TAHAN BANTING

, What's Next, 07 May 2019

Dear Youth,

Tahun 2019 sudah mendekati pertengahannya, diikuti dengan tensi yang tinggi pada setiap hal yang kita kerjakan. Bagi kita yang menjalani studi, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, akan menghadapi Ujian Akhir Semester. Berbagai buku pelajaran akan menumpuk di meja belajar untuk dibaca. Begitu juga bagi kita yang sedang berkarir, baik sebagai pegawai ataupun wiraswasta, juga akan sibuk mengejar target pertengahan tahun sebelum libur Hari Raya datang.

Pertengahan tahun juga menjadi awal bagi beberapa orang yang mau memulai langkah baru. Bagi mereka yang telah menyelesaikan Ujian Nasional Berbasis Kompetensi, baik tingkat SMP maupun SMA, maka mereka berusaha segiat mungkin untuk menggapai pilihan mereka agar dapat diterima di jenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun mencari pekerjaan sembari menunggu kelulusan mereka.


unsplash.com

Banyak tantangan yang dapat terjadi pada pertengahan tahun, entah kita sudah memprediksinya pada awal tahun, atau ternyata tiba-tiba hadir di bulan ini. Sebagian berusaha untuk menghadapinya – walaupun harus berjuang keras, tidak tidur, tidak makan dan jatuh sakit. Sebagian pun memilih opsi lain ketika menghadapi tantangan.

Teringat sebuah cerita dari seorang teman bernama Milan yang juga sedang bergumul dalam pekerjaannya. Sebenarnya ia sudah berada pada perusahaan yang menyenangkan baginya di tahun lalu, sistem kerja yang tidak harus ngantor tiap hari dan gaji dihitung berdasarkan proyek yang dilakukan dan lingkungan kerja yang menyenangkan. Namun karena suatu konflik dengan seseorang yang berkaitan dalam pekerjaannya, Milan resign dari kantor tersebut dan memutuskan untuk masuk dalam sebuah perusahaan yang baru, lebih ternama dari perusahaan yang lama, berisikan oleh orang-orang berwawasan tinggi, dan jauh dari orang yang berkonflik dengannya.

Singkat cerita, pertengahan tahun ini, Milan merasakan dirinya tidak tepat berada di pekerjaannya sekarang. Ia sadar bahwa pekerjaan yang ia lakukan sekarang hanyalah pelarian, tidak sepenuhnya ia sukai, baik lingkungan kerja yang penuh konflik maupun sistem perusahaan yang harus ngantor tiap hari, sering lembur hingga larut malam dan lobi yang tak etis kepada klien. Tekanan kerja yang besar tersebut membuat Milan menjadi sering sakit secara fisik maupun psikologis, memiliki waktu yang lebih sedikit bersama keluarga dan pelayanannya terbengkalai.

Milan pun menanyakan pendapat pada keluarganya dan juga teman-teman dekatnya. Sebagian besar berpendapat agar Milan keluar saja dan mencari tempat kerja yang baru, demi kebaikan dirinya. Ada juga yang berpendapat lain, “Kamu harus bertahan. Siapa tahu kamu bisa membawa perubahan positif!” 

Saran tersebut nampaknya positif, untuk bertahan dan berusaha membawa perubahan. Seolah diriku teringat penggalan lirik lagu dari Kelly Clarkson, What Doesn’t Kill You Make You Stronger. Harapan untuk bertahan dan memperjuangkan sesuatu  adalah sebuah idealisme yang mungkin dimiliki oleh banyak orang ketika menghadapi masalah. Namun untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau lebih kuat (meminjam istilah Kelly Clarkson) dalam studi, karir, pelayanan, relasi, tentu kita harus menggumulkan pemaknaan nilai Tahan Banting dan juga mendialogkan dengan nilai-nilai lainnya.


unsplash.com

Tema IGNITE bulan ini adalah Tahan Banting”. Kami ingin menggugah kesadaran sekaligus mengundang kegelisahan kalian tentang berbagai tantangan dan tekanan yang sangat mungkin terjadi pada pertengahan tahun baik dalam segala karya yang sedang teman-teman lakukan. 

Kami di IGNITE senang bercerita dan menikmati cerita. Mari saat ini kita saling berbagi gagasan, menguatkan, serta menajamkan pemikiran—sebagai seorang Kristen, sebagai gereja, serta sebagai pemuda bangsa. Kalian bisa menceritakan segala hal tentang tantangan dan tekanan yang sedang dialami ataupun bagaimana respons kalian untuk berjuang, mencoba bertahan kokoh pada tujuan, nilai hidup maupun pilihan lain yang kalian ambil.

Kolose 3:23 berbunyi. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia.”


unsplash.com

Lewat semangat ini, kami yakin bahwa berbagi dan saling menguatkan di dalam Tuhan merupakan bentuk ungkapan syukur yang konstruktif, yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Sebab itu, jangan ragu untuk turut berkontribusi. Kalian dapat mengirimkan karya baik dalam rupa tulisan, visual, maupun audiovisual. Jika riak keraguan mulai timbul, jangan sungkan untuk menghubungi kami lewat kanal sosial media yang kami miliki.

Selamat berkarya!


 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

“Swing low, sweet chariotComing for to carry me homeSwing low, sweet chariotComing for to carr...
by Christan Reksa | 18 May 2019

Belakangan ini sering terjadi perdebatan, bahkan perpecahan dari kedua kubu politik dimana para pend...
by Priska Aprilia | 18 May 2019

“Untuk beli bibit.. ““Untuk beli obat, Neng...”“Kemarin harga jatuh. P...
by Surya Hadi | 18 May 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER