Karena Melayani, Aku Jadi Begini

Best Regards, Live Through This, 25 March 2020
Pelayanan merupakan sebuah wujud nyata penyertaan Allah sepanjang hidup kita. Maka, jangan pernah ragu untuk melayani walau dunia semakin membelenggu.

Melayani merupakan salah satu dari empat fungsi gereja yang ditetapkan oleh Alkitab. Diambil dari bahasa Yunani yakni, διάκονος atau Diaken atau Diakon atau lebih dikenal dengan Diakonia. Setiap orang dikehendaki untuk melayani di mana pun mereka berada, khususnya di gereja. Bentuknya pun beraneka macam, yakni menjadi singer saat ibadah, menjabat sebagai salah seorang aktivis, hingga hanya sebagai jemaat yang duduk diam dan mendengarkan Firman Tuhan secara sungguh-sungguh. Ini memang hal yang baik apabila dilakukan dengan sepenuh hati dan dengan segenap talenta yang dimiliki. Firman Tuhan berkata:

Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun jemaat. 

-1 Korintus 14:12

Ayat ini ditujukan kepada kita yang diberi kesempatan dan panggilan untuk melayani. Pelayanan demi pelayanan kita lakukan untuk mensyukuri berkat Tuhan yang diberikan kepada kita dan juga untuk pengembangan diri kita sendiri. Semakin kita sering melayani, semakin sering pula orang melihat potensi dalam diri kita pada bidang yang kita layani. Ketika kita memberi waktu yang terfokus hanya untuk melayani, lingkaran pergaulan pun semakin melebar.

Photo by Edward Eyer on Unsplash


Tak sedikit, orang mencibir kita hanya karena pelayanan kita. Cibiran itu seakan-akan memberikan label kepada para aktivis dan mendarah daging bahwa bidang pelayanan itu memang milik dia seorang. Omongan demi omongan, kritikan demi kritikan diterima oleh para aktivis yang pada akhirnya, membuat jati diri mereka hilang secara perlahan karena terkikis omongan dari orang yang sering menganggap dirinya adalah kritikus yang unggul atau bisa dibilang Mr/Ms Know Everything.

Apakah dampak dari kritikan ini? Banyak dari aktivis-aktivis yang memiliki potensi pada bidangnya untuk melayani Tuhan dan mengembangkan diri, memilih mundur karena mendapat kalimat-kalimat negatif yang sering terlontar kepada mereka. Sejatinya, mereka muak karena perbuatan tersebut. Mereka mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan, namun apa daya jika lingkungan tidak mendukungnya secara penuh. Dari sini kita bisa belajar, bahwa bukan hanya sebatas panggilan hati untuk melayani Tuhan yang menjadi faktor utama, tetapi dorongan dan pengingat dari mereka yang menjadi lingkaran kehidupan dan pergaulan kita untuk terus melayani. Hal ini banyak terjadi, tetapi ingatlah kawan, bahwa Tuhan tetap memegang teguh apa yang menjadi janji-Nya terhadap kita. Seperti lirik lagu yang terus menguatkan saya:

Tuhan tak pernah janji

Langit selalu biru.

Tetapi Dia berjanji

Selalu menyertai.

Photo by Thiago Barletta on Unsplash

Ketika saya mendengarkan lagu ini untuk pertama kali dan saya ulang terus-menerus, saya merasa, oh iya Tuhan, Engkau selalu hadir buatku. Bagaimana pun, pelayanan adalah sebuah pekerjaan yang baik, pelayanan adalah sebuah ungkapan syukur kita atas berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita sepanjang hidup kita, dan pelayanan adalah bagaimana kita mengolah talenta yang Ia berikan kepada kita agar setiap makhluk mampu mengaku bahwa Tuhan adalah Tuhan yang baik. Walaupun, banyak lidah yang memberikan tekanan kepada pelayanan kita, mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan menegur salah satu perilaku kita yang mendukakan hati Dia. Bagaimana pun sama seperti kata Salomo yang menulis kitab Pengkotbah demikian:

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

-Pengkotbah 3:11a

IGNITE People, di sini saya hanya ingin menekankan, bahwa sejatinya pelayanan yang kita lakukan merupakan sebuah anugerah dari Tuhan untuk melakukan pekerjaannya melalui panggilan pribadi. Orang-orang yang mencibir apa yang kita kerjakan, hanyalah orang yang diberikan oleh Tuhan untuk menjadi 'pengawas' dalam hidup kita. Jangan pernah gentar untuk terus melayani melalui berkat dan talenta yang diberikan oleh Dia Sang Sumber kehidupan. Karena bagi saya, pelayanan merupakan sebuah wujud nyata penyertaan Allah sepanjang hidup kita.

Photo by Ben White on Unsplash

Maka, jangan pernah ragu untuk melayani walau dunia semakin membelenggu. Tetap ingat, bahwa Firman Tuhan menguatkan kita melalui Surat Rasul Paulus ke jemaat di Korintus yang berbunyi:

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

-1 Korintus 15:58

Jadi, walaupun badai dunia menghadangmu untuk melayani Tuhan, jangan gentar dan jangan takut. Semoga kita senantiasa mampu untuk berpegang teguh kepada Firman Tuhan.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

-Filipi 2:12

LATEST POST

 

“Kita lulus di saat yang kurang tepat.”Itu isi chat dari teman saya ketika saya bercerit...
by Rigia Tirza | 14 Jul 2020

Sudahkah kamu percaya kepada Tuhan?Sulit dijawab meski sering diutarakanTerkadang muncul keraguanWal...
by Nadya Brigita | 14 Jul 2020

Ignite People, kamu udah pernah dengar lagu “Si Lemah” karya RAN dengan kolaborasi merek...
by Grifith Mercia | 14 Jul 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER