Berkat Tuhan Mari Hitunglah

Best Regards, Live Through This, 25 May 2020
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau 'kan kagum oleh kasihNya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya. - KJ 439

Pandemi virus COVID-19 ini membuat melakukan berbagai hal menjadi sangat sulit. Mungkin banyak dari kita akan merasa bete, sudah lama tidak hangout dengan teman-teman. Mungkin ada juga yang rindu untuk bertemu saudara jauh kita, atau keliling-keliling naik kendaraan umum juga. Yang jelas, semua hal yang saya sudah sebutkan disini tidak bisa kita lakukan karena kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Saya sendiri juga rindu naik Bus Transjakarta...

Eitttt…. Tunggu dulu. Daripada kita mengeluh, apa lebih baik kita melihat sisi positifnya saja? Ingat tidak sih kalau Tuhan sudah selalu menyertai kita, seperti ayat berikut:

Do not be anxious about anything, but in every situation, by prayer and petition, with thanksgiving, present your requests to God. And the peace of God, which transcends all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus. (Philippians 4:6-7)

Dari ayat ini, saya belajar bahwa walaupun pandemi COVID-19 ini banyak membawa masalah bagi kita, Tuhan selalu melindungi “hati dan pikiran” kita. Nah, saya juga suka ingat sama lirik lagu pada bagian "quote" di atas kalau mau ngomongin soal berkat Tuhan.

Lirik lagu tersebut berasal dari KJ 439 - Bila Topan K'ras Melanda Hidupku. Saya rasa, judul dan lirik lagu ini sangat tepat untuk menggambarkan situasi saat ini; topan keras sedang melanda hidup kita karena kebijakan pemerintah yang tidak membolehkan kita kemana-mana. Tapi, reff lagu ini mengajarkan kita agar kita tuh selalu menghitung berkat Tuhan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Dan bagi saya, banyak sekali berkat tersembunyi yang Tuhan telah berikan kepada saya selama PSBB:

  • Mengurangi waktu yang terbuang untuk naik transportasi umum

Jangan salah lho, saya senang naik transportasi umum, terutama Bus Transjakarta; sebelum PSBB biasa saya pergi ke tempat kerja saya naik Bus Transjakarta dari Sumber Waras menuju Puri Indah. Tetapi, saya juga mengakui, 30 menit untuk ke kantor (dan ini kalau cepat; kalau lagi tidak beruntung, bisa 40 menit atau lebih). Terutama kalau saya pulang, biasa samping tol JORR hampir tiap hari macet, dan bisa makan waktu 1 - 1.5 jam untuk tiba di Tomang, rumah saya. Dengan kebijakan Work From Home (WFH) dari pemerintah, maka saya tidak perlu lagi bangun jam 5 pagi, dan harus siap berangkat jam 06:30. Saya bisa bangun jam 7 pagi, sarapan dan mandi, absen masuk, lalu langsung kerja deh.

  • Mengurangi biaya makan dan makan lebih enak

Biasa, kalau kalian di kantor, ada tiga pilihan nih untuk makan siang. Pertama, pesan makanan via Ojek Online. Kedua, beli makanan di kantin. Dan yang ketiga, bawa makanan dari rumah. Kalian semua tahu dong, kalau pesan makanan dari Ojol mahalnya seperti apa? Bagaimana kalau makan di kantin? Masih harus bayar juga kan? Bawa makanan dari rumah… Gratis sih, tapi dari pengalaman saya, makanannya menjadi kurang enak karena dibiarkan selama paling cepat 5 jam, sehingga makanan tersebut jadi dingin. Dengan WFH ini, saat jam istirahat, bisa langsung ke meja makan/masak dulu, terus makan. Habis makan, langsung balik ke meja untuk kerja lagi deh.

  • Lebih banyak waktu untuk eksplorasi diri.

Karena tidak ada waktu yang terbuang untuk transportasi, jadi setelah pekerjaan semua selesai, bisa langsung deh kita melakukan hal-hal lain. Nah, selain main game, saya sendiri sekarang sedang belajar Bahasa Jepang, dengan harapan saya dapat bermain lebih banyak game berbahasa Jepang. Dan saya yakin Bahasa Jepang yang saya sedang belajar dapat berguna saat kita mau liburan ke Jepang.

Screenshot dari situs Wanikani

Gambar di atas menunjukkan situs yang bernama Wanikani, sebuah website yang dibuat untuk membuat belajar Kanji (sistem tulisan Bahasa Jepang) menjadi lebih mudah, dan saya sekarang sedang menggunakan situs tersebut untuk belajar Bahasa Jepang. Dari situ, saya menyadari, ternyata susah ya belajar Bahasa Jepang; satu huruf Kanji aja bisa lebih dari satu cara pengucapannya, dengan cara pengucapan yang berbeda untuk "vocab" yang berbeda juga. 

Nah, di sini saya cuma menyebutkan tiga berkat dari Tuhan dengan adanya PSBB/WFH ini. Sebenarnya lebih banyak lagi lho berkat Tuhan yang sudah Tuhan berikan kepada kita (saya belum cerita lho tentang bagaimana Tuhan memberi berkat kepada saya saat saya kekurangan uang!). Tidak peduli aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan kita pergi keluar rumah, yang jelas Tuhan sudah memberikan kita banyak sekali berkat kepada kita, salah satunya melalui WFH ini, yang memberikan tiga dari sekian banyak manfaat yang saya rasakan. Jadi, jangan lupa bersyukur kepada Tuhan ya!

LATEST POST

 

Ketika aku hidup sentosa aku pernah berkata,"Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!"TUHAN,...
by Samuel Semeion | 10 Jun 2024

Jakarta, 4 Mei 2024 – Generasi muda Indonesia, yang mencapai lebih dari separuh populasi, meru...
by Admin | 29 May 2024

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER