Tut Wuri Handayani

, What's Next, 02 May 2023
"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya maun karsa, tut wuri handayani." - Ki Hadjar Dewantara

Selamat Hari Pendidikan Nasional! (iya, terlambat)


Ya, beberapa hari yang lalu, kita baru saja kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Berbicara tentang peringatan tersebut tentunya tidak bisa lepas dari sosok tokoh pendidikan kita, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Kehidupannya seolah-olah tidak terpisahkan dari pendidikan, karena pada masa pascakemerdekaan, beliaulah menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan yang pertama. Beliau juga dikenal melalui semboyannya ini:

Ing ngarsa sung tuladha (Siapa yang di depan harus memberikan contoh yang baik)

ing madya maun karsa (siapa yang di tengah harus memberikan ide dan gagasan),

tut wuri handayani (siapa yang di belakang harus memberikan dorongan)


Berikut ini adalah perjalanan hidup Ki Hadjar Dewantara yang disadur dari Kompas Klasika.


Sumber: Kompas Klasika


Sungguh keren, ya, dedikasi Ki Hadjar Dewantara ini! Walaupun pernah dipenjara akibat keterlibatannya dalam dunia politik sebelum Indonesia merdeka, pengabdiannya bagi perkembangan pendidikan membukakan kesempatan agar kita dapat mengakses pendidikan hingga detik ini. Pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan yang diperoleh secara formal (seperti sekolah, universitas, maupun sekolah tinggi), melainkan juga non-formal (misalnya kursus). Namun, pernahkah Ignite People berpikir bagaimana jika ilmu yang dipelajari di sana hanya berhenti sebagai pelengkap kognitif kita, tetapi tidak memberikan dampak bagi aspek-aspek kehidupan yang lain?


Mungkin Ignite People tidak asing dengan ungkapan seperti ini:

"Kehidupan adalah sebuah sekolah yang tidak ada ujungnya hingga seseorang meninggal."

Iya, dIsadari atau tidak, pendidikan selalu berkaitan dengan pembelajaran, sedangkan pembelajaran ini akan terus kita lakukan seumur hidup bahkan setelah kita menyelesaikan studi pada jenjang tertentu. Tentu ed letter ini bukan bertujuan meremehkan institusi pendidikan yang sudah mengajarkan berbagai hal, tetapi kita perlu menyadari bahwa pengalaman-pengalaman hidup kita juga menyumbang banyak pola pikir dan memberikan contoh nyata bagaimana harus bersikap dan berperilaku. Pendek kata, adalah percuma belajar setinggi langit jika sikap dan perilaku kita tidak berkembang dengan baik.


Oke, mungkin Ignite People juga tidak asing dengan ungkapan yang menyatakan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi seorang anak, dan itu benar adanya. Keluarga adalah dunia yang dikenal anak pertama kalinya. Meskipun masih kecil, mereka bisa mempelajari banyak hal tanpa disadari oleh orang tuanya (inilah sebabnya konsistensi dalam mendidik anak sangat diperlukan agar tidak terjadi kerancuan dalam dirinya). Sekarang, bayangkan jika keluarganya sendiri tidak memenuhi kebutuhan (misalnya) psikologis dan spiritual sang anak; bagaimana dirinya dapat mengenal dirinya dengan cara yang sehat jika bekalnya saja tidak cukup? Bagaimana sang anak dapat belajar menerapkan ilmu dan pembelajaran lainnya yang telah diperoleh jika dunia seolah-olah tidak mendukung eksistensi dirinya? Apa yang akan dipikirkan sang anak mengenai dirinya?


Ya, pendidikan tidak hanya melulu tentang sistemnya yang perlu diperbaiki, atau tentang penyebaran sarana dan prasarana yang belum merata. Pendidikan adalah sebuah konteks yang mengajarkan pentingnya proses di dalam kehidupan seorang manusia agar dirinya berfungsi seperti yang Tuhan rindukan. Nah, kali ini, Ignite GKI ingin mengajak Ignite People untuk membagikan pengalaman-pengalaman hidup bersama Tuhan yang mengajarkan pembelajaran berharga. Tentunya ini tidak hanya berdasarkan perasaan pribadi, melainkan juga membutuhkan kesadaran bahwa Tuhan sungguh terlibat dalam kehidupan Ignite People. Bagaimana kita bisa menceritakan tentang Tuhan jika kita belum membuka diri untuk mengalami dan mengenal-Nya secara nyata?


Kiranya melalui kisah, refleksi pribadi, penggalian Alkitab, maupun karya seni lainnya dapat mendorong para pembaca lainnya untuk selalu rindu mengalami perjalanan iman bersama Tuhan.


Selamat menebar benih-benih pembelajaran yang berharga, ya, Ignite People! :)

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

KEBENCIAN YANG MEMAKAI ALKITABAmos 1:6-7 berkata demikian:"Beginilah firman TUHAN: "Karena...
by Christan Reksa | 06 Dec 2023

"Kota Pusaka". Sebutan yang melekat pada kecamatan Lasem, Kab. Rembang, ini rasanya sudah...
by Admin | 05 Dec 2023

Kesehatan mental dan kebahagiaan merupakan salah satu bahan diskusi yang banyak dibicarakan orang, a...
by Samuel wangsa | 30 Nov 2023

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER