL" - Mother Teresa

Selamat Paska Ignite People!

Tema Ignite bulan ini pas banget dengan kondisi kita : Disrupsi.

Rangkaian ibadah dari Pra-Paska sampai Paska sudah kita lalui dengan perasaan dan pengalaman yg tak akan terlupakan ya. Biasanya buat yang panitia atau tim rempong gereja bisa begadang bahkan tidur di gereja untuk persiapan Paska ya kan? Nah, ini pun salah satu bentuk disrupsi. Ketika semua akhirnya digantikan dengan digital service dan live streaming yang melibatkan segelintir orang dalam pelayanan itu.

Contoh lain, aku agak bingung awalnya dengan beberapa pemandu pujian di gereja yang pakai gawai untuk lihat not-not dan lirik nyanyian dalam liturgi ibadah yang berlangsung. Kalau sewaktu dulu jadi pemandu pujian, aku selalu bawa buku hitam isi 3 kidung nyanyian yang tebel dan beratnya lumayan buat nimpuk orang juga tuh hehe. Ternyata bisa digantikan dengan sesuatu yg sangat ringan dan simple ya.



Jadi, disrupsi dalam kehidupan pelayanan itu NYATA dan kita tak bisa membiarkan diri "kolot" atau berpaku pada hal-hal konservatif yang biasanya dikatakan para senior, "Udah dari sananya begitu. Ikuti saja," atau "Itu bukan gaya kita. Dari dulu kita begini saja, bla bla..."

Kadang, pasti gak sepaham dan sejalan dengan pikiran anak-anak muda yang udah banyak tahu tentang hal baru yang lebih efektif dan inovatif.

Tapi, bagaimana dengan teladan Yesus? Apa Yesus juga melakukan hal-hal yang yang disruptif? Tidak mengarah ke sesuatu yang modern dalam hal bentuk atau barang pastinya, tetapi bagaimana Yesus memilih cara-cara baru yang luar biasa untuk kita teladani guys.. Let's talk about it!

Beberapa bagian Alkitab yang bisa kita sama-sama lihat:


Pemanggilan Murid Yesus (Mat. 4 :18-22)

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19)

Apa yang menarik dari pemanggilan murid Yesus ini? Yesus MENCARI MURID-NYA sendiri!

Mana ada seorang GURU menemukan muridnya sendiri? Biasanya, murid yang mendaftar atau ikut seleksi kalau mau berguru dengan seseorang yang hebat, ya kan?

Bahkan, Yesus menyuruh mereka tinggalkan pekerjaan mereka dan mulai mengikut Yesus untuk menjalani hari-hari bersama. 

Menurutku, ini adalah gebrakan yang Yesus buat. Ia mencari murid-Nya sendiri. Ia tidak memandang tingkat intelegensi atau kekayaan mereka. Ia dengan lembut memanggil murid-murid-Nya dengan segala perbedaan di antara mereka. Sehingga, murid-murid-Nya, kelak kita tahu juga, melanjutkan misi pelayanan Yesus di bumi dengan cara dan jihad mereka masing-masing yang membuat kehidupan orang percaya ada hingga saat ini kita kenal.



Kasihilah Musuhmu (Lukas 6 : 27-36)

"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." (Lukas 6:35 )

Dunia selalu membuat kita membalas dan membuat perhitungan dengan orang yang berbuat jahat kepada kita baik secara fisik atau mental.

Tetapi, Yesus tidak. Ia justru meminta kita untuk mengasihi siapa saja bahkan yang kita anggap musuh.

Perubahan makna yang sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di dunia. Yesus membuat kita belajar untuk mengasihi dan berbuat baik pada musuh kita. Sebuah tindakan disruptif yang susah banget kadang diimplementasikan dalam paradigma dan tindakan kita sebagai manusia. 

Perbedaan filosofi hidup anak Tuhan dengan yang lain adalah kasih untuk musuh yang selalu harus ada dalam hati dan hidup kita. Itulah teladan yang Yesus berikan.



Mengosongkan Diri-Nya (Filipi 2 : 6-11)

Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (Filipi 2:7)  

Ketika kita mengimani bahwa Yesus memiliki takhta di bumi dan Sorga, kita sadar bahwa apa sih yang tak bisa Ia lakukan? Tetapi justru menariknya adalah Ia tidak menggunakan kebesaran-Nya untuk memegahkan diri-Nya. Namun sebaliknya, Ia mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba. 

Ini adalah tindakan nyata Yesus untuk memberi teladan hidup kepada kita dengan segala keberadaan kita, kita tak bisa semata-mata menganggap diri kita lebih daripada yang lain tetapi justru harus seperti hamba yang melayani dan memberi terbaik kepada Tuhan dan sesama dalam banyak hal yang bisa dikerjakan. Karena itulah tindakan disruptif Yesus yang kita bisa hidupi dalam perjalanan kita ke depan.



Dari 3 (tiga) bagian Alkitab yang sangat kurenungkan dengan dalam menjadi motivasiku secara pribadi untuk terus memiliki arah hidup kepada teladan Yesus dalam tindakan disruptif.

Semangat Paska yang sudah kita rayakan juga harus terus hidup dalam diri kita agar mampu menjadi murid Yesus yang meneladani tindakan disruptif-Nya untuk terus menghadirkan Kerajaan-Nya di mana pun kita berada.

Teruslah berpegang pada teladan-Nya, Ignite People. God bless!

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER