Berkomunitas di Tengah Pandemi, Emang Bisa?

Best Regards, Live Through This, 31 May 2020
Batasan ruang dan waktu bukanlah alasan untuk jauh dari persekutuan. Jaga jarak bukan berarti kita spiritual distancing!

Siapa yang tidak familiar dengan istilah "Komsel"? Komsel atau biasa disebut Kelompok Sel adalah perkumpulan yang dihadirkan oleh gereja untuk pertumbuhan rohani para jemaatnya (Jawaban.com). Mungkin untuk gereja aliran mainstream seperti GKI, istilah yang lebih familiar disebut KTB atau Kelompok Tumbuh Bersama. 

Pengalaman pertama kali saya ber-KTB, saya dapatkan dari Persekutuan Mahasiswa Kristen di kampus tempat saya berkuliah. Sedikit lega saat itu memiliki teman yang saling menguatkan satu dengan yang lain di saat kita semua jauh dari keluarga masing-masing. Kami saling sharing, mendoakan satu dengan lainnya, dan terlebih lagi kita saling menumbuhkan iman masing-masing di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Sebagai umat Kristen yang tidak aktif saat itu, hal ini seperti media untuk bertumbuh dan bersekutu di dalam Kristus.

Sumber: Dokumentasi pribadi

Sebagai makhluk sosial, manusia sampai matinya pun membutuhkan orang lain dalam segala aspek termasuk dalam hal pertumbuhan iman. Kesulitan dari hari ke hari yang kita alami tidak mungkin kita dapat tanggung sendiri, sesekali kita membutuhkan teman untuk berbagi walaupun hanya sekedar mendengarkan keluh kesah kita. 

Teman yang Seiman, Perlu Gak Sih?

Tapi kan, kalo pertumbuhan iman urusan kita masing-masing dengan Tuhan. Kenapa kita harus butuh teman yang seiman? 

Urusan pertumbuhan iman memang urusan pribadi dengan Tuhan. Namun, siapa yang dapat menjadi cermin dan mengingatkan kita bahwa kita sudah menjauh dari jalan-Nya selain teman kita yang seiman?

  1. Friend as Support System

Teman kita berperan sebagai support system kita. Rasanya sah-sah saja teman adalah salah satu support system selain keluarga dan kekasih. Selain menguatkan kita di saat titik terbawah, merekalah yang mendukung kita. Namun terjadi juga sebaliknya saat ia berada di titik terbawah kitalah yang mendukungnya seperti kutipan syair dari lagu Mentega dan Roti.


Photo by Whitney Wright on Unsplash

Ku akan selalu mendukungmu
Mendorongmu terus maju
Dan bila kau sedih
Ku akan selalu mendoakanmu
Dalam Tuhan

Kutipan syair di atas menggambarkan bahwa bagaimana seorang teman adalah support system dalam musim kehidupan kita.

  1. Friend as a Mirror

Teman kita juga berperan sebagai cermin. Pada dasarnya kita tidak bisa menilai diri kita sendiri, teman kitalah yang membantu melihat diri kita. Melihat apakah perbuatan kita salah atau benar dan melalui itulah juga yang membantu kita bertumbuh secara iman. 

Photo by Fares Hamouche on Unsplash

Mari kita lihat cerita Raja Daud dan Nabi Natan di perikop 2 Samuel 12:1-25. Kita semua tahu bahwa Daud mengambil Batsyeba dari Uria dengan cara yang kurang berkenan dihadapan Allah dan Nabi Natan yang menegur Daud atas perbuatannya.

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.

2 Samuel 12:7 TB  

Dari relasi pertemanan antara raja dan nabi di atas adalah jawaban bahwa teman itu salah satu kebutuhan kita baik pemenuhan kebutuhan sosial secara duniawi bahkan rohani.

Relasi itu Kebutuhan

Di saat kita harus physical distancing atau #StayAtHome beberapa waktu membuat kita merindukan masa-masa dimana kita bebas berkumpul dan bersekutu seperti sedia kala. Kebutuhan kita akan bersosialisasi seakan "hilang".

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Namun di balik keterbatasan tersebut, kita bersyukur karena hidup di era digital di mana kita bisa mengakses apapun selama kita memiliki koneksi internet. Hal ini sedikit mengobati kebutuhan akan bersosialisasi ini walaupun tidak bersentuhan. Kebutuhan akan berelasi ini digambarkan dalam Kejadian 2:18,

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Tuhan mengerti bahwa Adam ini membutuhkan teman untuk bersosialisasi yang sepadan. Memang, Tuhan sudah menciptakan binatang atau tumbuhan di hari sebelumnya. Namun, apakah mungkin Adam bersosialisasi dengan binatang atau tumbuhan? Mungkin Adam bisa bersosialisasi dengan binatang, namun yang pasti Adam hanya bisa sharing dengan sesama manusia.

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Sama halnya berelasi dengan sesama, kita sebagai manusia juga memiliki kebutuhan untuk membangun relasi yang erat dengan Tuhan melalui bersekutu. Alasan ini digambarkan dalam Matius 24 : 4-5.

Bersekutu Lewati Lintas Batas

Kenapa sih kita harus bersekutu?

Di hidup yang semakin banyak pencobaan kita seringkali membutuhkan orang-orang yang menguatkan kita dan juga semakin berpegang teguh dalam ajaran Kristus (no spiritual distancing). 

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Ibrani 10:24-25 TB

Tuhan kita adalah Tuhan yang berelasi di mana Tuhan berkarya di dalam persekutuan dan kita sendiri adalah bagian dari Tubuh Kristus. Melalui persekutuan juga kita diharapkan semakin hari semakin serupa dengan Kristus dan menjadi dampak untuk orang-orang di sekitar kita.

Photo by Jon Tyson on Unsplash

Dahulu, orang-orang bersekutu dengan cara berkumpul di suatu rumah lalu berdoa bersama-sama. Namun dengan teknologi saat ini, kita dapat menggunakan software untuk conference call bersama teman-teman lintas jarak dan provinsi. Sehingga adalah hal yang mungkin jika kita dapat bersekutu tidak hanya dengan teman-teman yang satu gereja saja namun dengan teman yang berbeda-beda gereja sudah menjadi hal yang mungkin.

Photo by Chris Montgomery on Unsplash

Kerinduan untuk bersekutu di tengah pandemi ini menggerakkan saya dan beberapa teman yang terdiri dari beberapa gereja untuk membentuk sebuah kelompok KTB yang di mana kami dapat sharing pergumulan hidup, saling mendoakan satu dengan yang lain, dan saling menguatkan satu dengan lainnya. Kami berharap melalui KTB ini dapat menjadi berkat bagi orang banyak dan terlebih lagi semakin bertumbuh dalam Kristus. 

Di dalam keterbatasan ini, bukanlah sebuah alasan bahwa kita menjadi Spiritual Distancing, justru karena keterbatasan ini kita semakin bertumbuh dalam Kristus. Selamat bersekutu. Tuhan Memberkati.

LATEST POST

 

“How Can I Keep From Singing” Merupakan sebuah himne yang kemungkinan besar dikarang ole...
by Eka Gilroy Kharis | 26 Sep 2020

"Play with Life" merupakan tagline yang saya baru tahu dari life simulation game kesu...
by Eveline Meilinda | 26 Sep 2020

Family Drama – tidak dipungkiri bahwa ini merupakan hal yang sudah pasti ada dalam setiap kelu...
by Monica Petra | 26 Sep 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER