Our World's Playground

, What's Next, 01 June 2022
Macem Dufan yang ada banyak wahana permainannya, hidup ini juga ada "keseruannya" tersendiri.

Ketika jadi anak-anak, kita suka bermain sampai lupa waktu.

Ketika remaja, kita mulai ingin menjadi dewasa agar bisa punya lebih banyak waktu luang.

Ketika dewasa, kita merindukan masa-masa untuk bisa kembali bermain bersama teman-teman lain.

Ketika lansia... satu per satu teman sepermainan makin berkurang.


Lalu, di mana serunya dunia yang seperti "kumpulan wahana permainan" ini?




Kalau Ignite People pernah mendengar ungkapan "hidup ini bagaikan panggung sandiwara", Minbi mau bilang kalau dunia tempat kita berpijak ini adalah seperti D*fan dengan segala "wahana permainannya". Tidak jarang adrenalin kita bergejolak ketika menghadapi situasi-situasi yang menegangkan, dan ada kalanya kita bosan karena bersantai di lazy pool yang mengalir tanpa arah. Well, bukankah hidup harus berjalan dengan berkesinambungan? Coba bayangkan kalau adrenalin kita terus-menerus berpacu tanpa lelah, tentu itu melelahkan, kan?


"Tapi kenapa rasanya makin tambah umur, hidup terasa makin menjenuhkan?"

Betul. Karena makin bertambahnya usia, makin berkembang pula variabel kehidupan kita. Kita yang dulu hanya memusingkan kapan bisa main PS (playstation) setelah mengerjakan PR, sekarang juga mengkalkulasikan pemasukan kita bulan ini agar cukup untuk makan, bayar tempat tinggal, dan (tidak lupa) self-reward boba. Yang dulu bisa bersepeda bersama teman-teman hingga jam lima sore, sekarang bisa bepergian ke mana saja secara bebas walau ada kalanya ingin ada yang menemani. Akhirnya, jiwa kanak-kanak kita dapat berkata, "Ah, jadi seperti ini, ya, menjadi dewasa itu."


Sekilas, menjadi dewasa itu mengerikan. Kita khawatir menjadi jompo sebelum waktunya, terbukti dengan minyak angin dan koyo yang (mungkin) sudah setia mengisi hari-hari di perjalanan menuju ke berbagai tempat. Ada kekhawatiran juga kalau muncul keriput dan flek di usia 20 menuju 30-an tahun, karena itu menjadi penanda bahwa ada yang bermasalah dengan tubuh kita. Bahkan bagi yang tinggal di kota-kota besar, hustle culture sudah menjadi makanan sehari-hari; pulang naik kereta atau bis terakhir pun dilakukan asal bisa sampai di rumah dengan selamat dan menghemat biaya perjalanan. Belum lagi dengan quarter life crisis yang menghantui ketika scrolling media sosial, membandingkan pencapaian yang satu dan lainnya yang entah butuh berapa rupiah dan detik agar bisa memiliki apa yang orang lain banggakan. Sungguh berbeda dari pandangan kita terhadap dunia ketika masih anak-anak, kan?


Namun, jauh di sudut hati kita, ada suara yang bergema:

"Hidup ini juga ada keseruannya sendiri. Let's be more mindful and enjoy it."


Photo by pawel szvmanski on Unsplash  


Ya, seperti D*fan yang memiliki banyak wahana permainannya, hidup ini juga memiliki "keseruannya" sendiri. Seperti ketika kita masih anak-anak, ada kalanya kita tersandung, baju kita jadi kotor, dan wajah kita penuh corengan bahkan luka karena menaiki wahana-wahana, tetapi itu tidak mengurangi rasa senang kita untuk bermain di dalamnya. Kalau kata HiVi!, kita jatuh untuk bangkit lagi, dan itulah yang akan kita bahas selama bulan Juli ini. Dunia boleh saja terus berevolusi, zaman pun berkembang tanpa henti, orang datang dan pergi, tetapi setidaknya ada pembelajaran berharga yang dipetik ketika kita mengizinkan diri untuk bermain di "wahana permainan" yang ada di Tata Surya ini.


Silakan Ignite People mengirimkan karya-karyanya melalui website (ignitegki.com) maupun e-mail ([email protected] - khusus untuk Sobat Anonim). Kami tunggu partisipasi Ignite People, ya! Mari kita mewarnai dunia ini dengan keseruan "wahana permainan" di sini dari sudut pandang sebagai orang percaya yang dipanggil untuk membagikan harapan bagi orang lain!


Selamat berkarya!

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Artikel ini merujuk pada Roma 3:9-12.Akhir-akhir ini, perselingkuhan seolah-olah menjadi “tren...
by Sandra Priskila | 28 Nov 2022

“MANTRAAAA.... AJI!!”Masih ingat dengan tokusatsu fenomenal era 90-an ini? Sebuah tayang...
by Alviedo Yuda | 28 Nov 2022

... namun, apakah dosa hanya sekadar perbuatan jahat saja? bagaimana proses manusia bisa jatuh dalam...
by Samuel Semeion | 25 Nov 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER