Money, Money, Money

, What's Next, 21 June 2020
Uang tidak dapat membeli kebahagiaan, tapi tanpa uang, kita juga tidak bisa bertahan hidup di dunia ini. Bagaimana dengan IGNITE People sendiri dalam memandang, mengelola, dan menggunakan uang? Adakah insight, tips, pengalaman, atau pergumulan yang bisa dibagikan kepada kita semua?

"Why is everybody so obsessed? Money can't buy us happiness."

Sepenggal lirik lagu Price Tag, Jessie J. ini tampaknya mengajak kita untuk menikmati hidup, tanpa perlu khawatir mengenai uang. Toh, uang tidak dapat membeli kebahagiaan.


Jika dilihat dari berbagai ayat Alkitab pun, Firman Tuhan senada mengatakan:

"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu..." (Ibrani 13:5a)



"Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang..." (1 Timotius 6:10a)



"Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia." (Pengkhotbah 5:10)



"Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius  6:21)

Seolah-olah menegaskan kembali supaya kita jangan sampai terobsesi dengan uang.

Apakah dengan demikian, kita tidak perlu memikirkan perihal uang?

Tentu muncul pertanyaan, bagaimana bisa hidup? Kan untuk bertahan hidup itu perlu uang?

Mulai dari peralatan mandi, makanan, pakaian, listrik, dan semua kebutuhan sehari-hari, termasuk kesenangan-kesenangan duniawi, memerlukan uang. Begitu juga dalam kehidupan 'new normal' sekarang ini, tentu pemerintah menetapkan keputusan ini, selain karena faktor sosial, sedikit banyak karena faktor ekonomi yang harus terus berjalan, demi kelangsungan hidup masyarakat.

Artinya, tanpa uang, kita juga tidak bisa melakukan apa-apa di dunia ini.

Melihat isu mengenai uang ini, tentu kita betul-betul butuh hikmat dalam memandang dan mengelola keuangan. Kalau terlalu banyak bergeser ke sisi kanan, maka kita akan terjatuh dalam obsesi cinta uang. Bahkan dalam pandemi saat ini, banyak orang terkena dampak PHK, sehingga mencari uang pun tidak semudah sebelum pandemi. Tidak sedikit orang yang akhirnya jatuh depresi atau bunuh diri akibat kehilangan uang dan pekerjaan.

Di sisi lain, jika terlalu banyak bergeser ke sisi kiri, maka kita cenderung terjatuh dalam diri yang terlalu santai atau mungkin hidup berpangku tangan, tanpa ada sesuatu yang dikejar/dibatasi dalam hidup. Hal ini berdampak pada ketiadaan tanggung jawab, atau bahkan bisa menyebabkan kemiskinan akibat kelalaian sendiri. Apalagi sejak PSBB, semua orang melakukan transaksi dan pembayaran secara online, artinya dengan sekali klik saja, uang dengan mudahnya keluar dari tabungan kita. Apakah dengan kemudahan melakukan transaksi online ini terbukti menjadikan tabungan kita lebih mudah terkuras?

Bagaimana dengan IGNITE People sendiri dalam memandang, mengelola, dan menggunakan uang?

Adakah insight, tips, pengalaman, atau pergumulan yang bisa dibagikan kepada kita semua?


Mari berbagi dengan mengunggah tulisan dengan login ke situs IGNITE GKI dan buka menu New Article. Untuk mengunggah seni visual, podcast monolog, maupun video, silakan hubungi admin IGNITE GKI melalui e-mail ([email protected]) atau direct message Instagram dan chat Facebook.


Kami tunggu kisah dan karyamu! Semangat berkarya.

To God be the glory.

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER