Aku dan Keinginanku di Atas Kebutuhan

Best Regards, Live Through This, 28 March 2020
"Lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli."

Di zaman yang serba cepat dan mudah ini, nampaknya kita juga lebih mudah untuk menghabiskan uang. Selain karena kebutuhan utama manusia yang semakin hari semakin bertambah, ada juga hal-hal lain yang juga harus dipenuhi, yaitu keinginan kita untuk mendapat kesenangan melalui hobi, kegemaran, atau pun membeli barang-barang yang pokoknya bikin senang. 

Permasalahannya adalah biaya yang dikeluarkan untuk bisa menunjang itu semua tidaklah sedikit. Misalnya saja, kegiatan yang kini menjadi hobi sejuta umat, yaitu bersepeda. Untuk bisa melakukan kegiatan ini tentu saja yang diperlukan adalah sepeda. Namun, sepeda saja tidak cukup. Ada perlengkapan penunjang lain seperti helm, sepatu, baju dan celana jersey set khusus untuk bersepeda. 

"Starter Pack Sepedaan Mingguan"
Sumber : gorilasport.com

Harga sepeda saja sudah lumayan mahal, ditambah lagi perlengkapan lain yang kurang afdol rasanya jika tidak dibeli. Seperti contoh gambar di atas yang mengatakan harga helm sepeda yang lebih mahal dari helm motor. Untuk membuktikannya, saya pun sempat mengecek dan membandingkan harga helm motor dan helm sepeda. Dan benar saja, walaupun harganya hampir sama, namun harga helm sepeda cenderung lebih mahal dibanding helm motor. 

Hal ini juga berlaku untuk hobi atau kegemaran yang lain. Bagi mereka yang suka menonton film, maka akan ada pengeluaran untuk berlangganan layanan streaming film. Bagi yang menyukai sepak bola, maka mereka akan membeli jersey dan merchandise tim kesayangan dan juga berlangganan layanan paket menonton siaran sepak bola baik menggunakan gadget atau parabola agar dapat menyaksikan seluruh pertandingan yang ada. 

Bagi penggemar KPOP, maka mereka akan menggunakan uangnya untuk menafkahi "oppa-oppa" (atau eonni-eonni) mereka alias membeli album dan merchandise dari idola kesayangan mereka. Dan hobi atau keinginan lainnya dengan pengeluarannya masing-masing yang tidak mungkin saya jabarkan satu per satu.

Sumber : kpopmerchandiseguide.com 

Kebutuhan yang harus dipenuhi sehari-hari sudah banyak, ditambah lagi daftar keinginan kita yang ingin dipenuhi, rasa-rasanya dengan uang yang kita terima setiap hari atau setiap bulannya tidak cukup untuk bisa memenuhi semua itu.

Apakah iya, uang yang kita miliki tidak cukup untuk semuanya? 

Hmmm... Saya rasa tidak. 

Saya percaya bahwa Tuhan telah menetapkan dan memercayakan kita dengan berkat yang cukup untuk setiap ciptaan-Nya, termasuk kita. Ya, untuk kita, untuk kebutuhan kita, bahkan juga untuk keinginan kita.

Namun, yang sering kali terjadi adalah kita yang mementingkan keinginan kita di atas kebutuhan kita. Uang yang harusnya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari kadang kita gunakan untuk membeli barang yang menjadi keinginan kita. Sehingga, kebutuhan sehari-hari kita tidak dapat dipenuhi secara maksimal.

Lalu, apa yang membuat kita seringkali mementingkan keinginan di atas kebutuhan kita? Apa yang membuat kita selalu merasa tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan kita?

Sadar gak sih, gak semua hal yang jadi keinginan kita berasal dari diri kita sendiri. Kebanyakan dari keinginan kita biasanya dipengaruhi oleh teman atau bahkan dari tren yang sedang berkembang. Supaya obrolan kita dengan teman-teman kita, jadinya kita menghabiskan uang untuk sesuatu alias gengsi kali kalo aku ga ikutan beli. Demi memuaskan gengsi, kita jadi membeli sesuatu yang sebenarnya tidak begitu kita inginkan. 

Selain itu, ada sifat manusia yang membuat kita selalu merasa kurang, yaitu rasa tidak puas terhadap yang kita miliki. Contohnya, ketika salah satu brand hand phone terkenal meluncurkan produk terbarunya kita ingin membelinya. Ketika sudah dibeli, kurang pas rasanya kalau kita gak membeli tempered glass-nya supaya bisa lebih awet. 

Woman photo created by cookie_studio - www.freepik.com

Lalu kita melihat-lihat online shop yang menjual casing hand phone yang lucu-lucu dan pas dengan hand phone yang kita punya, akhirnya kita beli lagi. Selang beberapa bulan, kita merasa suara lagu yang kita dengarkan kurang nendang ketika memakai head set bawaan dari hand phone tersebut, sehingga memutuskan untuk membeli head set yang lebih nge-bass

Hingga akhirnya, brand handphone kita mengeluarkan produk terbaru lagi dan kita ingin membelinya juga. Siklus ini pun berulang.

Gengsi dan rasa tidak puas tersebut akhirnya mencapai puncak ketika kita khilaf dan berkata, 

"Duh ngapain ya, aku beli ini.."

Pasti kalimat ini pernah terlontar dari mulut kita atau pikiran kita setidaknya sekali setelah kita membeli sesuatu. Setidaknya, penyesalan itu terjadi karena alasan-alasan yang saya sebutkan di atas. 

Biasanya kalau sudah terjebak dengan penyesalan itu, ini quote yang sering saya katakan pada diri saya (seperti juga yang ada di atas) :

Sumber : Twitter

Walaupun ini adalah meme dan bukan "beliau" yang mengatakan, tetapi perkataan tersebut membuat saya berpikir, "Iya juga ya.. kan duit masih bisa dicari." Namun, kalau pola berpikir saya seperti itu nampaknya akan membuat saya terlihat tidak bijak dalam mengatur pengeluaran kita.  

Saya pun akhirnya menemukan sebuah ayat yang mengingatkan saya,

~ Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13 : 5)

Yang menjadi perhatian saya pada ayat ini terletak pada klausa kedua yang berbunyi, "Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu." Kita diajak untuk berfokus pada apa yang kita miliki dan mencukupkan diri atas apa yang kita punya.

Frasa, "Cukupkanlah dirimu", juga berarti menyadari kemampuan ekonomi yang kita miliki. Jangan sampai uang yang diperlukan kebutuhan kita untuk 3 bulan dipakai untuk memuaskan keinginan kita membeli sesuatu. Semua ada keperluan dan urgensinya masing-masing. Lagi pula, untuk menyiasati hal tersebut, kita bisa menabung untuk membeli sesuatu yang kita inginkan.

Bukankah Tuhan Yesus juga mengajarkan kita untuk hidup berkecukupan melalui Doa Bapa Kami, "... berikanlah kami pada hari ini, makanan kami yang secukupnya", dan bukan "makanan kami yang berkelimpahan". Karena kalau kita berfokus pada berkelimpahan, maka sebanyak apa pun yang tersedia, kita tidak akan pernah merasa cukup atau puas terhadap sesuatu tersebut.

Ketika kita telah mencukupkan diri terhadap apa yang kita miliki, maka kita akan menyadari apa yang tertulis pada kalimat berikutnya di ayat tersebut, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Kita menjadi tahu bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita, karena kita sadar bahwa Tuhan memberikan apa yang dibutuhkan, bahkan yang kita inginkan sekali pun jika kita mencukupkan diri kita atas apa yang kita punya.

Dari sini lah kemudian kita belajar untuk mensyukuri apa yang telah kita miliki. Akhirnya, kita tidak lagi terbuai dengan gengsi atau pun rasa tidak puas. Karena dengan bersyukur maka kita akan lebih mudah melihat kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Bukan berarti kita tidak boleh membeli sesuatu atau memiliki kesenangan atau pun hobi. Memiliki hobi, kegemaran, atau pun membeli sesuatu untuk kesenangan diri sendiri adalah hal yang baik. Asalkan hal itu adalah hal positif yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain, bukannya hal yang merugikan.

Namun, jangan sampai keinginan kita untuk melakukannya membuat kita lupa terhadap apa yang sebenarnya kita butuhkan. Yang paling penting adalah merasa cukup atas yang sudah kita miliki dan terus bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan. 

Tidak melulu soal materi.  Selain kebutuhan kita terhadap makanan, pakaian, dan hal-hal penting untuk menunjang hidup kita, kita tidak boleh lupa terhadap kebutuhan kita akan Tuhan. 

Sumber : Twitter

Yuk, kita mulai berjuang untuk bijak menentukan pengeluaran untuk kebutuhan dan keinginan! Jika kita bijak menggunakan berkat yang Tuhan beri kepada kita, maka semuanya akan cukuuntuk semua yang kita perlukan.

Selamat berjuang, ya!

ps. Dari aku yang juga sedang berjuang :)

LATEST POST

 

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Ethan Winters dan Mia baru saja memulai hidup barunya yang tentram dan damai bersama Rosemary, bayi...
by Olyvia Hulda | 23 May 2024

Respons terhadap Progresive ChristianityIstilah progresive Christianity terdengar belakangan ini. Ha...
by Immanuel Elson | 19 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER