The Lighten Hope

, What's Next, 02 January 2022
Manusia yang tak berpengharapan adalah manusia yang sudah mati

Tahun baru resolusi baru

Kira-kira begitulah kalimat yang sering dibilang orang menjelang tahun baru. Atau bahkan tak sedikit yang mulai apatis terhadap resolusi di tahun baru karena toh di tahun-tahun sebelumnya juga banyak resolusi yang tak tercapai. Tahun baru selayaknya hari-hari biasanya, berlalu begitu cepat usai malam mengantarkan dinginnya menembus selimut kita. Gitu-gitu aja, acara yang masih sama 'bakar-bakar', kembang api, dan yak sudah sangat tertebak bahkan sebelum acara tersebut dilaksanakan.

Jika kita kembali lagi melihat kilas balik kehidupan kita di masa lampau, Apa bener sih kalau kita masih stagnan-stagnan aja? Apakah memang tidak ada harapan yang pernah terwujud sama sekali? Minli yakin, tidak ada manusia yang tetap, semua orang pasti berubah entah kearah yang mana. Bahkan yang membuat kita punya alasan untuk tetap hidup tidak lain dan bukan adalah HARAPAN.

Harapan memberikan jarak dan ruang kosong pada realitas yang kita hidupi, karena ada jarak dan ruang kosong inilah kita akan mengusahakan mengisi ruang kosong ini dan mempersempit jarak tersebut. Semisal kita ini lapar dan kita memiliki harapan untuk makan, maka kita akan mengusahakan diri kita untuk bisa makan entah dengan belanja di pasar lalu memasak atau memesan makanan melalui gawai kita. Setelah hal itu terwujud, ya hasilnya adalah rasa puas sekaligus jenuh karena sudah tidak ada lagi ruang kosong. Maka dari itu kita harus memunculkan pengharapan baru, dalam konteks kenyang setelah makan adalah harapan kita untuk dapat bekerja dan begitu pula seterusnya.

Dari hal ini sebenarnya gairah kita untuk mengusahakan harapan itulah yang membuat kita dapat menikmati kehidupan. Ketika harapan tersebut sudah terwujud, kita tetap membutuhkan ruang kosong untuk bergairah kembali disitulah kita akan memiliki harapan yang baru. Meskipun kita harus menyadari bahwa harapan memiliki konsekuensi kekecewaan, tapi toh ketika terwujud sekalipun tetap akan menghasilkan kekecewaan dalam hal lainnya.

Jadi bagaimana Ignite People mau memulai pijakan-pijakan baru di tahun yang baru ini? Sudahkah kita berpengharapan? Mari bagikan kisah dan refleksi kalian melalui tulisan hihihi.


Regards

Minli kesayangan kalian


 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Ignite People, dijumpai hari sulit selama hayat di kandung badan tidak menjadi masalah asal ada iman...
by Jeane Marlessy | 26 Jun 2022

Photo by Nick Fewings on Unsplash Ya Bapa, aku datang ke hadapan-Mu tanpa jemu-jemu.Engkau tah...
by Ms. Maya | 26 Jun 2022

Hai Ignite People! Apa kabar kalian?Ternyata, sudah hampir setahun aku ga menulis.Sempat bingung mau...
by Regina Megumi | 26 Jun 2022

TAGS

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER