Perjuangan Penyintas Cancer Limfoma

Video, My Story, 12 October 2022
Hidup memang penuh kejutan Namun yang ku tahu dan yang terus ku pegang bahwa semuanya mendatangkan kebaikan Mungking sekarang aku belum paham, entah kapan... Yang penting sekarang semangat untuk berjuang !!

PERJUANGAN PENYINTAS KANKER LIMFOMA


Hidup Penuh Kejutan!!


Agustus 2022, saat itu aku baru saja bersukacita merayakan pertambahan usia. Di bulan yang sama juga aku dan sekeluarga bersukacita atas momen kelahiran cucu/keponakan pertama dan aku berkunjung melancong ke Cilacap.

Dan…. momen tak terlupakan yaitu menyaksikan konser Kahitna Anniv ke 36. Bayangkan tiket yang sudah ku beli 2019 tertunda dua tahun karena pandemi, dan akhirnya aku bisa menikmatinya. Penantian yang sungguh luarbiasa.



Tak lama momen-momen itu kulewati aku mendapati diriku mengalami keluhan, ada benjolan di tubuhku tepatnya di payudara sebelah kiri. Awalnya aku berfikir itu hanya karena bakteri atau keringat, aku mengganti sabun mandi bakterial berharap benjolan itu hilang, dan beberapa hari kemudian ku sampaikan keluhan itu ke orangtuaku dan segera periksa ke dokter. 


Mencari cari informasi ke dokter mana yang harus aku kunjungi, aku pun bingung. Sebagai perempuan aku merasa risih dengan dokter lawan jenis. Namun apa boleh buat, akhirnya aku memilih dan memberanikan diri untuk memeriksa ke dokter Sp.B.K.Onk. dan dokter tersebut laki-laki.


Dari dokter tersebut aku disarankan untuk melakukan biopsi. Dokter bertanya kapan kesiapanku, dengan tanpa pikir panjang dan untuk dapat penanganan segera aku ajukan esok harinya untuk dilakukan tindakan. Dokter mempertimbangkan dan ya.. biopsi dilakukan. 

Itu kali pertamanya aku dirawat di rumah sakit. Seumur hidup aku belum pernah dan sekalinya langsung tindakan medis biopsi. Biopsi berjalan lancar dan hasil biopsi sekitar satu minggu.


Satu hari sebelum kontrol kembali dengan dokter, aku sudah menerima hasil patologi anatomi dari sampling biopsi. Dengan tingkat keingintahuanku yang tinggi aku pun mencari informasi artikel terkait penyakitku dan istilah kedokteran yang tidak kupahami. 


Hasil patologi anatomi (PA) dari sample jaringan biopsi ku ternyata mengarah ke suatu keganasan, yaitu malignant neoplasm dengan dua kecurigaan non-hodgkin lymphoma dan poorly differentiated carcinoma (mengarah Invasive Breast Carcinoma). Aku speechless, cemas, gusar namun tetap berusaha mencari tahu informasi tersebut. Dan sungguh, itu cukup menyiksa batinku.


Pemeriksaan berlanjut dan tindakan medis belum bisa diputuskan. Dokter belum bisa menentukan pengobatan apa yang harus dilakukan. Pemeriksaan PA dilanjutkan dengan pemeriksaan imunohistokimia (IHK) untuk menegakkan diagnosa sebelumnya, dengan dua panel pemeriksaan yaitu lymphoma dan breast.


Menunggu sekitar satu minggu, hasil IHK ku pun keluar dan aku konfirm dengan limfoma. Ada sel abnormal yang tumbuh agresif di tubuh ku. Dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan medis dengan satu-satunya langkah pengobatan yaitu kemoterapi (ga ada opsi lain). Aku pun dirujuk ke dokter SpPD-KHOM untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan selanjutnya.


Mendengar kata kemoterapi hati ku mengciut.

Memasuki ruang dokter yang hanya sepetak tertutup dan menyimak setiap penjelasan diagnosa dan langkah pemeriksaan selanjutnya membuat ku terasa sesak.

Perasaan berkecamuk namun kaki kecil ku mau bergerak untuk menjalani setiap proses dan arahan dokter.

Step by step pemeriksaan terus dilakukan dengan hasil yang sudah firm namun hati ku masih dalam proses penataan menerima semua keputusan. 


Hidup memang penuh kejutan

Namun yang ku tahu dan yang terus ku pegang bahwa semuanya mendatangkan kebaikan

Mungkin sekarang aku belum paham, entah kapan…

Yang penting sekarang semangat untuk berjuang!!



Proses Penerimaan!!


Dengan hasil IHK kesimpulan diagnosa sudah ditegakkan namun aku belum sepenuhnya memperoleh keyakinan.


Aku mengalami denial

Aku masih berharap ada kesalahan diagnosa

Bukan itu

Dokter keliru

Mana mungkin


Aku bercerita dengan seorang teman yang juga adalah pegawai lab rumah sakit untuk meminjam preparat atas sampling jaringan biopsi.

Aku berencana untuk mencari second opinion.


Berbekal konsep ‘coba dulu aja’, aku pun bertanya dan minta kepada pegawai lab yang bertugas untuk minta hasil preparat ku.


Petugas tersebut menanyakan maksud dan tujuan ku, dan rencana second opinion kemana. Dengan jawaban seadanya aku pun menjawab masih dalam diskusi keluarga. Akhirnya preparat diberikan dengan menggunakan surat pernyataan.


Mencari informasi klinik laboratory, rumah sakit lainnya dan melakukan medical second opinion program asuransi serta konsultasi dokter online.


Untuk mengucapkan kata kemoterapi mulutku terasa berat.


“Aku sedang menjalani pengobatan”

“Aku akan melakukan tindakan dokter”

“Aku harus melakukan treatment atau terapi”

Itulah kalimat-kalimat yang kuungkapkan ketika teman bertanya mengenai kondisiku dan hasil pemeriksaanku.

Aku belum siap mengatakan bahwa aku akan menjadi pasien kemo.

Bahwa aku akan kehilangan rambutku nantinya.

Bahwa aku akan mengalami efek efek samping dari obat kemo tersebut.

Aku belum menerima.


Ibadah minggu pagi, aku bermaksud untuk bercerita kepada pendeta ku. Pas sekali beliau bertugas kotbah minggu itu.

Selesai ibadah saat jemaat mulai sepi aku wara wiri ingin menghampiri pendetaku.

Aku tau beliau cukup sibuk saat itu, seakan melihat ada sesuatu yang ingin diceritakan beliau memanggilku.

Dan benar saja aku memang hendak ungkapkan sesuatu.


Sharing dengannya aku diajak dan dipertemukan dengan seorang dokter. Bukan seorang dokter spesialis yang sama dengan penyakitku, beliau adalah dokter anestesi. Tapi aku ungkapkan hasil diagnosa ku, kegelisahanku dan banyak sekali pertanyaan seputar sakitku. 

Beliau dapat menjawab pertanyaanku dan mengakomodir kesiapanku menjelang proses tindakan kemoterapi.

Ada kelegaan setelah berbicara dengan beliau.


Pemeriksaan dan tindakan dokter selanjutnya kujalani.

Yakin dan percaya dengan dokter yang Tuhan percayai untuk menangani.


Hasil:

Non Hodgkin Lymphoma

Diffuse Large B-Cell Lymphoma Non-GCB Type




(bersambung)

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Artikel ini merujuk pada Roma 3:9-12.Akhir-akhir ini, perselingkuhan seolah-olah menjadi “tren...
by Sandra Priskila | 28 Nov 2022

“MANTRAAAA.... AJI!!”Masih ingat dengan tokusatsu fenomenal era 90-an ini? Sebuah tayang...
by Alviedo Yuda | 28 Nov 2022

... namun, apakah dosa hanya sekadar perbuatan jahat saja? bagaimana proses manusia bisa jatuh dalam...
by Samuel Semeion | 25 Nov 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER