Social Distancing, Penting Nggak?

Best Regards, Live Through This, 22 March 2020
Peran serta masyarakat sangat diperlukan kali ini. Jika perlu, ingatkanlah teman kita, orang-orang di sekitar kita untuk melakukan 'Social Distancing'. Kalau perlu, meminimalisir sebisa mungkin untuk keluar rumah. Apabila tidak diperlukan, maka #diRumahAja!

Mulai akhir tahun 2019, seperti yang kita ketahui, dunia menghadapi sebuah fenomena pandemik yang disebut Virus Covid-19. Tidak hanya terjadi di China, virus ini juga mewabah di sebagian besar belahan dunia. Sehingga tidak heran, masyarakat cenderung kaget mendengar mengenai pandemik ini dan meresponnya dengan berbagai bentuk seperti, menjadi lebih parno ketika ada sesama yang batuk atau bersin, takut, khawatir, cemas, hingga menjadi pelaku panic buying. Sebagai manusia, tentunya hal ini wajar sekali terjadi. Apalagi jika sesuatu yang tidak lazim itu terjadi.

Di sisi lain, banyak kepala pemerintahan yang harus mengambil keputusan secara cepat mengenai upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19. Tidak terkecuali juga Indonesia. Pemerintah Indonesia bahkan mulai menyusun strategi untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 ini. Belum lagi tingkat penyebaran yang saat ini terjadi, tergolong sangatlah cepat. Sehingga pemerintah dituntut untuk bekerja secara cepat agar dapat memutus rantai penyebaran yang terjadi.

Presiden RI, Joko Widodo akhirnya mengeluarkan himbauan agar masyarakat melakukan SOCIAL DISTANCING. Hal ini dilakukan sebagai salah satu opsi yang cukup mudah dilakukan, dimana katanya dapat mencegah penyebaran virus Covid-19 dibandingkan opsi lainnya yang lebih berisiko seperti lockdown


"Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah", ujar Jokowi di laman Instagramnya.

Sebagai imbasnya, selama beberapa minggu ke depan, sekolah-sekolah maupun kuliah harus diliburkan dan melakukan online learning, kantor-kantor harus diliburkan dan menerapkan Work From Home atau WFH, serta rumah-rumah ibadah juga harus berhenti beroperasi dari kegiatan biasanya dan diganti dengan live streaming.



Tentunya banyak sekali dinamika yang terjadi sebagai dampak dari adanya pandemik ini. Banyak unsur-unsur yang menjadi terganggu secara nasional maupun internasional. Bahkan Social Distancing ini juga ikut menganggu kehidupan kita secara keseluruhan, sehingga kita tidak lagi bisa secara bebas melakukan kegiatan keseharian kita. Kehidupan sosialisasi kita juga menjadi terbatas. Kita tidak lagi bisa nongkrong, hangout dengan teman-teman untuk sementara waktu ini. Belum lagi Social Distancing ini juga tentunya akan sedikit sulit untuk dilakukan oleh teman-teman yang extrovert atau intovert 'rasa ekstrovert'. Memang ada berbagai kesulitan yang pastinya akan kita hadapi dengan adanya kebijakan ini.

Dari adanya kebijakan Social Distancing ini pula, banyak pro dan kontra yang muncul terhadap berbagai sistem baru yang diciptakan sebagai usaha untuk menyesuaikan di tengah tantangan yang ada saat ini. Salah satunya adalah ibadah online. Beberapa minggu ini, ibadah online menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan terkhusus oleh GKI karena hal ini tergolong baru untuk dilakukan oleh sebagian besar GKI. Rasanya udah tidak perlu lagi lah ya untuk dibicarakan di sini. Namun, coba kita perhatikan deh. Berbagai kebijakan maupun hal baru yang muncul ini seringkali membuat kita heran, tidak nyaman, bahkan tidak jarang mengernyit dan ngedumel dalam hati. Perubahan memang seringkali membuat kita gelisah dan tidak nyaman.


Lantas, apakah kita harus manut dengan himbauan Social Distancing dari pemerintah? Bukannya tidak ada pengaruhnya ya ke dalam kehidupan kita?

Eitsss, tunggu dulu!!! Sebelum membuat suatu kebijakan, pemerintah tentunya sudah memikirkan matang-matang semua keuntungan, resiko, dampak, hingga implikasi yang dapat muncul dari suatu kebijakan yang terbentuk. Kita juga harus percaya bahwa pemerintahan adalah perpanjangan tangan Tuhan dan akan memutuskan kebijakan ataupun tindakan yang terbaik bagi rakyatnya.

“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” - Ibrani 13:17 

Oleh karena itu, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Social Distancing, hendaknya kita dapat mendengar anjuran pemerintah dan PATUH untuk sementara waktu ini. Tentu, kebijakan ini tidak dapat menyenangkan semua pihak dan akan terasa sulit bagi kita, kaum muda yang lebih sering menghabiskan waktu untuk bersosialisasi satu sama lain dengan ngobrol, hangout, ataupun nongkrong bareng. Bahkan seminggu setelah dikeluarkannya kebijakan ini, masih sering sekali saya lihat jalanan ramai dan banyak yang tidak mematuhi anjuran dari pemerintah. Masih banyak yang pergi ke mall, hangout, ataupun jalan-jalan seperti tidak ada apa-apa. 

Jujur di dalam lubuk hati, saya pun sangat menyayangkan tindakan orang-orang yang belum sepenuhnya sadar dari pengaruh positif yang dapat ditimbulkan dari Social Distancing ini. Alasan bosan dan jenuh seringkali membuat kita abai dan tidak peduli dengan tindakan kita yang dapat merugikan orang-orang di sekitar kita. 

Teruntuk kalian yang sudah mulai melakukan online learning dan WFH dari rumah, maka bersyukurlah! Pergunakanlah kesempatan ini dengan baik, misalnya dengan beristirahat lebih banyak, bisa lebih santai dan rileks di rumah, punya waktu untuk membersihkan rumah, bersantai ria, bahkan berolahraga. Masih banyak orang-orang di luar sana yang tetap harus bekerja, mengorbankan dirinya untuk memerangi Virus Covid-19, maupun dengan menjaga ketertiban, hingga memberikan informasi terkini kepada khalayak ramai. Coba kita pikirkan dampak ke depannya apabila kita ngeyel kali ini. Jangan sampai kejadian yang sudah terjadi di Italia, terulang kembali di Indonesia dengan kejadian yang persis sama.

Yuk mari kita mulai dari diri sendiri untuk melakukan Social Distancing! Yuk kita bantu Indonesia dalam memerangi wabah ini sebelum terlambat! Jika kita melakukan Social Distancing ini dengan benar selama at least 14 hari ke depan, maka kita dapat mengurangi bahkan memutuskan mata rantai Virus Covid-19 ini. Karena peran serta masyarakat juga sangat diperlukan kali ini. Jika perlu, ingatkanlah teman kita, orang-orang di sekitar kita untuk melakukan Social Distancing. Kalau perlu, meminimalisir sebisa mungkin untuk keluar rumah. Apabila tidak diperlukan, maka stay at home! 


“Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.” -  Amsal 22:3  

Sembari menerapkan Social Distancing, jangan lupa tetap jaga kesehatan ya teman-teman! Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, konsumsi vitamin C, buah, dan sayur, berjemur dengan sinar matahari pagi, serta berolahraga yang cukup! Stay safe and healthy guys!

LATEST POST

 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel mengenai pasangan hidup di IGNITE GKI,...
by Tabita Davinia Utomo | 26 Sep 2021

I can stop this right now because there are so many reasons why I shouldn’t do this.“Hei...
by Sandra Priskila | 26 Sep 2021

Pandhu (bukan nama sebenarnya) menangis di salah satu sudut kamarnya. Bantal putih besar itu dipeluk...
by Lay Lukas Christian | 26 Sep 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER