#NP God Playlist : Spill The Tea

Best Regards, Live Through This, 02 June 2021
“I don't know why it's so hard to admit it When being honest is the only way to fix it There's no failure, no fall There's no sin YOU don't already know So let the truth be told” Matthew West – Truth be Told

Catatan editor:

Sebelum membaca artikel ini, sila baca pendahuluan seri Now Playing: God's Playlist terlebih dahulu.



Hari itu cukup cerah. Saya bisa mendengar kicauan burung-burung dari kejauhan dan juga suara anak-anak yang sedang bermain di taman. Beberapa keluarga mengeluarkan tikar dan membuka perbekalan mereka. Well, piknik di taman ketika cuaca cerah memang sangat menyenangkan. Sama seperti mereka, saya juga sedang menunggu teman di salah satu bangku piknik di taman. Katanya ia ingin minum teh bersama saya. 

'"Eh, tunggu. Saya harus menyebutnya teman atau Tuhan, ya?' 

Tanpa sadar, Ia sudah berada di hadapan saya, mengeluarkan berbagai macam kudapan dan juga teko teh, lalu dua buah cangkir klasik yang, hmmm... mungkin, cukup antik. Saya memandangnya dengan tatapan takut, jelas mengetahui bahwa ini bukan undangan minum teh biasa. 

“Bagaimana jika aku tidak datang hari ini?” tanya saya. Sungguh mubazir jika kudapan dan teh ini tidak habis. 

“Aku akan menunggumu,” jawab-Nya.

“Selama apa?” 

“Sampai kau datang. Aku akan menunggu di sini, dengan kudapan dan teh terbaik. Aku akan terus menunggumu. Jadi jika suatu saat kamu berubah pikirian, Aku masih ada di sini.” 

Saya tertunduk, mengingat banyaknya undangan yang saya tolak dari-Nya. Berapapun kudapan yang terbuang, Ia tetap datang menunggu. Saya melirik ke arah-Nya,  dan melihat bahwa diri-Nya benar-benar senang dengan kedatangan saya, seakan-akan semua kerja keras-Nya terbayarkan hari in, dan entah kenapa bisa membuat saya tenang. 

Iya, Dia yang telah menunggu saya selama ini, tidak mungkin akan melukai saya.

"Saya siap untuk mengatakan kebenaran.”


Photo by Aaron Burden on Unsplash  


Teman-teman tahu arti ungkapan “spill the tea”? Yup, artinya bukan menumpahkan teh, tapi lebih ke arah mengungkapkan kebenaran (truth), kata yang huruf depannya (dalam bahasa Inggris) diambil dari kata (T)ea. Sama seperti rahasia, ada kalanya kebenaran menjadi sesuatu yang sulit untuk diungkapkan. Tidak semuanya sih, tetapi beberapa hal terasa lebih baik dirahasiakan daripada menjadi buah bibir atau malah menyakiti orang lain bahkan bumerang bagi diri sendiri. 

Rasanya lebih mudah mengatakan, “Aku baik-baik saja” daripada harus menjelaskan panjang lebar mengapa “Aku tidak baik-baik saja”, bukan? 


Lie number one you're supposed to have it all together
And when they ask how you're doing
Just smile and tell them, "Never better"


            Dalam situasi tertentu, kita juga membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di media sosial. Berapa dari kita yang selama pandemi ini merasa hidupnya sangat berantakan dibandingkan artis-artis atau content creator di berbagai platform media sosial yang bisa membeli apapun yang mereka diinginkan? Sepertinya pandemi ini tidak berpengaruh sama sekali dengan mereka. Maka kita kembali menutup rahasia, keadaan, dan perasaan kita dalam-dalam. 


Lie number 2 everybody's life is perfect except yours
So keep your messes and your wounds
 
And your secrets safe with you behind closed doors


            Bahkan ketika Tuhan membuka tangan-Nya dan berkata secara lugas, “Mari kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kegelaan kepadamu,” kita menganggapnya sebagai sebuah kebohongan, karena pelayan-pelayan-Nya tidak bersikap demikian. Berapa banyak gereja yang “secara halus” menolak keberadaan orang-orang yang terluka, atau "menyingkirkan" mereka dengan menunjukkan bahwa gereja hanyalah untuk orang-orang yang sempurna, berasal dari keluarga baik-baik, dan tidak memiliki masalah yang mencemari nama baik?


There's a sign on the door, says, "Come as you are" but I doubt it
'Cause if we lived like that was true, every Sunday mornin' pew would be crowded
But didn't You say church should look more like a hospital?
 A safe place for the sick, the sinner and the scarred, and the prodigals, like me


            Kebohongan-kebohongan itu terus berulang. Namun, seperti bangkai busuk yang bisa tercium dari jauh, rahasia-rahasia kita juga mencari jalannya sendiri untuk keluar, dan saat itu terjadi, kita kehilangan arah. Kita mulai bertanya-tanya, “Tuhan, apakah Engkau masih mengasihiku?”



Photo by Avery Evans on Unsplash  


Can I really stand here unashamed
Knowin' that Your love for me won't change?
Oh God, if that's really true
 Then let the truth be told


            Saya tahu kebenaran bukanlah hal yang mudah diungkapkan. Seperti ilustrasi di awal tulisan ini, saya juga sudah beberapa kali menolak undangan Tuhan untuk membicarakan rahasia-rahasia saya. Sama seperti rahasia lainnya, rahasia harus ditutup rapat bukan? Namun, di hadapan-Nya, saya menemukan bahwa diri saya lebih berharga dari rahasia-rahasia yang saya simpan.  Di hadapan diri-Nya yang mahatahu, saya tidak malu mengatakan, “Aku tidak baik-baik saja, Tuhan,” atau, “Tuhan, tolonglah aku yang rapuh ini!" Di hadapan-Nya yang mahapengasih, saya juga merasa bahwa saya istimewa, walaupun dunia berkata yang sebaliknya. Di hadapan-Nya yang adalah Sang Pencipta, saya tahu bahwa saya berharga. Maka, sebuah "rahasia besar" yang dulu berharga di mata saya, tidaklah berharga lagi dibandingkan perjalanan saya bersama Nya. 


"I'm fine, yeah, I'm fine, oh, I'm fine, hey, I'm fine"
But I'm not, I'm broken
And when it's out of control I say it's under control
But it's not and You know it
I don't know why it's so hard to admit it
When bein' honest is the only way to fix it
There's no failure, no fall
There's no sin You don't already know
 So let the truth be told.


            Keterbukaan adalah awal dari pemulihan, dan keterbukaan di hadapan Tuhan (sekalipun membutuhkan waktu dan proses) bukan hanya pemulihan yang bersifat sementara, melainkan selamanya. 


Jadi, kapan kamu akan minum (t)eh bersama Tuhan?



Sila resapi lagu dari Matthew West yang berjudul Truth be Told ini:

https://www.youtube.com/watch?v=j4wYkS8Z3Io



LATEST POST

 

Akhir-akhir ini, saat membuka media sosial apa saja, rasanya isinya 99% berita buruk....
by Tia Cynthia | 25 Jul 2021

In collaboration with Kinanti DeaDisclaimer : Karena konten musik mengandung unsur vulgar, maka...
by Mathew Joseph S | 25 Jul 2021

kau tau?bahwa malam panjangdiciptakan bagi mereka yang memilikihati seperti pintu yang mudah terbuka...
by Rivaldi Anjar | 25 Jul 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER