SEMUA [BUKAN] TENTANG KITA

Best Regards, Live Through This, 10 December 2020
Tidak dipungkiri, saya sendiri sering memaknai Natal sebagai pesta dan perayaan. Saya akan sibuk memikirkan apa yang mau dilakukan saat Natal. Mau ke mana, mau apa. Intinya, harus ada sesuatu yang spesial. Namun, benarkah itu yang Tuhan inginkan?

Tema yang diberikan kali ini cukup berat saya rasa dan terkesan akan sangat begitu Alkitabiah. Namun, mari mencoba melihat ke hidup kita masing-masing.

Apa yang terberat dalam menyambut Natal tahun ini?

Bagi saya pribadi, saya merasakan kehampaan Natal. Rasanya Natal tahun ini hampir sama dengan Natal tahun kemarin. Bersama keluarga. Tak lebih tak kurang. Hanya saja tahun ini tidak merayakan langsung di gereja. Lebih dari itu, apa yang saya rasakan?

Klasik. Tapi hanya ingin mengingatkan lagi bahwa Natal bukan semua tentang kita. Di saat saya merasa hampa, merasa ya gini-gini aja, merasa Tuhan belum menepati janjiNya secara pribadi sama saya... Saya diingatkan bahwa semua bukan tentang saya.

Banyak orang di masa Natal, seperti biasa mereka sibuk. Bahkan pelayanan terkesan sebagai rutinitas dan kedok saja. Tidak jarang kita ingin tenar sembari pelayanan. Ingin mengerjakan sesuatu yang hebat supaya punya nama. Namun, saya belajar satu hal tentang pelayanan. Jika kamu memiliki kerinduan supaya orang lain bisa upgrade, bisa melayani bareng-bareng, tidak one man show, maka itulah yang berkenan. Terutama hal ini agak sulit di beberapa gereja - yang jika sudah cocok dengan satu orang, akan cenderung pakai orang itu dan lupa untuk regenerasi, lupa untuk menjangkau yang lain. 

Tentunya, ada juga orang-orang yang mau diajak pelayanan secara spesifik. Hanya saja mungkin memang butuh lebih perhatian untuk mengetahuinya. Itu masalah pertama. Masalah kedua, jika tidak begitu, jemaatnya sendiri yang susah untuk bergerak. Jadi, dari atas dan dari bawah masing-masing bisa memiliki sikap hati yang salah. Jika kita sedang melayani, mari kita sembunyikan diri kita di balik salib Kristus.

Pertanyaan untuk kita semua, jadi di Natal ini, siapa bintangnya?

Tidak dipungkiri, saya sendiri sering memaknai Natal sebagai pesta dan perayaan. Saya akan sibuk memikirkan apa yang mau dilakukan saat Natal. Mau ke mana, mau apa. Intinya, harus ada sesuatu yang spesial. Namun, benarkah itu yang Tuhan inginkan? Apa yang terpenting? Sampai hari ini, setiap tahun, saya terus mempergumulkannya. Apa yang Tuhan mau saya lakukan. Apa yang harus kita rubah?

Di beberapa waktu ini, sebenarnya saya bergumul dengan suatu hal yang membuat saya tidak damai sejahtera. Saya terlalu sibuk menghakimi seseorang, karena yang dilakukannya terhadap orang tua saya. Saya merasa.. seharusnya dia begini, begitu.. banyak pemikiran buruk. Tapi Tuhan ajarkan bahwa bukan bagian kita untuk menghakimi, walau memang katakanlah dia pembunuh sekalipun! Tuhan tidak bilang kita boleh balas jahat dengan jahat. Melainkan mendoakan. Dan itu berat. Semua orang percaya terus berproses untuk bisa ke sana.

Di Natal ini, saya merasakan Natal yang ada damai sejahtera.  Saya memang punya mimpi-mimpi yang belum teraih, saya memiliki Natal ideal menurut versi saya sendiri. Tapi, saya hanya bisa menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan sekarang ini. Keluarga saya bukanlah keluarga yang sangat harmonis, banyak hal tidak mengenakkan - dulu, bahkan mungkin sampai sekarang. Kalau toh Tuhan masih kumpulkan lagi saya dengan keluarga saya (papi, mami dan saudara-saudara), itu pasti juga karena Tuhan masih punya rencana. Dan tentunya masih banyak PR, hal-hal yang perlu dibenahi dalam keluarga ini. 

Tahun depan, tidak tahu seperti apa. Tidak ada yang kekal di dunia ini dan segala sesuatu ada masanya. Nanti mungkin ada saatnya tidak bisa seperti ini lagi, dan masa ini akan dirindukan. Jadi, saya belajar menjalaninya dengan sukacita.

Di Natal ini, mari benahi hati kita. Mungkin dalam hidup ini kita sudah sering banyak mengeluh dan meminta semua apa yang baik menurut pandangan kita. Anggap di hari kelahiran Tuhan Yesus ini, kita mau belajar untuk senangkan hatiNya. Belajar berserah, belajar tabah, belajar percaya. Tuhan datang ke dalam dunia supaya kita memiliki sukacita dan marilah kita terima sukacita itu dengan penuh syukur. God bless!


LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER