3 Respons Terbaik di Kala Tekanan Melanda

Best Regards, Live Through This, 11 March 2020
Biarlah iman seperti itu yang membuat kita dapat menerima, menikmati, dan terus melangkah ke depan
Aku bukan pengamat politik, jarang mendengar atau membaca berita. Namun sejak 5 tahun terakhir ini, siapa yang tidak tahu sosok mantan gubernur Jakarta yang begitu viral dan disapa dengan Pak Ahok? Aku rasa bukan hanya warga ibu kota, namun seluruh warga Negara Indonesia, bahkan beberapa warga Negara Asing pun mungkin mengetahui kisahnya (jika tidak mengenal pribadinya secara langsung).

Sekali lagi, aku hanyalah seorang awam politik yang tidak ingin mengomentari apa-apa mengenai kasus yang diperdebatkan oleh pihak A ataupun pihak B. Pun saat ini sudah tidak ada yang dapat diperdebatkan lagi. Dan mungkin tulisan ini dapat dikatakan sudah terlampau kadaluarsa jika ingin mengupas tentang kisah beliau.

Namun faktanya, setiap kali aku mengingat sosok beliau - yang harus melewati fase mendekam dalam penjara, selalu tak habis pikir bagaimana mungkin ia begitu kuat dan teguh menghadapi segala tekanan?

Entahlah apakah pertanyaan ini dapat disejajarkan dengan pertanyaan seperti:

Bagaimana mungkin seorang gadis berusia 8 tahun tetap dapat tersenyum dengan kondisi mata yang tidak dapat melihat?

Bagaimana mungkin seorang ibu muda dapat membesarkan anaknya seorang diri dengan tetap ceria, sekalipun ditinggal oleh suami yang tidak bertanggung jawab?

Bagaimana mungkin seorang pemuda dapat memberikan motivasi positif kepada orang banyak, sedangkan ia tidak memiliki tangan dan kaki?

Kita bisa mendaftarkan pertanyaan "Bagaimana mungkin..." lainnya yang secara logika kita akan berpikir tidak mungkin ia/mereka dapat bertahan melewati situasi dan kondisi yang begitu tampak menekan.

Sayangnya, aku jarang mempertanyakan pertanyaan itu pada diriku ketika aku yang sedang berada dalam situasi menghimpit.

Biasanya, respon pertamaku adalah "Mengapa ini harus terjadi?"

Sebagai contoh,
"Mengapa aku dilahirkan sebagai anak yatim piatu?"
"Mengapa papa harus mengalami kecelakaan?"
"Mengapa mama begitu menjengkelkan?"
"Mengapa papa mama harus bercerai?"
"Mengapa sahabatku begitu mengecewakanku?"
dan seterusnya...

Pertanyaan wajar yang mungkin kita tanyakan akibat sulit menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, dengan respon seolah ingin mencari sesuatu untuk disalahkan, namun yang terjadi justru semakin stres dan depresi, karena itu semua harus-1¼"TUHAN TIDAK TIDUR" yang ia tuliskan dalam penjara:

Apapun juga kenyataan yang mesti ku terima
Walau sukar ku kan menjalaninya
Kar'na Tuhan yang punya kuasa
di atas jalan manusia

Dan imanku berkata, "Tuhan tidak tidur"
Kau yang menjaga hidupku sempurna
Selama ku setia, Engkaulah Tuhan yang  
menyelesaikannya bagiku,
yang berharap padaMu

Biarlah iman seperti itu yang membuat kita dapat menerima, menikmati, dan terus melangkah ke depan 

==============================
Tahukah kamu bahwa isi pensil dan berlian terbentuk dari bahan yang sama, yaitu Carbon? Yang satu begitu rapuh dan buruk rupa, namun yang satu begitu kuat dan indah. Berlian terbentuk melalui proses tekanan yang sangat tinggi (dengan temperatur yang sangat panas), sehingga atom-atom Carbon saling mengikat hingga mengkristal.

Maukah kita diproses sedemikian rupa hingga mengkristal dan menjadi indah di mata Pencipta kita?
LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER