Idol: My Leisure My Pleasure

, What's Next, 28 July 2021
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Idol, sederhananya sih role model, kata yang terasa lebih tepat dan relate untuk hidup kita sekarang yang kadang rasanya dibawah terus, gak naik-naik, berjuang terus ngadepin rutinitas yang mungkin sama setiap harinya. Di saat-saat kayak gini rasanya liat idol atau role model berasa ngeliat oase di padang gurun.



Selain karena umumnya mereka ‘estetik’ yaaa – permainan warnanya, tipe-tipe tampilannya, tipe suara, genre, atau mungkin standar karya seninya, ciri khas gambarnya – tapi juga kadang rasanya kita beneran lagi keluar dari kehidupan nyata yang pahit sambil nikmatin karya-karya atau keseharian idol kita masing-masing, bahkan gak jarang sambil ngehalu yang agak ekstrim hahaha.

Meskipun mereka gak liat kita, atau bahkan mungkin gak tahu kita ada di dunia ini wkwk, tapi ini tentang menjalin relasi antara diri kita dengan idol tersebut. Waktu yang kita luangkan, ketika kita mikirin mereka di sela-sela kerjaan, di jam-jam istirahat atau bahkan pengubahan perspektif yang kita alami adalah beragam cara kita membangun relasi dengan idol.



Ah, belum lagi kalau perspektif mereka secara langsung atau gak langsung mempengaruhi cara kita memandang diri dan kehidupan. Salah satu contoh, kisah hidup Bangtan Boys aka BTS yang gak mudah, ketika di awal banyak yang hate mereka, ketika salah satu rapper yang dikenal dengan standar atau branding yang sangar, memiliki banyak tato, identik dengan warna hitam, ternyata ditampilkan berbeda dengan rapper kelas dunia yang masuk dan menjadi leader di Bangtan boys. Itu baru kisah dari salah satu personil, dan masih banyak lagi kisah-kisah perjuangan dari personil yang lain. Secara tidak langsung, kisah perjuangan inilah yang mempengaruhi ‘ARMY’ dalam memandang kehidupan, terkadang mengidolakan sesuatu dapat membantu mereka melihat ulang arti perjuangan dan termotivasi untuk tidak mudah menyerah.

Itu hanya satu contoh dari sekian banyak hal/person yang kita idolakan, nah Minbi mau tanya nih apa sih yang Ignite People rasakan ketika mengidolakan sesuatu? Terus gimana dampaknya bagi kegiatan atau rutinitas atau bahkan mungkin dengan cara kamu memandang kehidupan?



Uniknya, ternyata dalam terjemahan bahasa inggris, istilah idol ini erat banget kaitannya sama hal-hal yang berbau spiritualitas, seperti kegiatan pemujaan, atau yang kita seringkali kenal dengan istilah ‘berhala’. Nah ini dia, Ignite People di bulan ini mungkin ada yang tergelitik untuk bahas penafsiran tentang 10 perintah Allah yang ada di Ulangan 20:3 “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Apakah mengidolakan sesuatu dan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan untuk menjalin relasi dengannya lantas membuat kita menjadi ‘penyembah berhala’? Apakah mengidolakan sesuatu artinya menjauhkan relasi kita dengan Tuhan atau justru mendapat sebuah pesan yang menyegarkan jiwa?

Lalu gimana seharusnya kita mengidolakan sesuatu atau seseorang atau sekelompok orang? Di bulan ini Minbi sekalian memantik refleksi-refleksi Ignite People dalam bentuk tulisan, puisi, cerpen, gambar, atau bahkan video tentang hubungan antara idol dan relasi kalian dengan Tuhan, apakah ada kesamaan, perbedaan? Dari cara membangun relasinya, waktu yang terluang, dampak dari relasi yang dijalin di kehidupan sehari-hari, dan cara kamu memandang diri dan dunia?

Selamat berkarya, to God be the glory!

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER