GURU (Digugu lan ditiru)

Best Regards, Live Through This, 03 November 2020
Sebuah kiasan Jawa yang penuh makna buat aku.

Masih ingat banget waktu SD/SMP aku mendengar kata itu. Langsung terbersit “Wah jadi guru berat yah. Tanggung jawabnya besar.” Lah kokkkkkk, nyemplung kerjanya sekarang di dunia itu hahaha..

Ketawa ini bukan ketawa miris tapi lebih ke lucu dan masih gak nyangka aku jadi guru. Pembawaan santai dan agak sesuka hati ini jadi seorang guru. Memang sih aku suka sama anak-anak, tapi ga pernah kebayang jadi guru. 


Awal aku memutuskan menjadi guru langsung keinget betul sama ayat Amsal 22:6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” 

Buat aku, ayat tadi mengajarkan bahwa kita, sebagai anak Tuhan, boleh, dan bisa banget, ngajar karena terlihat jelas Tuhan kita suka banget jalan-jalan mengajarkan kebaikan dan Firman Tuhan.

Waktu awal ngajar senangnya bukan main. Akhirnya bisa ketemu anak-anak. Lihat tingkahnya yang kadang bikin spaneng tapi kadang bikin ngakak geli. Belum lagi perhatiin perkembangan mereka, sungguh bikin makin semangat. Ya tidak lain karena aku sendiri minat sama psikologi anak dan keluarga. Makin tergeraklah aku ketika terjun ke sini. 

Hari ke hari aku dihadapkan pada realita bahwa ngajar tuh gak “indah-indah banget”, yang hanya omongin tentang anak-anak saja. Tapi guru itu "kudu digugu lan ditiru karo kaliyanne" (guru itu harus dipercaya dan diikuti oleh lingkungannya). Jadi berbuat baik, fokusnya bukan untuk anak aja, tapi juga kepada kawan kerja, atasan, yayasan, dan untuk dinas pendidikan. Tapi Ferguso, relitanya ga semanis janji mantanmu. Mencontohkan hal baik, mengajarkan bekerja untuk anak-anak, melakukan kewajiban, adil, efisien, senioritas, mengejar apresiasi, mengejar jabatan. Kutemui, kurasakan, bahkan ‘ku dijadikan kambing putih yang jadi hitam (hahaha sedih banget

“Apa sih ini?“ “Capek banget,Vin.”

“Banyak banget yang cari muka.”

“Aku sih males yaa.”

“Muak aja menemui orang ambisius yang kejar ambisinya pake cara yang buruk.” 

Itu responsku dan beberapa guru yang juga merasa lelah. Ternyata gini amat, beda ya sama ekspektasiku. Apalagi ketika inget-inget makna Jawa guru, “Digugu lan ditiru” , lebih mendalam dan kuat tanggung jawabnya. 

“Terus nyerah kah, Vin?”

Terus terang, sebagai anak yang agak santuy, aku udah di titik lelah, capek, bahkan nangis hingga burned out. Namun, aku gak mau sia-siain kesempatan baiknya Tuhan. Tuhan kasih kesempatan baik untuk aku :

  1. Berkembang jadi kuat, karena realita yang ku hadapi ini memang bikin aku kuat, kalo ga semua ekspektasiku selalu berakhir manis jadi kuat aja. Sampai bisa selesaikan dengan baik. 

  2. Mau terus mengajarkan hal baik. Sebagai guru untuk anak TK yang mau terus membantu aspek perkembangan fisik, kognitif, emosi, aku juga mau jadi “guru” yang meninggalkan hal baik bagi rekanan, atasan, dan lingkungan kerjaku. Aku gak mau makin memperburuk realita lapangan.

  3. Mengembangkan minatku. Aku minat banget sama bidang psikologi anak. Jadi dengan kerja sebagai guru TK aku makin yakin dan paham kalau emang jalannya untuk terus aku dalami dan kembangkan. 


Kesempatan baik yang Tuhan berikan harus disambut baik. Mengeluh capek, malas-malasan, apalagi burn out itu gapapa, wajar kok. Apalagi dengan pergantian ritme kerja online learning yang cukup memusingkan. Tapi Tuhan sebagai Guru Besar semesta ini senantiasa bersama kita. Kita gak bisa asal menyerah dengan kesempatan baik yang Tuhan berikan. 

Tetap semangat menjalani kesempatan kalian masing-masing. Terusah belajar dan mau berkembang menjadi semakin baik :) 

LATEST POST

 

Hai Ignite People!Sebagian dari kita mungkin ada yang masih belajar di sekolah atau di kampus, dan s...
by Verry Yovelin | 02 Aug 2022

Beberapa kali orang tuaku pernah bercerita waktu masih balita, aku pernah hampir kejatuhan vas belin...
by Regina Megumi | 02 Aug 2022

Doa memang cukup kita ucapkan, namun terkabul atau tidaknya kita tidak ada yang tahu. Yang jelas, da...
by Willi Bordus Bayu Setiawan | 23 Jul 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER