Disrupted!!!

, What's Next, 03 April 2020
Sebagian masyarakat, mau tidak mau, suka tidak suka, akan tercabut dari pola kebiasaan lama dikarenakan pandemi ini.

Tentu kalian tahu kejadian hangat sekarang ini, merebaknya virus COVID-19 di seluruh penjuru dunia. Virus yang awalnya berasal dari negeri Tirai Bambu ini per tanggal 1 April 2020 sudah mencapai 937.100 kasus dan 47.264 korban meninggal.

Pemerintah pun mengeluarkan himbauan agar berbagai kegiatan dilakukan dari rumah. Mungkin sebagian besar dari IGNITE People sudah menjalankan  “Work From Home”. Sebagian dari kita pun juga mungkin  tidak asing dengan kalimat Bapak Presiden maupun banyak tokoh politik yang menyampaikan, “Saatnya bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.” Pemerintah selalu menghimbau masyarakatnya untuk melakukan segala sesuatu dari rumah dan tidak bepergian dalam jarak yang jauh.

Disrupsi pun terjadi! Berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, atau dianggap hanya bisa dilakukan dengan tatap muka, terpaksa harus dikurangi atau bahkan ditiadakan. Banyak aktivitas, seolah tercabut dari akarnya kebiasaan yang lama menuju sebuah pola yang baru.

Secara tak langsung, kebijakan #diRumahAja ini mengakibatkan disrupsi, yang mungkin terjadi hanya selama masa pandemi, atau mungkin bisa berdampak hingga pandemi ini selesai. Anak-anak yang biasanya pergi sekolah, sekarang harus belajar di rumah melalui gawai mereka atau orang tua mereka. Para wirausahawan terpaksa berhenti bekerja karena usahanya membutuhkan tatap muka langsung. Banyak pekerja dengan upah harian maupun bulanan yang terancam di-PHK karena omset perusahaan menurun. Dalam peribadatan pun perubahan terjadi, di mana semua dilakukan melalui internet, baik ibadah minggu, rapat, persekutuan doa, hingga Pendalaman Alkitab.

Sebagian masyarakat, mau tidak mau, suka tidak suka, akan tercabut dari pola kebiasaan lama dikarenakan pandemi ini. Lantas bagaimana menurut IGNITE People tentang perubahan yang mendisrupsi hidup kita ini? Bagaimana cara kalian menyikapinya dan mengisi hari-hari di rumah? Adakah pandangan Alkitab mengenai disrupsi yang terjadi saat ini? Konon katanya, butuh waktu 30 hari untuk membangun pola kebiasaan. Hmm, kalau demikian, apa ya pola kebiasaan baru yang akan kita dapatkan sebagai “oleh-oleh” dari masa karantina COVID19?

Sampaikan pengalaman dan isi pikiranmu dengan berkontribusi melalui IGNITE GKI, baik berupa tulisan, seni visual, audio, maupun video. 

Cara berkontribusi sangat mudah, untuk mengunggah tulisan, login saja ke situs IGNITE GKI dan buka menu New Article. Untuk mengunggah seni visual, podcast monolog, maupun video, silakan hubungi admin Ignite GKI melalui e-mail ([email protected]) atau direct message Instagram dan chat Facebook. 

Kami tunggu kisah dan karyamu!

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Mungkin saya akan memulai artikel ini dengan sebuah pernyataan kontroversial Ayub. “Mengapa or...
by Lay Lukas Christian | 31 May 2020

Ketika mendengar bahwa di Surabaya Raya akan diterapkan PSBB pada pertengahan April lalu, sedikit ba...
by Kevin Susanto | 31 May 2020

Salah satu hobi saya adalah menonton konser, terutama grup musik cadas (rock). Selain musiknya, sela...
by Christan Reksa | 30 May 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER