Renungan tentang makna CINTA

Best Regards, Live Through This, 21 April 2022
Sebuah proses perenungan pribadi tentang cinta yang berusaha mendaratkannya ke alam pikiran yang lebih sederhana.

Ignite people, belakangan ini kita sering disuguhi tentang makna cinta lewat karya-karya yang indah, begitu puitis, begitu indah dan estetis sekaligus begitu abstrak dan rumit. Barangkali kita disuguhkan lewat film, puisi, lagu dan sebagainya, beberapa dari kita tentu masih ingat sebuah film Indonesia yang fenomenal di masanya Ada Apa Dengan Cinta?.

Banyak dari kita yang mungkin merasa beruntung, karena menghidupi cinta yang berbalas, entah dalam pekerjaannya, pasangan ataupun dalam kehidupan sosialnya. Lantas, sebagian dari mereka berhasil mempertahankan cinta tersebut sepanjang hidupnya dan sebagian lainnya gagal dan kehilangan makna dari cinta itu sendiri.

Sebagian dari yang lainnya, mungkin merasa tidak beruntung, sebab hidup dalam kebutaan cinta, menjadi apatis, pahit bahkan tidak dapat berempati lagi dengan sesama atau apapun di dalam hidupnya. Bagi mereka, kini, cinta itu hanyalah omong kosong demi bertahan hidup atau pemuas hasrat.

Lantas apa cinta memang begitu abstrak sehingga tidak terjangkau maknanya?

Photo by Jez Timms on Unsplash

Apa itu cinta sebenarnya?

Bagaimana seseorang bisa saling bahagia, saling mencintai, tetapi sebagian yang lain hidup dalam kepahitan?

Buat saya menjangkau makna cinta itu sendiri melalui fase-fase yang pahit, ketersesatan dalam makna yang abstrak, yang tidak terjangkau pikiran/logika, pahitnya pengalaman membuat saya mencoba menyelami pertanyaan-pertanyaan  apa itu cinta? apakah saya dicintai? 

Alkitab dan dunia menawarkan jawaban-jawaban tentang konsep cinta dan cukup banyak membantu saya mendeskripsikan tentang makna cinta itu sendiri.

Saya mendeskripsikan cinta menjadi 3 bagian yang saling melengkapi satu sama lain :

1. Daya tarik

Kita mungkin mengenal istlah first impression. Dan memaknainya sebagai ketertarikan Tuhan kepada manusia dan semua ciptaanNya, ketertarikan kita terhadap diri sendiri, pekerjaan, pasangan, lingkungan sosial. Semua hal itu diawali dengan daya tarik. Daya tarik itu sendiri mungkin hal yang abstrak dan dapat dipertanyakan dan digali terlebih jauh lagi. Kalau menurut saya, daya tarik mengacu kepada ketertarikan kita pada sesuatu yang baik untuk kita. Yang ditawarkan dunia ini umumnya berdasarkan dari kapital-kapital tertentu (berdasarkan ketertarikan saya dengan teori kapital pierre bourdieu). Teori tersebut mengatakan bahwa kita (sebagian kecil) dapat mendapatkan empati yang melampaui dirinya sendiri, misalkan saja seseorang wanita/pria yang tertarik pada pasangan yang dibawah jangkauan daya tariknya dan memiliki ketertarikan unik yang tidak umum dan mungkin bisa dicari jawabannya mengacu kepada konsep yang ke-2.

2. Tanggung jawab

Saya sebagai orang Kristen percaya pada Allah yang bertanggung jawab kepada ciptaanNya Allah yang memelihara ciptaanNya. Dia rela mengorbankan AnakNya untuk menyelamatkan kita melalui pengampunan dosa. Konsep kedua ini juga sangat relevan dengan kehidupan kita di dunia, sebagai pasangan yang saling punya ketertarikan kita juga bertanggung jawab dengan pasangan kita, rasa tanggung jawab untuk terus memelihara hubungan kita dengan pasangan, pekerjaan, lingkungan sosial atau bahkan diri kita sendiri. Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang saling jatuh cinta haruslah mempunyai kesadaran akan tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikannya dengan baik agar kelak diharapkan bisa bertanggung jawab sebagai sepasang suami-istri. Dalam kehidupan sosial, tanggung jawab kita adalah untuk berempati dan peduli pada sekitar kita yang membutuhkan. Itu wujud kecintaan kita terhadap sesama di masyarakat.

3. Komitmen/Kesetiaan/Loyalitas

Sebagai seorang Kristen kita percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang sangat setia. Menurut saya, sangat sulit bagi kita sebagai manusia untuk berkomitmen dengan segala ketidakpastian yang ada di dunia ini, kondisi perasaan dan jiwa kita yang berubah-ubah terkadang membuat kita patah semangat dan lantas menyerah pada komitmen yang sudah kita buat, lantas dengan mengingat konsep-konsep sebelumnya kita diharapkan untuk terus mempertahankan komitmen kita sekalipun sulit untuk dilakukan. Tapi menurut say, itulah pentingnya sebuah harapan di dalam sebuah komitmen yang kita jalani, kita bisa berharap pada-Nya sebagai Tuhan yang setia. Kita dapat mengingat apa yang tertulis dalam 

1 Korintus 13:4-5, "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."

Sebuah contoh baik dari komitmen yang tidak buta, banyak contoh dari komitmen akan nasionalisme kita, Agama kita, profesi kita, pasangan kita yang menjadi buta dan sombong melahirkan potensi-potensi yang destruktif bagi sesama kita.

Photo by Leighann Blackwood on Unsplash

Ditengah-tengah perjalanan kita, saya rasa mungkin kita akan kehilangan satu atau lebih dari ketiga konsep tersebut. Saat kita kehilangan daya tarik karena ada hal lain yang lebih menarik atau ketika keadaan membuat kita sulit dan merasa hilang tanggung jawab atau malahan kita sudah mulai meragukan komitmen yang kita buat. Buat saya, ketika kita berambisi untuk memahami makna dari keabstrakan cinta itu, pada saat itulah kita mengalami ketersesatan makna dan bahkan kehilangan cinta itu sendiri dan akhirnya kita lari dari komitmen kita. Untuk itu penting untuk memahaminya lewat penyertaanNya, kita dapat mengenali lagi konsep-konsep tersebut. Tapi, bagaimana kalau dari pihak yang dicintai mengkhianati komitmen tersebut? Haruskah kita membalas ketidaksetiaannya dengan bentuk ketidaksetiaan lainnya? atau masih adakah hal-hal yang bisa membuat kita mempertahankan komitmen kita dalam keadaan bertepuk sebelah tangan? (dalam kompleksitas pernikahan khususnya) dari situlah biasanya kita membuat batasan-batasan tertentu, tapi dari peristiwa tersebutlah menurut saya hendaknya kita menyadari bahwa cinta itu melampaui diri kita sendiri dan anugerah Tuhan yang bisa kita usahakan/upayakan. Sebagai Anugerah Tuhan hendaklah kita hanya berharap dari yang memberikannya dan miliki pengharapan hanya di dalam-Nya dan sebuah rekonsiliasi bagi anda yang menghadapi krisis-krisis tersebut.


Dari ketiga konsep perenungan tentang makna cinta inilah saya mengharapkan makna cinta abstrak yang dipuisikan bisa menjadi sedikit lebih sederhana, meskipun saya percaya hanya dengan anugerah Tuhan lah kita bisa menjalaninya dan mendapatkan cinta yang sesungguh-sungguhnya.

Apa makna cinta untuk kamu?

Selamat mencintai pasangan, pekerjaan, keluarga, lingkungan dan juga Tuhan kita.

LATEST POST

 

Ignite People, dijumpai hari sulit selama hayat di kandung badan tidak menjadi masalah asal ada iman...
by Jeane Marlessy | 26 Jun 2022

Photo by Nick Fewings on Unsplash Ya Bapa, aku datang ke hadapan-Mu tanpa jemu-jemu.Engkau tah...
by Ms. Maya | 26 Jun 2022

Hai Ignite People! Apa kabar kalian?Ternyata, sudah hampir setahun aku ga menulis.Sempat bingung mau...
by Regina Megumi | 26 Jun 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER