Allah Memperhatikan Pekerjaan Anda

Best Regards, Live Through This, 18 March 2023
Apapun jenis pekerjaan kita, Allah mau kita menjadi rekan kerja-Nya dalam menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia ini.

"Allah Memperhatikan Pekerjaan Anda" adalah sebuah buku terjemahan yang ditulis oleh Doug Sherman & William Hendrick. Ada beberapa poin dari buku ini yang saya ingin bagikan dan berharap menjadi perenungan untuk diri kita masing-masing:

1. Allah sangat menghargai pekerjaan

Pekerjaan bukan merupakan sesuatu yang ada di luar perhatian Allah. Sebaliknya, pekerjaan merupakan bagian terbesar dari hidup manusia yang diperhatikan Allah dengan serius. Pekerjaan mempunyai nilai intrinsik, pekerjaan itu bermanfaat. Mengapa? Karena Allah pun adalah pekerja. Hal ini dinyatakan dalam Kejadian 1, yaitu bahwa Allahlah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, dilanjutkan oleh Kejadian 2:2 yang menyebutkan istilah "menciptakan" ini sebagai "bekerja". Ya, Allah tidak berhenti bekerja setelah penciptaan. Ia terus bekerja, menopang segala yang diciptakan-Nya, dan memenuhi kebutuhan makhluk ciptaan-Nya (Mazmur 104).

Tidak berhenti di sana, Allah juga menciptakan manusia untuk menjadi rekan kerja-Nya. Manusia ini (termasuk saya dan Ignite People) diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Artinya, karena Allah pekerja, maka manusia juga memiliki identitas sebagai seorang pekerja juga dalam menjalankan mandat budaya-Nya, seperti yang dikatakan dalam Kejadian 1:26, "Berfirmanlah Allah: Baiklah kita menjadikan manusia  menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang merayap."


Manusia diciptakan bukan untuk bekerja bagi diri sendiri,

melainkan bekerja sebagai rekan kerja Allah.




2. Pekerjaan Allah-Pekerjaan Anda

Dari poin pertama tadi, mungkin kita jadi bertanya-tanya seperti ini:

"Bagaimana seorang kasir memproses data?"

"Bagaimana seorang penafsir mendukung pekerjaan Allah?"

"Apakah orang yang pekerjaan sehari-hari memanjat pohon kelapa atau pegawai yang memperbaiki lalu lintas mendukung pekerjaan Allah?"

"Bagaimana dengan orang yang duduk di depan layar komputer di bank bagian penukaran valuta asing, yang menelepon ke sana-kemari menanyakan perubahan harga pasar, untuk mendapat selisih beberapa dolar untuk keuntungan bank?"

"Apakah Allah memperhatikan pekerjaan-pekerjaan seperti itu? Bagaimana mereka dapat membantu mendukung pekerjaan Allah di dunia dengan jelas?"


Photo by Mr. Bochelly on Unsplash 

Setiap pekerjaan memiliki fungsi dan keunikannya masing-masing. Walaupun demikian, ada dua prinsip yang perlu kita pegang bersama dalam menjadi "rekan sekerja Allah":


1. Melalui pekerjaan, kita dapat mengasihi orang lain dengan melayani mereka

Setiap pagi kita bisa menikmati sarapan, misalnya nasi putih yang pulen, sayur kesukaan keluarga, dan lain-lain. Sebelum kita menyantapnya, kita berdoa menyatakan rasa terima kasih kepada Allah karena Ia telah membawa makanan yang kita butuhkan ke meja kita. Namun, Allah tidak menjatuhkan sarapan itu begitu saja dari langit. Allah telah memakai "sistem" yang luas dari orang-orang yang bekerja untuk memberikan makanan itu kepada kita. Ia memakai petani untuk menanam padi, sayur-sayuran, buah-buahan dan juga peternak yang menyediakan telur, daging ayam dan daging sapi kepada kita. Allah memakai para pedagang di pasar, para sopir truk yang mengangkut semua keperluan itu, maupun pedagang pasar yang kepadanya kita membeli bahan-bahan makanan untuk dimasak. Seperti orang-orang "di balik layar" yang berjasa bagi kebutuhan pangan kita,  Allah juga rindu memakai kita untuk mencukupkan kebutuhan-kebutuhan orang lain melalui pekerjaan yang dipercayakan-Nya. Bentuknya mungkin tidak selalu materi, tetapi esensinya adalah bagaimana kita peka terhadap arahan Allah untuk mengasihi orang lain, baik dari barang yang kita beli, jasa yang kita tawarkan, dan sebagainya.


2. Melalui pekerjaan pula, kita mengasihi Allah

Arti mengasihi Allah di sini adalah melakukan apa yang diperintahkan Allah kepada kita dan melakukannya dari hati yang tulus untuk menyenangkan-Nya. Coba pikirkan mengenai pekerjaan Ignite People. Mungkin ada di antara kita yang sulit melihat apa hubungan antara pekerjaan yang digeluti dengan kehendak Allah agar kita bisa memikirkan kebutuhan orang lain. Mungkin kita juga berpikir bahwa pekerjaan tersebut sudah mencapai sesuatu yang dikehendaki Allah, tetapi cara dan motivasi dalam bekerja tidak memuliakan Allah. Yaa.. ternyata, bekerja dengan tujuan menyenangkan Allah ini tidak selalu mudah.

Saya jadi teringat pada peristiwa yang terjadi bulan lalu di tempat kerja. Saat itu, saya tidak melakukan satu pekerjaan rutin karena dalam benak saya, "Toh, tidak akan diperiksa juga dan karena mendekati akhir bulan (biasanya baru akan diperiksa saat selesai input data akhir bulan)." Selama tiga hari berturut-turut saya tidak mengerjakan pekerjaan itu, tetapi di dalam hati ini seperti ada kata-kata, "Ayo, catat," yang justru saya abaikan. Ternyata keesokan harinya, pekerjaan tersebut diperiksa oleh pimpinan dan kedapatan bahwa saya tidak mengerjakannya, sehingga saya ditegur di depan beberapa rekan kerja. Saya malu, tetapi juga bersyukur "diajar" seperti itu karena artinya saya dikasihi Tuhan. Peristiwa itu mengingatkan saya untuk bekerja dengan benar, dan setia dalam pekerjaan kecil (Lukas 16:10) karena walaupun tidak dilihat manusia, Tuhan melihat apa yang saya lakukan. Bukankah penulis Amsal pernah menulis demikian:

"Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi." —Amsal 3:11-12


Apa pun jenis pekerjaan kita, Allah mau kita menjadi rekan kerja-Nya dalam menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia ini. Kabar baiknya, Ia tidak meninggalkan kita sendirian untuk mewujudkan mandat budaya-Nya; ada Roh Kudus yang beserta untuk menuntun dan menguatkan kita memenuhi kerinduan Allah. Kiranya kita senantiasa berpegang kepada Allah, Sang Teladan Pekerja yang sejati.



Catatan Minbi:

Salah satu lagu yang bisa jadi teman merenung Ignite People bersama Kak Yohana ini adalah Kerjaku bagi Allah. Lagu ini ada di Youtube Coram Deo Worship Center Studies. Selamat mendengarkan~

LATEST POST

 

Pemerintahan di dunia ini dilaksanakan dalam berbagai metode, namun pada intinya adalah mengatur sec...
by Oliver Kurniawan Tamzil | 29 Feb 2024

Image on PexelsMarilah kita membayangkan diri kita sendiri ketika kita sudah tua nanti? Apakah kita...
by Samuel wangsa | 18 Feb 2024

Lagu Kidung Jemaat no. 249 berjudul "Serikat Persaudaraan" mungkin sudah tidak asing lagi...
by Alviedo Yuda | 14 Feb 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER