Masihkah Tuhan Bertaruh Dengan Iblis?

All About GKI, Behind The Scene, 19 September 2019
Apakah mungkin TUHAN masih "bertaruh" dengan Iblis sampai zaman sekarang? Atau iblis juga ingin memberikan preseden buruk bagi anak-anak Tuhan yang lainnya dengan menjatuhkan para pelayan-Nya, sehingga membuat banyak dari mereka goyah iman/percayanya?

“Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (I Korintus 9:23-24)


Beberapa waktu terakhir saya memang merasa mulai ada yang aneh dengan salah seorang sosok high profile di gereja saya. Hingga suatu hari, di akhir sebuah acara persekutuan ia mendekat dan duduk di sebelah saya.

Ini biasa terjadi sih, karena saya memang suka menyendiri di pojokan saat banyak orang di sebuah ruangan, dan memang biasanya orang lain yang mendekat kalau memang mau berbincang-bincang. Saat itu sedang sesi ramah-tamah menjelang pulang. Cuma yang gak biasa, ucapan dari, sebut saja Yusuf namanya, selanjutnya: "Vic, aku mau ngaku dosa sama kamu.

Di gereja, saya seperti punya tato tak terlihat di dahi yang bertuliskan: “Silakan cerita apa saja ke saya.” Sering terjadi, obrolan yang awalnya biasa saja, langsung menjurus serius kalau ngobrol dengan saya. Ucapan: "Vic, jangan bilang siapa-siapa ya," atau "Aku gak nyangka bisa cerita ini ke kamu." itu sering saya dengar. Itulah kenapa pada akhirnya saya ikut sekolah konseling, karena salah satu dari mereka yang suka curhat ke saya bilang, "Bang, sekolah konseling dong. Biar tambah profesional dikit kalau dengerin curhat," yang kemudian saya baru tahu, kalau konseling itu beda dengan curhat.

man sitting on sofa against wall

Photo by Nik Shuliahin on Unsplash

Kembali ke Yusuf... 

"Vic, aku mau ngaku dosa sama kamu.

"Di sini? Sekarang?

"Ya enaknya di mana?

Lalu kami janjian buat ketemuan di luar gereja. Dia yang pilih tempatnya. Sampai di waktu dan tempat yang sudah disepakati, begitu saya duduk di depannya, tanpa basa-basi Yusuf langsung berkata: "Vic, Maria hamil."

Mereka sudah pacaran kurang lebih 3 tahun, dan yang melihat bagaimana pelayanan keduanya di gereja, ya sudah terlihat sangat ideal sepertinya (menjadi pasangan suami-istri). Oleh karenanya, di malam itu sejujurnya saya jadi kecewa ketika dia bilang gitu ke saya. 

"Ya saranku sih kamu segera nikahin Maria. Toh, biar gimana pun kamu mesti tanggung-jawab." Tidak ada hal lain yang ada di pikiran saya selain kalimat tadi. Hanya saja, yang menarik adalah cerita selanjutnya dari Yusuf dan Maria yang sepertinya dipendam selama ini. 

***

"Vic, kamu merasa terbeban gak sih sama pelayanan di gereja? Mesti pulang malam kalau ada gladi-gladian. Curi-curi waktu istirahat kantor buat rapat. Terus belum lagi masalah-masalah yang mestinya gak ada, jadi ada." Saya menyimak saja. Mungkin dia sedang melakukan pembelaan, pikir saya. "Apalagi waktu Maria makin sering jadi SL (song leader) dan beberapa kali ikut lomba paduan suara. Itu persiapannya luar biasa... lagi skripsi pula dia. Aku aja udah capek sama urusan di komisi, jadi ketua itu ternyata menguras emosi... tambahan mesti ngantar dia sana sini, kami sempat bertengkar awal tahun ini."

Makanan dan minuman datang. 

"Mungkin kalau kami gak ngelakuin pelayanan, gak bakal sampai kayak gini..." Lanjutnya setelah pelayan restorannya pergi. 

"Emang apa hubungannya?

"Ya gak tahu kenapa ya, sejak aku jadi ketua komisi dan Maria sering jadi SL, masalah-masalah yang tadinya gak penting jadi kerasa penting.

"Misal?

"Kamu inget kan waktu kita mau pergi survei tempat retreat? Itu tiba-tiba aja aku dipanggil bosku dan Maria gak tahu kenapa ngotot aku harus ikutan (survei). Katanya karena aku ... lha aku juga ada kerjaan. Coba kalau aku gak jadi ketua? Hal-hal aneh sama Maria kayak gitu gak bakal ada." Yusuf menyeruput es kopinya. "Pas Maria gladi buat ikut lomba paduan suara, itu aku habis pulang dari meeting di luar kota. Capek banget rasanya. Tapi aku suruh jemput dia, padahal udah malam pula...". 

Hening. 

"Godaan-godaan kerasa tambah berat setelah porsi pelayanan juga ikut membesar ya?" Kata saya memecah keheningan.

"Iya, rasanya gitu. Kamu gak ngerasain itu?

"Ya ngerasain juga...


Cerita Yusuf dan Maria sampai sini saja. Karena di lain waktu saya juga pernah mendengar cerita dari pendeta di gereja tetangga, tentang seorang SL yang melakukan pelayanan di gerejanya, mengaku pernah aborsi karena hamil akibat hubungan seks pranikah dengan pacarnya. Saat bercerita, pendeta ini sampai hampir meneteskan air mata. Kalimat "Gak nyangka saya..." beberapa kali keluar dari mulut sang pendeta. 

red rose flower

Photo by Samuel Ramos on Unsplash 

Atau kita juga tahu seorang pemimpin pujian yang dulu terkenal sering di KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), yang mengajak umat (kaum muda, seringnya) memuji kemuliaan Tuhan, pencipta puluhan lagu pujian dan penyembahan... tapi akhirnya jatuh dalam perselingkuhan (perzinahan?). 

Sampai kemarin di WAG kontributor Ignite GKI ini, saya mengetahui kalau ada seorang pendeta yang depresi hingga lalu bunuh diri... 

********/*******


"Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: 'Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.' Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: 'Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?'" (Ayub 1:8-9)


Saya lalu kepikiran kutipan ayat di kitab Ayub itu. Misal nama "Ayub" diganti dengan nama salah seorang pelayan-Nya: 

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: 'Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku < ... >? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.' Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: 'Apakah dengan ( ... ) < ... > takut akan Allah?

Ganti < ... > dengan namamu, lalu ( ... ) dengan milik kebanggaan/kepunyaanmu.


Apakah mungkin TUHAN masih "bertaruh" dengan Iblis sampai zaman sekarang? Saat Yusuf memiliki ide brilian untuk menjangkau anak-anak muda yang menjauh dari Tuhan, hingga membuat Tuhan bangga dan sebaliknya, menjadikan Iblis menjadi kesal luar biasa lalu ingin menggagalkan rencananya. Lalu saat Maria memimpin pujian di depan ribuan anak muda, mengajak mereka makin sungguh-sungguh beribadah pada Tuhan, dan di belakang gereja Iblis berkata: "Haha... tunggu saja anak muda. Akan kuhancurkan masa depanmu dan cita-citamu yang mulia itu.

Atau iblis juga ingin memberikan preseden buruk bagi anak-anak Tuhan yang lainnya dengan menjatuhkan para pelayan-Nya, sehingga membuat banyak dari mereka goyah iman/percayanya? Inikah yang menjadi penyebab pergumulan para pelayan Tuhan menjadi semakin berat? Apakah dengan demikian membuat kita jadi mulai takut berkomitmen untuk melayani Tuhan?

"Put on the whole armour of God, that ye may be able to stand against the wiles of the devil." (Ephesians 6:11)

Menurut saya, malahan dengan mengetahui hal yang demikian, membuat kita sebagai pelayan Tuhan, harusnya makin dekat dengan Tuhan; semakin intim membangun hubungan dengan-Nya. Cuma memang seringnya, makin sering melayani Tuhan malahan cenderung makin jauh dari Tuhan setiap harinya. Mungkin karena dianggapnya sudah sering "ketemu" Tuhan... ⁠—seperti salah seorang staf di kantor MRLC yang berpendapat kalau bertemu sosok Merry Riana ya biasa aja, karena hampir tiap hari ketemu sama beliaunya. Padahal di luar sana banyak orang rela antri dan mengeluarkan uang demi bisa satu ruangan dengan Merry Riana⁠—mungkin itu yang terjadi di antara para pelayan Tuhan yang hampir tiap hari ke gereja. "Ah, Tuhan itu dekat kok. Ngapain memberi waktu dengan-Nya secara pribadi? Ntar juga ketemu di gereja lagi.

Tapi coba pertanyaannya dibuat begini: "Kan sudah ketemu Tuhan hampir setiap hari, apakah makin kenal dengan-Nya hingga tahu apa yang Dia ingini?" Bahkan murid-murid Tuhan Yesus yang hampir 3 tahun bersama-Nya tiap hari, masih meragukan Dia beberapa kali. Jadi apakah ada korelasi antara melayani (bersama) Tuhan, dengan semakin mengenal-Nya dan menjadi taat pada perintah Tuhan? Sayangnya kok kebanyakan realitanya enggak demikian... dan celah inilah yang digunakan oleh iblis untuk membuat pelayan-pelayan-Nya berjatuhan (dalam dosa). 

Oleh karena itu, yuk, mulai hari ini, ketika tanggung jawab pelayananmu semakin besar, saat dampak baik yang kamu sebarkan makin signifikan, ketika sosokmu semakin berpengaruh untuk banyak orang, hendaknya rapatkan dirimu lebih lagi dengan Tuhan. Tambah waktu-waktu pribadimu bersama-Nya. Karena pastinya beban dan godaan yang kamu dapatkan akan makin berat. 

Gusti mboten sare. 

Tuhan tak pernah tertidur. Saat kamu tetap taat pada-Nya meskipun beban hidupmu tambah berat, ketika kamu tetap takut pada Tuhan meski godaan-godaan makin banyak, percayalah Tuhan tetap memegang kendali atas semuanya! Dia akan turun tangan serta membalikkan keadaanmu menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya; seperti keadaan Ayub di zaman dulu kala, karena Tuhan tak pernah berubah hingga sekarang, sampai selama-lamanya.


Bangunlah hubungan dengan Tuhan.


“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (I Korintus 9:25-27)

LATEST POST

 

Bahagia itu konsep yang aneh, definisi umumnya adalah keadaan di mana kita menikmati hidup dan meras...
by Joshua Eldi Setio | 06 Apr 2020

“Dunia sedang sakit atau dunia sedang berduka” begitulah tanggapan setidaknya dari penga...
by Lefrandy Praditya Klaas | 06 Apr 2020

Hari ini Luna berulang tahun, ulang tahun kesekian yang tidak perlu disebutkan berapa angkanya. Seda...
by Surya Hadi | 06 Apr 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER