Memaknai Kehadiran Tuhan di Dalam Jeruji Besi

Best Regards, Live Through This, 29 July 2019
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Janganlah kecut dan tawar hati di saat situasi sulit dan sukar sekalipun. Sebab Dia, Tuhan, yang akan terus menyertai kehidupan kita senantiasa, kapanpun dan dimanapun kita ada.

Lapas? Penjara? Kok mau sih lihat orang-orang disana? Gak takut? Hih.. Hati-hati ya, banyak orang jahat… Begitulah komentar orang-orang dil uar ketika mendengar saya dan teman-teman ingin ke lapas untuk mengunjungi saudara-saudara kita di sana. 

Pada tanggal 18 Juli 2019, awal pertama kali saya berkunjung ke lapas untuk melayani orang-orang yang sedang berada di dalam penjara. Saya mulai berpikir, "Bagaimana kondisi mereka di dalam lapas?" "Orang-orangnya menakutkan atau tidak?" Dan banyak pertanyaan lainnya. Saya mencoba untuk tidak memikirkan hal-hal yang negatif. Ketika saya sampai di lapas, saya menunggu mereka di ruang tunggu bersama dengan teman-teman saya. 

Lalu, saat mereka datang, saya hanya terdiam dan bingung. Saya bingung dengan wajah mereka, sikap ramah mereka,dll. Saya pun yang awalnya berpikir bahwa orang yang berada di dalam lapas adalah orang yang menakutkan, tetapi kini malah terheran-heran, “Kok orang seperti itu yang masuk penjara ya? Gak kelihatan jahat sama sekali.” Saya mulai mengamati mereka satu per satu dan saya bisa merasakan penyesalan mereka. Lalu, ketika Firman itu mulai disampaikan, ada salah satu dari mereka yang mulai mencatat setiap ujaran yang di sampaikan, dia membaca dengan sungguh. Kakak yang membawakan Firman tersebut menanyakan kepada mereka semua “Apakah mereka sudah bersyukur untuk setiap kasih Tuhan kepada mereka setiap hari?”

Mereka diberi tugas untuk menuliskan refleksi tentang diri mereka sendiri mengenai kebaikan Tuhan yang sudah mereka terima selama ini; begitupun kami. Saya menuliskan refleksi tersebut dengan rasa cukup bersyukur atas kasih Tuhan kepada saya, keluarga saya, dan banyak hal yang tidak jarang orang lain juga memikirkan hal yang sama seperti saya. 

Saya pun ingin tahu apa yang dirasakan oleh penghuni lapas hingga saya tidak menyangka bahwa yang ditulis oleh mereka tersebut benar-benar di luar dugaan saya. Diri saya sendiri merasa bahwa saya sudah cukup mengenal Tuhan, sudah cukup merasakan kebaikan Tuhan kepada saya, tetapi perasaan dan dugaan saya tersebut salah. Mereka yang berada di balik jeruji besi justru lebih mengenal Tuhan, lebih dapat bersyukur atas cinta kasih Tuhan. Saya merasa terharu ketika dibacakan satu per satu tulisan refleksi mereka. Banyak penyesalan, kesedihan, kebahagiaan di dalam tulisan tersebut. Mereka dapat berproses dengan baik walaupun harus mengalami penderitaan, jauh dari keluarga, merasa sendiri, tidak ada yang memperhatikan, dan lain sebagainya. Sungguh menyedihkan. 

Dari refleksi mereka, saya bisa merasakan bahwa ada kerinduan besar dari setiap hati mereka untuk bersekutu dengan umat Tuhan di gereja, berkumpul dan memuji Tuhan bersama. Saya juga sedih ketika harus melihat mereka jauh dari keluarga, tidak ada yang mengunjungi mereka karena terhalang oleh jarak. Mereka juga manusia yang membutuhkan sosok pendengar ketika mereka sedih, maupun senang, mereka juga manusia yang tidak dapat hidup sendirian. Tuhan memberikan kepada mereka pelajaran hidup yang bertujuan membuat mereka berubah, berproses dengan rencana Tuhan, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

Seandainya kita berada dalam posisi yang sama dengan mereka, apakah kita akan tetap berpengharapan kepada Tuhan? Masihkah mengasihi Tuhan dan dapat merasakan cinta kasih Tuhan? Atau justru sebaliknya, kita menyalahkan Tuhan, merasa bahwa Tuhan tidak adil kepada kita, Tuhan tidak sayang kepada kita? 

Satu hal yang perlu diingat bahwa rencana Tuhan akan selalu indah dan tepat pada waktu-Nya. Walaupun kita sebagai manusia harus melewati berbagai macam proses jatuh-bangun, tetapi Tuhan akan tetap setia bersama dengan umat-Nya sampai selamanya. 

LATEST POST

 

Mungkin saya akan memulai artikel ini dengan sebuah pernyataan kontroversial Ayub. “Mengapa or...
by Lay Lukas Christian | 31 May 2020

Ketika mendengar bahwa di Surabaya Raya akan diterapkan PSBB pada pertengahan April lalu, sedikit ba...
by Kevin Susanto | 31 May 2020

Salah satu hobi saya adalah menonton konser, terutama grup musik cadas (rock). Selain musiknya, sela...
by Christan Reksa | 30 May 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER