Keterbatasan Bulan-Bulan Cinta: Kasihku Terbatas?

Best Regards, Live Through This, 06 March 2021
Apakah keterbatasan pandemi membuat kasihku menjadi terbatas?

Hai Ignite People!


Beberapa waktu tidak menulis, ternyata di tahun 2021 ini kita telah menginjak bulan Maret. Cepat sekali yaaa waktu berlalu.


Bulan lalu menjadi bulan yang identik dengan penuh cinta. Ya, 14 Februari yang menjadi peringatan hari Valentine. Di negara-negara Barat, Valentine menjadi hari saat para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan perasaan satu sama lain, hingga akhirnya hari tersebut merambah hampir ke seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.


Banyak orang yang memperingatinya dengan memberi sesuatu pada orang yang mereka cintai, makan malam romantis, bahkan ada pula yang jalan-jalan berdua ke luar kota hingga ke luar negeri. Hal itu dikarenakan mulainya negara-negara Barat yang memperingati valentine dengan bertukar kartu ucapan Valentine, maupun memberikan hadiah-hadiah seperti bunga mawar dan cokelat yang dilakukan wanita pada pria yang dicintainya (well, bisa sebaliknya juga, sih. Benar kan, wahai kaum pria?). Akan tetapi, mengingat kini masih masa-masa pandemi dan jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat hingga membuat PSBB/PPKM makin diperketat, rasanya hal-hal yang biasanya dilakukan saat Valentine di tahun-tahun sebelumnya kini menjadi terbatas. Mungkin ada di antara kita yang masih bisa mengirimkan sesuatu kepada orang-orang yang kita kasihi. Namun jujur saja, kita ingin bertemu mereka secara tatap muka karena bagaimanapun juga relasi pribadi tidak akan terasa lebih baik tanpa adanya obrolan dari hati ke hati, serta saling memandang wajah mereka secara langsung.



Lantas, bagaimana Valentinemu kemarin?


Bagi aku pribadi, momen valentine kemarin terasa sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Aku tidak pernah merayakan Valentine dengan jalan-jalan. bahkan beberapa tahun belakangan, aku dan keluargaku hanya saling bertukar cokelat. Ya, Valentine adalah hari kasih sayang yang aku peringati bersama keluarga. Mungkin ada juga di antara Ignite People yang melakukan hal yang sama (ataupun memperingati Valentine bersama sahabat) karena belum memiliki pasangan. Nah, jika belum memiliki kekasih, mungkin banyak yang akan bertanya, “Mau merayakan Valentine bersama siapa?” Ironisna, ada satu hal yang seringkali kita lupakan untuk tanyakan pada diri sendiri, “Apakah orang tercinta dan kita kasihi ini hanya pasangan/kekasih?”



Banyak orang berlomba-lomba dan tak mau ketinggalan merayakan Valentine. Lalu, bagaimana dengan hari-hari lainnya? Apa tak ada kasih yang sama di luar tanggal 14 Februari?


Mengingat sebentar lagi tanggal 14 Maret, bertepatan dengan White Day, rasanya bulan ini masih identik dengan cinta. White Day menjadi hari bagi pria untuk memberikan hadiah pada wanita, sebagai “balas budi” atas hari valentine yang jatuh pada 14 Februari. Hmmm... Sebagai makhluk sosial, tentu kita akan butuh interaksi antar pribadi lepas pribadi maupun pribadi dengan suatu kelompok (komunitas) tertentu. Interaksi dibutuhkan agar dapat bertukar pikiran, saling membantu, dan melengkapi satu sama lain. Akan tetapi, interaksi tanpa kasih sayang, tidaklah lengkap. Manusia tetap membutuhkan kasih!


Mungkin memang ada hari-hari yang ditetapkan sebagai “hari memperingati kasih sayang”, namun bagaimana jika dalam interaksi keseharian kita justru tak dilandasi dengan kasih? Bukankah jika kita tetap mempertahankan ego kita masing-masing, yang ada justru menyebabkan perdebatan tanpa titik temu? Karena ketika “kebutuhan” seseorang akan kasih dapat terpenuhi, maka tentu seseorang akan merasa nyaman. Dengan kenyamanan itulah seseorang akan merasa dihargai dan dapat menghargai. Bukankah ini yang menjadi kebutuhan kita sebagai makhluk sosial?



“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” -  1 Yohanes 4:7-8


Allah adalah kasih. Dia ada dalam kita. Itulah alasan Allah mengajarkan kita untuk saling mengasihi, karena Sang Kasih itu ada di dalam kita. Tanpa kasih Allah, tak mungkin berkat dicurahkan-Nya. Mungkin berkat tidak selalu berwujud hingga berupa harta atau materi, tapi jika hingga saat ini kita masih dapat bernafas, bukankah itu semua karena Dia yang memberikannya?


Ketika kita saat ini tak sendirian, sesungguhnya itu juga wujud kasih Allah. Ya, memang Allah tidak secara langsung mengucapkan kata sayang, memeluk, mengelus, maupun memberi hadiah seperti orang lain. Namun melalui orang-orang yang dikirimkan-Nya untuk berada di sekitar kita, Dia sedang menunjukkan bahasa kasih-Nya, yang mungkin sering kita abaikan. See? Allah dapat memakai siapapun sebagai perpanjangan tangan kasih-Nya untuk kita!


Dalam suatu hubungan, memang adakalanya kita dapat berbeda pendapat, meskipun orang tersebut merupakan orang yang kita kasihi. Pertanyaannya, masihkah kita dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dan tetap mengasihinya, bahkan berelasi lebih dekat lagi dengannya?


Jika keadaan kita sedang baik-baik saja, atau malah sedang berbunga-bunga karena cinta yang betebaran di hati, rasanya mengasihi orang lain seperti yang difirmankan Allah terlihat mudah. Namun bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya?


Aku akan pakai contoh kisah Paulus dan Barnabas yang merupakan sepasang sahabat sejak lama. Mereka telah bekerja sama untuk memberitakan Injil di berbagai daerah di luar Yerusalem sehingga ada banyak orang non-Yahudi yang menjadi percaya kepada Kristus. Akan tetapi, Kisah Para Rasul 15:35-41 menceritakan bahwa mereka mengalami perbedaan pendapat mengenai keponakan Barnabas yang bernama Markus. Sebelumnya, Markus yang sudah pergi bersama mereka melayani di beberapa tempat memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan pemberitaan Injil. Nah, beberapa waktu kemudian, Barnabas ingin memberikan kesempatan pada Markus untuk bergabung melayani bersama lagi, namun Paulus menolak. Akibatnya, terjadi perselisihan yang tajam dan membuat mereka memutuskan untuk berpisah (Barnabas pergi bersama Markus, sementara Paulus pergi bersama Silas). Hal ini tentu menyebabkan kesedihan yang begitu mendalam bagi keduanya. Menariknya, di akhir surat 2 Timotius, kita bisa melihat bagaimana Paulus semakin bisa mengendalikan dirinya sehingga dia berkata, "Jemputlah Markus kemari karena pelayanannya berarti bagiku." Memang tidak dikisahkan apakah Paulus masih sempat bertemu dengan Barnabas atau tidak, tapi pernyataannya di atas menegaskan bahwa hanya Tuhan yang bisa melembutkan hati yang keras untuk menyambut orang yang (besar kemungkinan) diproses Tuhan melalui Barnabas untuk menjadi pemberita Injil. Di kemudian hari, buktinya bisa kita temukan melalui Injil Markus, yang konon memang ditulis oleh Markus.



1 Yohanes 4:19

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.


Mungkin saat ini kita melewati momen di bulan-bulan cinta dengan segala keterbatasan, tapi bukan berarti kita tidak dapat “merayakannya”. Kita dapat berbagi kasih dengan orang-orang di sekeliling kita, seperti meluangkan waktu bersama keluarga, bersekutu dengan komunitas secara online, saling berkirim kabar lewat pesan singkat, ataupun memberikan dukungan pada keluarga/kerabat yang terkonfirmasi Covid-19 via video call. Jadi, bukan hanya dalam “berbagi” saat Valentine ataupun White Day, sebab kita dapat selalu berbagi di setiap saat dan setiap waktu, sama seperti Bapa yang akan selalu mengasihi anak-Nya.





1 Yohanes 15:9

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.


Selamat berbagi kasih, Ignite People!

Tuhan Yesus selalu mengasihi kita 

LATEST POST

 

"Lou, are we going under?""You're asking the wrong question, Jacob.""Wh...
by Victor Hasiholan | 18 Apr 2021

         Seperti tanah liat yang dibentuk menjadi gerabah yang indah, seper...
by Emmanuela Angela | 18 Apr 2021

Tahukah Anda, salah satu muslihat licik dari Iblis adalah membuat orang-orang percaya bahwa ia (Ibli...
by Victor Hasiholan | 18 Apr 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER