Aku Memandang Salib

Art, The Works, 18 April 2019


Aku memandang salib 

Tinggi menjulang menjadi lambang

Kehinaan berpancar kemuliaan 

Najis berbalut kesucian

Dosa dan kutuk ada di sana


Tubuh suci tersalib rela

Demi kau, aku, kita yang tak pantas dibela

Tak ada hasrat untuk memberontak 

meski sakit dan derita kian memuncak 


Kepala tertunduk, lunglai terkulai 

Melantunkan doa pengampunan bagi 

Kau, aku, dan kita sekalian

Padahal sebelumnya kita berteriak salibkan Dia, salibkan Dia, salibkan!


Darah tercurah, tanah bersimbah

Dan lihatlah, tabir bait suci terbelah 

Gempa mengguncang hingga bukit batu terpecah

Bumi meratap menangisi jasad Anak Domba Allah


Manusia yang mati dalam kutuk

Kini nadinya mulai berdenyut 


Pintu sorga terbuka!

Gempita sorak kemenangan membahana

Memecah kesunyian alam duka

Melepas ikatan rantai-rantai dosa 

Membangunkan jiwa tawanan kuasa kegelapan 


Kini aku bebas, aku lepas 

Kini aku hidup karena Kristus telah hidup


Aku memandang salib 

Tinggi menjulang menjadi lambang 

Titian abadi ke masa depan 

Sumber kekuatan dalam setiap perjuangan

Prasasti keajaiban cinta Tuhan


Penulis : Menni R. Siregar


LATEST POST

 

*in collaboration with Olivia Elena HakimSepanjang tahun 2016-2019, kita kerap membaca berita t...
by Ari Setiawan | 18 Sep 2019

Sebagian besar di antara kita menginginkan bisa berada di tempat yang kita inginkan atau kita impika...
by Aditya Seto Nugroho | 18 Sep 2019

Hai Gereja, bagaimana kabarnya? Kulihat wajahmu semakin banyak rupa Masihkah engkau setia membawa su...
by radith trinanda | 18 Sep 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER