"Rise Up" Comedy

, What's Next, 30 March 2022
Apakah perayaan Paskah hanya sebatas ratap yang berganti dengan harap? Bukankah kematian dan kebangkitan Kristus adalah puncak dari plot twist narasi keselamatan?

Apa yang terlintas di benak Ignite People ketika menyambut bulan April?

April Mop (1 April)?

Paskah (17 April)?

Hari Kartini (21 April)?

Hari Bumi (22 April)?

Hari Puisi Nasional (28 April)?

Ulang tahun Ignite People sendiri?


Nah, ed letter kali ini mengusung tema "Rise Up" Comedy yang berhubungan dengan dua hari pertama yang telah disebutkan. Namun, kami juga menerima dengan senang hati (cie) kalau Ignite People ingin berkontribusi melalui tulisan yang memuat hari peringatan lainnya. Okeh, tanpa ba-bi-bu lagi, sila simak ed letter berikut ini!




Komik di atas seolah-olah sedang mencoba merangkum ironi kehidupan, yang sering diasosiasikan dengan lelucon atau jokes (bahkan dark jokes)Yaaa, agar memperingan hidup, rasanya kita membutuhkan jokes, kan, ya? Atau jangan-jangan cuma Minbi yang mikir gini? (Pantas kenapa Minbi receh huft) :(

Berbicara tentang April Mop dan Paskah, kami rindu mengajak Ignite People untuk merenungkan adanya kontradiksi di antara dua hari "perayaan" ini. Di tengah-tengah masa Pra Paskah, April Mop menyiratkan jokes yang dapat membuat kita tertawa (selama tidak menyinggung perasaan, sih). Padahal biasanya, Pra Paskah (dan Paskah) memuat kisah pergumulan yang bahkan dapat membuat kita meratap sebelum akhirnya berani berharap. Namun, apakah hari Paskah (maupun Pra Paskah) hanya berisi ratap? Bukankah sebenarnya Paskah juga menggambarkan plot twist teragung dari narasi keselamatan dari Allah melalui kematian dan kebangkitan Kristus, Sang Anak Allah itu? Yaa.. hidup ini penuh dengan plot twist, seperti jokes yang mungkin sering kita dengar, kan?


"Tapi, masa' kita malah tertawa kalau ada yang sedang berduka?"

Well, konsepnya tidak demikian. Alkitab justru mengajarkan agar kita bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis dengan orang yang menangis (Roma 12:15). Namun, tidak berarti kita harus terjebak di dalam tangisan yang tiada ujungnya. Sebaliknya, melalui kedukaan dan ironi kehidupan, kita diingatkan bahwa hidup di dunia yang fana ini hanyalah sementara. Jika demikian, bagaimana respons kita?


Mari, kami mengundang Ignite People untuk berbagi kisah perjalanan iman melalui artikel, eksposisi Alkitab, cerpen, puisi, bahkan menceritakan sosok yang dipandang memiliki pergumulan serupa (beberapa contohnya ada di Spotlight GKI). Selamat berbagi kisah!



Dari yang ingin belajar jokes yang (lebih) berbobot (sedikit),

Minbi

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Mazmur 42:2-3“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan E...
by Valentine Ibrahim | 23 May 2022

Sebuah kalimat yang melekat, buat saya, terhadap pendeta Budi Santoso Marsudi, adalah ketika Jumat A...
by Victor Hasiholan | 23 May 2022

Fenomena anak indigo tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi akhir-akhir ini, banyak content...
by Monica Petra | 23 May 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER