Berbagi Tak Pernah Rugi

Best Regards, Live Through This, 24 December 2019
“Menikmati hal-hal sederhana di sekitar kita. membagikan energi positif dalam diri, sesederhana membagikan rasa syukur. Itulah yang akan mengingatkan orang lain juga untuk bersyukur dan menikmati cinta kasihNya.”

Berbagi buatku adalah sebuah kesukaan, karena dari berbagi kutemukan kebermaknaan. Makna yang mendalami arti hidup dalam perjuangan. Dari setiap perjumpaan, menjadi sebuah kesempatan untuk membagikan cinta kasih dan kisah kasih kehidupan. Tidak perlu tunggu waktu dengan berbagai kelebihan diri. Berbagi berarti memberi kesediaan diri terlebih lagi untuk secara sadar diproses dan dibentuk menjadi saluran jawaban bagi setiap pribadi yang membutuhkan.

Bicara soal bersyukur dan berbagi, aku teringat salah satu kejadian paling berkesan sepanjang hidupku. Hal ini terjadi semasa aku duduk di bangku SD, dan ini menjadi inspirasi diriku untuk selalu mengasihi dan berbagi kepada orang lain. Kisah ini aku sebut: "50.000 with Love".

Di masa itu hidupku memang tak senyaman sekarang, apalagi semenjak orang tuaku berpisah. Aku selalu melihat mamaku bekerja banting tulang untuk menghidupi aku dan adikku. Bagiku mama adalah pahlawanku.

Suatu ketika, di pagi hari nan sejuk...

Mama sedang berjalan-jalan di alun-alun selatan kota Yogyakarta untuk membelikan kami makanan. Tiba-tiba saja ia melihat seorang ibu membawa anaknya dan tampak sangat kesusahan sekali, wajahnya begitu kusam dan badannya sangat lemas, hanya sanggup bersandar di bawah pohon di sudut alun-alun. Tanpa ragu, mama mendekati ibu itu dan mengajaknya mengobrol. Ternyata mereka sudah sekitar dua hari belum makan. Karena iba, mamaku merogoh kocek di kantungnya yang hanya ada selembar uang kertas lima puluh ribu rupiah. Diberikannya uang itu untuk membeli makanan bagi mereka.

Sepulangnya, mama baru ingat kalau sebenarnya uang lima puluh ribu tadi akan digunakan untuk membeli makanan kami sekeluarga; namun apa boleh buat, uangnya telah habis diberikan pada orang lain. Akhirnya kami makan seadanya di rumah; sudah terbiasa juga makan nasi putih dan Blue Band ditambah kerupuk (karena dulu keseringan makan itu, jadilah makanan kesukaanku :P).

Tak lama setelah kami menikmati sarapan, mama ditelepon seseorang dan dapat job MC dadakan acara ulang tahun anak-anak di McDonald's. Tanpa berpikir panjang, dengan ekspresi yang senang dan suara yang lantang langsunglah mamaku menerima tawaran itu dan sore harinya mama berangkat kerja membawa semangat yang tinggi. Setibanya di rumah, mama menunjukkan sebuah amplop tertutup rapat dengan isi yang agak tebal dari hasil kerjanya. Setelah dibuka ternyata isi dari amplop tersebut berupa uang sebesar lima ratus ribu rupiah. 

Aku langsung teringat akan firman Tuhan di 2 Korintus 9:9-12:

"Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah."

Aku bersyukur bisa mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah dalam kisah ini dan menghidupi firmanNya; selain itu, mama juga dibawakan nasi ayam dua porsi untuk aku dan adikku. Sungguh pengalaman yang selalu membuat aku bersyukur atas karya Tuhan yang luar biasa dinyatakan bagi keluarga kami. Mungkin secara nominal memang tidak terhitung besar bagi sebagian orang, tapi bagi aku berkat yang utama bukan terletak pada materinya, berkat yang utama itu terletak pada pemeliharaan Tuhan dalam perjalanan up and down kita.

Sesusah apapun kehidupan, seberat apapun kondisinya, mari serahkan pada Tuhan karena bisa saja kita sedang dipakai Tuhan untuk menyatakan karya indahNya sebagai saluran jawaban doa bagi orang lain.

Pengkhotbah 5:18 mengatakan, 

"Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya - juga itu pun karunia Allah."


Semua harta benda yang kita punyai, itu juga bagian karunia Allah lho. Jadi...mari yuk, berbagi untuk orang-orang di sekitarmu. Selamat berbagi berkat dan jangan lupa untuk selalu bersyukur ya. 

LATEST POST

 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel mengenai pasangan hidup di IGNITE GKI,...
by Tabita Davinia Utomo | 26 Sep 2021

I can stop this right now because there are so many reasons why I shouldn’t do this.“Hei...
by Sandra Priskila | 26 Sep 2021

Pandhu (bukan nama sebenarnya) menangis di salah satu sudut kamarnya. Bantal putih besar itu dipeluk...
by Lay Lukas Christian | 26 Sep 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER