Camp Pemuda GKI Gejayan 2023: BONJOUR

All About GKI, Spotlight, 05 June 2023
"Bonjour" bukan hanya kata sapaan dalam bahasa Prancis. Jika dibuat akronimnya, maka kata ini memuat sebuah kalimat, yaitu “Beginning of New Journey”, yang bermakna awal yang baru bagi Pemuda GKI Gejayan dalam menghadapi kehidupan berkomunitas di dalamnya.

Setelah tiga tahun vakum karena pandemi Covid-19, tahun ini Camp Pemuda GKI Gejayan diadakan kembali dengan tema "BONJOUR". Eh, apa, sih, artinya BONJOUR?

Bonjour berasal dari sapaan bahasa Prancis yang memiliki arti yang sama dengan ‘Halo’. Sapaan ini biasa diberikan kepada orang, baik yang dikenal maupun tidak. Sapaan ini biasa digunakan sehari hari untuk mengawali sebuah percakapan agar lebih akrab satu sama lain.

Pemuda GKI Gejayan menggunakan kata bonjour ini bukan hanya untuk menyapa seseorang, melainkan menjadikannya sebuah akronim dari kalimat “Beginning of New Journey”. Ya, kalimat ini memuat makna bahwa ada awal yang baru bagi Pemuda GKI Gejayan dalam menghadapi kehidupan berkomunitas di dalamnya.

Tema "BONJOUR" inilah yang diusung dalam Camp Pemuda GKI Gejayan yang diadakan di Rumah Retreat Bukit Hermon, Karanganyar, pada tanggal 1-3 Juni 2023 lalu. Seperti apa keseruannya? Yuk, tengok di sini!


Setelah tiba di lokasi pada hari pertama camp, kami mendapat materi sesi pertama dengan tema “Hello to My Self” yang dibawakan oleh Pdt. Wisnu Sapto Nugroho pada malam harinya. Dalam sesi ini, kami diajak untuk menyapa diri kita sendiri. Ya, kita terkadang lupa menyapa diri sendiri karena sibuk dengan berbagai hal yang lain. Kami juga kembali disadarkan bahwa gambar diri merupakan pemberian atau gift dari Allah. Dengan memahami gambar diri yang disematkan Allah ini, maka kita bisa berbenah dan mengembangkan diri kita. Setelah itu, kami menutup hari pertama dengan doa taize bersama.





Hari kedua merupakan hari yang paling mengasyikan bagi seluruh peserta—atau mungkin juga melelahkan bagi panitia.   

Di pagi hari, terdapat kapita selekta yang mengajak peserta memilih sesi yang ingin diikuti. Ada dua kapita selekta, yaitu "Friends with Benefit" yang dibawakan oleh Sdri. Susanti Ari, dan "Exorcism" yang dibawakan oleh Pdt. Robert Setio.






Setelah kapita selekta tersebut, kami juga mengikuti outbound yang terbagi dalam game indoor dan game outdoor. Gimana outbond-nya? Yang jelas asik banget! Kalo penasaran, ayo ikut Camp Pemuda GKI Gejayan selanjutnya!!    Hehehehe...







Selelah free time dan mandi, ada sesi ketiga dengan tema "Camaraderie: Persahabatan" yang dibawakan oleh Sdri. Susanti Ari. Nah, di akhir sesi ini, peserta diminta untuk menceritakan dalam kelompok seperti apa komunitas yang masing-masing mereka miliki dan apa yang mereka harapkan dari komunitas tersebut.

Setelah sharing bersama kelompok, para peserta dan panitia menuju ke halaman depan untuk bersama merenungkan bagaimana kami—sebagai kumpulan pribadi dengan keunikan masing-masingmenjalani relasi dengan orang lain. Kami diberi waktu bebas bersama untuk saling bercerita, baik di antara peserta maupun panitia melalui malam rekonsiliasi tersebut.



Sangat tidak disangka bahwa kami telah memasuki hari terakhir camp.

Kami mengawali hari ketiga camp dengan doa pribadi dalam perjalanan—atau yang biasanya disebut walking prayer. Selama walking prayer, kami berdoa sambil berjalan menuju perhentian perhentian yang sudah disiapkan, untuk menghayati perjalanan hidup masing-masing. Kami kembali diingatkan bahwa Yesus selalu bersama-sama dalam setiap perjalanan hidup ini, baik dalam senang maupun susah.

Sesi terakhir sekaligus sebagai penutup dibawakan oleh Pdt. Enos dengan judul "Mi Casa Su Casa" atau yang berarti "rumahku rumahmu". Pdt. Enos menjelaskan bahwa gereja berperan sebagai rumah bagi komunitas spiritual. Sesi ditutup dengan pertanyaan mengenai tema kegiatan pada hari itu, yaitu “Evanescence?”—akankah perjumpaan yang cepat terjadi selama camp ini juga akan cepat berlalu tanpa makna?






Ini cerita dari camp kami. Semoga jadi berkat untuk Ignite People, ya.   


*semua dokumentasi dari panitia Camp Pemuda GKI Gejayan 2023: BONJOUR

LATEST POST

 

Rumah-rumah panggung beratapkan daun pohon sagu berdiri tepat di atas laut, dengan tiang-tiang kayu...
by gregorius watun | 29 Sep 2023

BERDOA SAJA?Sebagai perantau di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), saya men...
by Christan Reksa | 25 Sep 2023

Ini adalah bagian terakhir dari sekuel tulisan saya berjudul Selamat Ulang Tahun: Mari Membangu...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 15 Sep 2023

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER