Kemerdekaan Terbatas Dalam Pandemi

Best Regards, Live Through This, 12 August 2020
Akankah kemerdekaan kita terbatas dalam pandemi?

Sekali merdeka tetap merdeka!

Selama hayat masih dikandung badan.

Kita tetap setia, tetap sedia, mempertahankan Indonesia!

Kita tetap setia, tetap sedia, membela negara kita!

Ignite People, siapa sih yang ga tau penggalan lagu tersebut?

Setiap peringatan HUT RI kita pasti mendengar lagu ini yang kerapkali membuat kita semangat dalam menyambut hari kemerdekaan negara kita tercinta ini.


Momen peringatan kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Selain karena hari kemerdekaan menjadi hari yang paling bersejarah bagi negara kita, hari peringatan kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu momen paling ditunggu, karena di momen ini banyak pihak yang mengadakan berbagai perlombaan. Dimana tak jarang, perlombaan-perlombaan ini dapat membuat masyarakat Indonesia bersatu, saling bergotong-royong tanpa memandang perbedaan satu sama lain.


Semangat Lomba 17an


Tapi, apakah kondisi kemerdekaan saat ini dapat membuat kita tetap merasakan semangat yang sama?


Momen kemerdekaan kali ini terasa begitu berbeda.

Tahun ini, tepatnya tahun 2020, Hari Kemerdekaan Indonesia diperingati ditengah-tengah pandemi. Hal ini kita tau karena situasi pandemi yang belum kunjung usai. Padahal banyak orang berharap bahwa ketika momen kemerdekaan tiba, pandemi ini telah berakhir. Namun semua ternyata berbanding terbalik, tak seperti yang kita harapkan. Kian hari justru angka pertambahan orang yang terjangkit Covid-19 malah makin bertambah, hingga tak ada yang tau kapan pandemi ini berakhir.


Banyak kegiatan upacara maupun perlombaan yang menjadi ditiadakan ataupun berubah menjadi secara virtual, guna menghindari kumpulan orang banyak. Tentunya hal ini tak membuat semua orang nyaman, sebab segala sesuatunya menjadi terbatas. Kita pun menjadi tidak dapat merasakan semangat kemerdekaan secara langsung.


Upacara Virtual


Namun, benarkah kemerdekaan ditengah pandemi menjadi kemerdekaan yang terbatas?


Yohanes 8 : 36 “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”


Bila kita melihat peringatan kemerdekaan Indonesia kali ini, mungkin semua terlihat menjadi begitu terbatas. Namun, dalam Alkitab pun tertulis bahwa Tuhan sendiri yang telah memerdekakan kita.


Selain memerdekakan kita, sesungguhnya Tuhanlah yang telah memerdekakan negara kita. Kemerdekaan Indonesia inipun merupakan suatu pemberian-Nya.


Kalau banyak orangtua ataupun generasi diatas kita masih dapat melihat bahkan merasakan getar-getir perlawanan dan pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan kita di medan perang, lain halnya dengan pengorbanan yang dilakukan Tuhan untuk memerdekakan kita. Dengan kasih-Nya, Dia rela turun ke dunia menjelma menjadi manusia, tapi pada akhirnya Dia disiksa, dicacimaki, diludahi, dan mati di kayu salib sebelum akhirnya Dia bangkit.


Mungkin memang manusia-manusia yang ada pada waktu Yesus datang untuk pertama kalinya, dapat melihat pengorbanan Yesus, tapi tidak ada yang dapat merasakan pengorbanan-Nya bukan? Hingga banyak orang mempertanyakan kebenaran tentang-Nya.


Memang, mempercayai apa yang tidak pernah kita lihat itu sangat sulit ya, Ignite People. Tapi, di Alkitab pun dikisahkan bahwa Tuhan memberkati Musa, Dia menopang Musa hingga akhirnya bangsa Israel dapat keluar dari Mesir. Sehingga, mungkin negara kita dapat merdeka tanpa penyertaan Tuhan, namun hanya Tuhanlah yang dapat memberikan kemerdekaan yang kekal.


Dalam keterbatasan kondisiku, aku memang hampir tidak pernah mengikuti lomba-lomba 17-an. Aku hanya pernah sesekali perlombaan, itupun hanya sewaktu masih sekolah. Meskipun begitu, sulit bagiku untuk menerima situasi bahwa hingga di momen kemerdekaan ini pun kita masih dalam situasi pandemi. Dimana bagi aku pribadi, momen kemerdekaan adalah momen yang paling seru, sebab biasanya dalam kompleks perumahanku sudah banyak persiapan lomba dan upacara yang diumumkan dari beberapa minggu sebelumnya. Juga ada pula panggung mini, dimana akan ada undian yang dilakukan agar dapat memberi kesempatan pada warga yang mungkin biasanya tidak dapat bertemu karena rutinitas masing-masing. Namun, kini semuanya menjadi sunyi. Hanya terlihat bendera-bendera yang terpasang di rumah-rumah warga.


Meski semua menjadi nampak terbatas, tapi menurutku ternyata kemerdekaan ditengah pandemi bukanlah suatu kebetulan. Sebab, dalam waktu inipun kita dapat berefleksi dan memiliki banyak waktu bersama-Nya.


Lewat waktu ini, aku pribadi jadi dapat menyadari, bahwa sesungguhnya kemerdekaan ini adalah pemberian Tuhan, dan aku juga sudah dimerdekakan-Nya dengan kemerdekaan yang kekal. Dengan kemerdekaan yang telah diberikan-Nya, aku dapat melayani-Nya untuk menjadi kemuliaan bagi nama-Nya.


Lalu, apakah pandemi ini masih membatasi kemerdekaan kita?

LATEST POST

 

SAAT GEREJA “DILARANG” MENGURUSI POLITIKKetika menemukan berita Persekutuan Gereja-Gerej...
by Christan Reksa | 13 Jun 2021

            Di dalam buku nyanyian Kidung Jemaat pada nomor 26 terdapa...
by Christyana Elizabeth Huwae | 13 Jun 2021

Ada orang yang habiskan seumur hidupnyahanya untuk berbuat baik.Lalu khilaf satu kali dan berbuat ke...
by Primaridiana Pradiptasari | 13 Jun 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER