Disruptive May Day

Best Regards, Live Through This, 01 May 2020
Kalau kita semua kinerjanya bagus, pasti kita akan dipertahankan perusahaan meski kita mengajukan pengunduran diri sekalipun.

Hi Ignite People,

Hope this article finds you well.


Aku memperhatikan bahwa ada beberapa hal yang terdisrupsi dalam pelaksanaan kegiatan dari warga +62. Ada kegiatan ibadah yang tadinya di gereja jadi berpindah ke mode daring, aktivitas perkantoran yang tadinya tiap hari di kantor jadi pindah ke rumah, kuliah yang tadinya panas-panasan di kelas (panas-panasan, kah? Atau pakai AC?) jadi menggunakan aplikasi Zoom. Tidak hanya itu, perayaan buruh kali ini pun tidak diiringi dengan kampanye turun ke jalan, tetapi beralih ke kampanye yang dilaksanakan secara virtual. Menurut beberapa berita yang aku baca, perayaan buruh kali ini juga diwarnai dengan aksi bagi-bagi Alat Pelindung Diri (APD) ke tenaga medis di Rumah Sakit dan Klink. Para buruh juga saling bantu untuk mengingatkan menjaga diri dari Covid-19. 

Aku melihat bahwa ada hal yang menarik soal kampanye virtualnya para buruh, yaitu  isu-isu yang disampaikan buruh itu sendiri. Namun, dua hal dari tiga isu May Day di tengah pandemi Covid-19 ini membuatku tertegun sekaligus mengernyitkan dahi, yaitu Stop pemutusan hubungan kerja (PHK) dan liburkan buruh dengan upah dan tunjangan hari raya (THR) seratus persen.


Badai PHK di Tengah Covid – 19 

Sebelum hari buruh ini, aku juga paham perihal alasan buruh yang ingin stop PHK, apalagi di tengah masa pandemi Covid-19 yang mana harga-harga barang telah melambung tinggi. Jujur aja, aku teramat-amat sangat sedih ketika melihat video-video di tiktok tentang ekspresi orang yang dirumahkan dan di-PHK akibat perusahaannya tak mampu lagi untuk beroperasi. Apalagi setelah nonton Mata Najwa bincang dengan Presiden, bahwa ada ibu hamil yang suaminya sudah tidak dapat lagi bekerja dan tidak ada uang lagi. Aku juga jadi kepikiran perihal kesehatan ibu dan bayi tersebut yang terkena imbasnya akibat pandemi Covid – 19.

Ngomongin soal PHK, lantas, apakah hanya orang yang menengah ke bawah saja yang di-PHK akibat Covid-19? Rupanya tidak. Ada juga yang gajinya 80 juta terkena PHK akibat Covid-19 dan sekarang sedang kebingungan membiayai kebutuhan hidup akibat gaya hidup yang tinggi. Pasti tahu kan beritanya yang lagi trending di twitter dengan hashtag #gaji80juta? 


Kira-kira Apa sih, yang Ada di Pikiran Perusahaan?

Bagi orang-orang yang kerja di kantor hukum, aku yakin pasti sudah kebanjiran order legal opinion ataupun advis hukum di tengah pandemi Covid-19 ini, khususnya seputar peraturan dan kebijakan hukum di tengah pandemi Covid-19. Biasanya, staf legal atau advokat adalah yang paling paham perihal pertanyaan-pertanyaan perusahaan tentang PHK. Selain dari pada pertanyaan seputar force majeur atau keadaan memaksa Covid-19 dalam perjanjian, pertanyaan-pertanyaan seputar celah hukum PHK tanpa pesangon sering dipertanyakan oleh perusahaan. Tak hanya itu, perusahaan juga mencari celah hukum agar THR juga tidak diberikan di tengah masa pandemi Covid-19 pada karyawan. Kedua hal itu, pasti sering ditanyakan oleh perusahaan pada kantor hukum.  Hal ini juga yang pernah didiskusikan di kantorku.

Lantas, apakah pertanyaan tersebut adalah kejam? Menurut pandangan awamku, pasti iya. Tapi, kalau diperhatikan lagi itu terjadi karena perputaran uangnya mandek alias tidak ada pemasukan. Semuanya diakibatkan oleh produksinya yang terhenti ditambah konsumen yang menunggak pembayaran barang dan jasa. Selain itu, kewajiban untuk membayar hutang kepada pihak ketiga belum tentu bisa dilonggarkan.  Apabila uang tetap keluar tanpa ada pemasukan, lama kelamaan perusahaan harus gulung tikar.


Solusinya...

Aku beranggapan bahwa ekonomi kita akan kacau kalau antara pengusaha dan buruh sama-sama egois dan tidak mau mengalah. Buruh akan tercekik kebutuhan apabila tidak ada pemasukan akibat PHK. Perusahaan pun akan gulung tikar apabila terus menerus mengeluarkan uang tanpa produksi. Hal yang bisa kita lakukan adalah gaji yang dibayarkan hanya sebatas pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari alias dipotong, sedangkan THR diberikan pada saat perayaan agama masing-masing. Tidak terpaku harus pada saat bulan Ramadhan. 

***

Sebelum menutup pembahasan Isu Kampanye Virtual May Day 2020 di tengah Pandemi Covid-19. Entah kenapa, aku jadi teringat perkataan bosku saat pembahasan ketenagakerjaan Klien, “Kalau kamu kerja dan kinerjamu bagus, pada saat kamu keluar pun, pilihan owner pasti akan menahan kamu.” Seketika itu juga, aku langsung teringat pada Yusuf. Yusuf hanya sekali terkena konflik ketenagakerjaan, itu pun bukan karena kinerja Yusuf, melainkan trik yang sangat tricky dari istri Potifar. Ketika Yusuf bekerja, Yusuf selalu bekerja dengan sebaik-baiknya seperti melakukannya untuk TUHAN hingga dipuji Potifar, kepala penjara, bahkan Firaun. Sehingga, bencana kelaparan pun dapat dilalui dan dihadapi Yusuf sebagai tangan kanan Firaun untuk menjaga persediaan makanan di Mesir, bahkan daerah lain. 

Kita dapat meniru kinerja Yusuf yang melakukan pekerjaan sebaik-baiknya seperti melakukannya untuk TUHAN. Apabila kita semua kinerjanya bagus, pasti kita akan dipertahankan perusahaan meski kita mengajukan pengunduran diri sekalipun. Kalau kinerjanya tidak bagus, pasti kita akan jadi beban bagi perusahaan. Kita tidak berguna dan tidak bermanfaat serta tidak memberikan kontribusi bagi perusahaan. Istilah holy-nya, tidak menjadi garam dan terang di tengah kantor, gitu loh. 


Jadi, siapkah kita memperbaiki kinerja kita dan lebih aktif dan inisiatif dalam bekerja, sebagai pegawai yang lebih baik?

LATEST POST

 

"Kala kucari damaihanya kudapat dalam Yesuskala kucari ketenanganhanya kutemui di dalam Yesusta...
by Grifith Mercia | 25 Nov 2020

Kalau saja namanya bisa ditukar dan menjadi keadaan ibunya, Gia akan senang hati menukarnya walau mu...
by Surya Hadi | 25 Nov 2020

Pagi itu, aku hendak berangkat ke gereja dan melihat ada yang berbeda dari helm papaku. Ada stiker b...
by Emmanuela Angela | 25 Nov 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER