Ketika Hamba TUHAN goyah Part IV

Going Deeper, God's Words, 15 August 2019
Gereja bukan gedungnya, bukan pula menaranya, bukan tiang, bukan pintunya, bukan pula institusinya. Tetapi, Gereja adalah orangnya. Sesama gereja mari saling menguatkan dan meneguhkan. Itulah gereja mula-mula.

Roh Kudus

Dalam pandangan orang Yahudi, TUHAN adalah roh dari segala makhluk. Sebab, itulah yang diucapkan Musa pada Bilangan 27:16

"Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang...”

Secara narasi, ayat ini berbicara tentang Yosua yang menggantikan Musa dan TUHAN memilih Yosua bin Nun. Sebab, dalam Bilangan 27:18 dikatakan Yosua bin Nun adalah seorang yang penuh dengan roh. Artinya, pemimpin Israel harus penuh dengan roh. Hal ini ditegaskan kembali oleh Kristus bahwa Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran. Hal ini tertulis dalam Yohanes 4:24

“. . . . Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Secara narasi, ayat ini bicara tentang percakapan antara Kristus dengan perempuan Samaria, yang intinya adalah orang Samaria menyembah apa yang tidak dikenal mereka tetapi orang Yahudi menyembah apa yang mereka kenal. Sebab, keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Bapa menghendaki penyembah-penyembahNya memiliki roh dan kebenaran. Sebab, Allah itu Roh dan barangsiapa yang menyembahNya harus memiliki roh dan kebenaran. Roh dan kebenaran itu Roh Kebenaran yang disebut Penolong yang lain, Penghibur, yang kita kenal dengan Roh Kudus. Hal itu ditulis dalam Yohanes 14:15-31 dan Yohanes 16:4b-15

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 14:17 yaitu Roh Kebenaran.

14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.


Roh TUHAN dan Keselamatan

Yosua bin Nun dipilih TUHAN sebagai pemimpin karena penuh dengan roh. Sehingga, pemimpin Israel harus penuh dengan roh. Hal ihwal tentang roh ini memang rumit. Tapi, yang perlu kita ketahui adalah Roh Kebenaran atau Roh Kudus yang diutus Kristus berasal dari Roh TUHAN. Sebab, Roh TUHAN ada pada Kristus. Hal ini disampaikan Kristus dalam Lukas 4:18-19 

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Secara narasi, ayat ini bercerita tentang Kristus sedang mengajar di rumah Ibadat dengan membaca kitab Nabi Yesaya yang isinya adalah “Roh TUHAN ada padaKu”, setelah itu pada ayat 21 Ia mengatakan bahwa pada hari itu Kristus membaca ayat itu, telah genaplah nas itu. Tetapi, Kristus sendiri ditolak oleh orang Nazaret. Karena, orang Nazaret mengenal Kristus sebagai anak Yusuf. 

Pada Kitab Nabi Yesaya, kata-kata Roh TUHAN ada padaKu, ada dalam Yesaya 61:1

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara

Secara perikop, ayat ini bicara tentang Kabar Selamat kepada Sion pada Yesaya 61. Sedangkan, Pasal 56-66 dari Kitab Yesaya berisi tentang Penggenapan Keselamatan dan Syarat-syaratnya (tentang Mesias dan syaratnya). Begini bunyinya:

  • Keselamatan adalah bagi semua orang (Yesaya pasal 56)

Jika kita amati, TUHAN berfirman kepada orang-orang asing (tidak berasal dari Israel) untuk tidak berkecil hati, karena TUHAN akan menggiring siapapun yang mendengarkan dan melaksanakan firmanNya.

  • Pemimpin-pemimpin yang fasik (Yesaya pasal 56-57)

Jika kita amati, TUHAN memanggil seluruh umatNya secara pribadi. Sebab, pengawal-pengawal umatNya atau gembala-gembala umatNya mengambil jalannya sendiri-sendiri, mengejar laba (keuntungan), tiada yang terkecuali. Ketika orang benar binasa, tetapi tidak ada seorang pun yang memperhatikan; orang yang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorang pun yang mengindahkannya. Hal itu adalah kejahatan pemimpin fasik menurut TUHAN. 

  • Penyembahan berhala sebagai perzinahan (Yesaya pasal 57)

TUHAN tidak sabar dengan orang-orang yang menyembah berhala dan menganggapnya sebagai “perzinahan”. Jika kita cermati, TUHAN berkata, pada ayat 12-13:

Aku akan menyebutkan kesalehanmu dan segala perbuatanmu, tetapi semuanya itu tidak akan berguna bagimu: apabila engkau berteriak, biarlah berhala-berhalamu melepaskan engkau! Mereka semua akan ditiup angin, akan diterbangkan hembusan nafas. Tetapi orang yang berlindung kepada-Ku akan mewarisi negeri dan akan memiliki gunung-Ku yang kudus.

  • Kata-kata Penghiburan (Yesaya pasal 57)

Bahwa ada yang berkata “Bukalah, bukalah, persiapkanlah jalan, angkatlah batu sandungan dari jalan umat-Ku!”. Sebab, TUHAN yang bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus, tetapi, juga bersama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati yang remuk. Karena, meskipun manusia berbuat jahat atas kelobaannya atau ketamakan. Manusia tidak mencari TUHAN ketika Ia murka, malah semakin murtad. Maka, TUHAN sendiri yang akan menyembuhkannya.


  • Kesalehan yang palsu dan yang sejati (Yesaya pasal 58)

TUHAN berkata TUHAN tidak mengindahkan puasa dan kerendahan hati umatNya di hadapanNya (beribadah). Apabila kita berpuasa tapi masih berkelahi atau mendesak buruh (pegawai) dengan segala urusan kita. Puasa yang dikehendaki (ibadah yang sejati) oleh TUHAN adalah melepaskan kelaliman, melepaskan tali kuk untuk memerdekakan orang yang teraniaya, memecah roti bagi yang lapar, membawa ke rumah orang miskin yang tak punya rumah, memberi pakaian bagi yang telanjang, tidak menyembunyikan diri sendiri dari sesama. (Intinya mengasihi orang) 

  • Menghormati hari Sabat (Yesaya pasal 58)

TUHAN tidak membahas hari Minggu atau hari Sabtu yang merupakan Sabat TUHAN. Tetapi, TUHAN berkata hari Sabat itu dengan cara tidak melakukan segala urusan juga tidak melakukan segala acara atau berkata omong kosong.

  • Dosa adalah penghambat keselamatan (Yesaya pasal 59)

Kejahatan kita adalah penghambat keselamatan. Dosa pemberontakan kita adalah jahat dimata TUHAN. Tetapi, Yesaya kemudian menubuatkan bahwa Tangan-Nya dan Keadilan-Nya akan membantu Dia memberi pembalasan. Sebab, Ia akan datang sebagai Penebus dosa pemberontakan orang Israel. 

  • Kemuliaan Sion yang akan datang (Yesaya pasal 60)

Nubuat tentang Mesias.

  • Kabar Selamat kepada Sion (Yesaya Pasal 61)

Nubuat tentang Mesias.

  • Keselamatan Sion akan datang segera (Yesaya Pasal 62)

Nubuat tentang Mesias.

  • Hukuman pembalasan atas Edom (Yesaya Pasal 63)

Nubuat tentang hari pembalasan.

  • Doa pengakuan dan permohonan Israel (Yesaya pasal  63-64)

Yesaya mewakili Israel memanjatkan pengakuan dosa dan permohonan agar TUHAN tidak murka dan tidak mengingat-ingat dosa Israel.

  • Jawab Allah: Hukuman bagi orang berdosa dan keselamatan bagi orang saleh (Yesaya pasal 65)

Hukuman bagi orang berdosa adalah ketika TUHAN memberi petunjuk tentang diriNya, bangsa Israel tidak mencariNya. Ketika TUHAN mengulurkan tanganNya, bangsa Israel mengikuti rancangannya sendiri dan membakar korban kepada dewa lain dan melakukan apa yang najis. Hal itu sangat menyakiti hati TUHAN. Hukuman kepada orang yang berkata, “Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku!” Semuanya ini seperti asap yang naik ke dalam hidung-Ku, seperti api yang menyala sepanjang hari (ayat 5).

Tetapi, pada ayat 8 dikatakan 

Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat airnya: Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat! demikianlah Aku akan bertindak oleh karena hamba-hamba-Ku, yakni Aku tidak akan memusnahkan sekaliannya.

  • Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru (Yesaya pasal 65)

Nubuat tentang Yerusalem yang baru dan akhir zaman.

  • Keselamatan sesudah hukuman (Yesaya pasal 66)

Nubuat tentang Yerusalem yang baru dan akhir zaman.


Jawaban dan jawaban

Saya tidak tahu bagaimana perbincangan antara Marty Sampson dengan Pastor John Piper tersebut. Bagaimana pula jawaban Pastor John Piper tersebut. Jika kita maknai murka Allah, apakah hal yang menyebabkan Allah menjadi murka? Kalau kita lihat tulisan diatas, kitab para nabi menjelaskan bahwa Allah murka jika manusia berpaling dariNya, Allah murka jika manusia beribadah tapi juga jahat kepada sesamanya. Allah murka terhadap dosa pemberontakan manusia. Jika keseluruhan kitab para nabi adalah hukum kasih. Maka, Allah murka jika manusia tidak melaksanakan hukum kasih. Appeals process atau limit of punishment. Ini adalah bahasa hukum. Appeals process artinya upaya banding, kasasi, atau peninjauan kembali. Sedangkan limit of punishment artinya batas maksimum hukuman pidana. Contohnya adalah barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. Kata paling lama merujuk pada batas maksimum pidana. 

Inilah yang saya maksudkan pengetahuan agama tidak bisa dicampurkan dengan sains. Ketika manusia menjatuhkan pidana, tidak hanya atas dasar kesalahan manusia, tetapi juga kemampuan dia untuk bertanggung jawab, aturan tersebut diatur dalam undang-undang atau tidak, sanksinya ada atau tidak. Jika korban tidak mengampuni, maka hukuman pelaku semakin berat. Ketika pidana dijatuhkan baru dibina dalam LP atau penjara sepanjang masa hukuman. Ada yang bayar denda langsung lepas. Tapi, ada yang dipotong tangan (qisas), baru dibina. Ada yang dicambuk (qanun), baru dibina. Tapi, ada juga yang dihukum mati, hanya diizinkan bertobat lalu dikabulkan permintaan terakhirnya tanpa tahu apa itu pembinaan. Banding atau Upaya hukum lain, ya bisa, tapi tergantung keputusan Hakim atau Kepala Negara dalam hal ini grasi dan amnesti, bahkan abolisi atas persetujuan Mahkamah Agung. Puji Syukur kalau hanya direhabilitasi. Tapi, untuk bebas atau lepas itu sangat rumit. Karena, hakim cenderung melihat posisi korban daripada posisi pelaku. Kecuali, hakim disuap. Bahkan ada juga yang berpikir patriarkis dan feminis tergantung pola pikir atau keyakinannya.

Tetapi, TUHAN menjatuhkah hukuman atas dasar kesabaranNya melihat dosa pemberontakan manusia akibat berhala, dan kejahatan pada sesamanya. Selama kita hidup kemudian kita berdosa, kita ditegur habis-habisan sebagai wujud pembinaanNya. Tetapi, apabila kita mengaku salah dan tidak mengulangi kesalahan, Dia Maha Pengampun. Makanya orang percaya diajarkan meminta maaf kepada teman dan memaafkan teman dan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan masing-masing kepada teman. Hal ini merupakan pembinaan Bapa. Selama saya hidup 24 tahun, selama itulah saya tiap hari dibina karena banyak dosanya. Tetapi, sudah saya jahat sama orang ketika ditegur malah murtad, pada waktunya, saya akan binasa ke dalam ratap dan kertak gigi. 

Makanya Yohanes Pembaptis sampai mati berkata, “bertobatlah, persiapkanlah jalan bagi TUHAN.” Selama kita hidup, TUHAN bahkan menggelar pengampunan bagi siapa yang mencari Dia, berbalik dari segala tingkah lakunya yang jahat, tidak jahat pada sesamanya. Kalau mau didukung sains, TUHAN bahkan langsung memberikan abolisi alias penghapusan proses peradilan. Apabila seseorang bertobat. 

Hukum manusia ada banyak, beda negara, beda hukumanya. Ada hukum yang berlaku nasional, ada hukum yang berlaku internasional. Beda pula hukumannya. Belum lagi istilah tata tertib. Syukur-syukur hanya dipidana, kalau dihukum mati? Kalau dipotong tangan di negara lain? Telan itu ludah!

Hukum TUHAN yang terutama hanya dua di seluruh dunia. Kasihilah TUHAN, Allahmu dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  

Ya kalau bang Marty tidak meyakini cerita Adam dan Hawa adalah benar secara harfiah untuk membuat cerita tentang dosa asal manusia. Kalau saya meyakini dosa pertama kali sejak kejatuhan malaikat. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis. Inilah hasil dari katekisasi dan pelajaran agama yang selama ini saya pelajari. Hubungan antara iblis dan ular yang menjatuhkan manusia inilah yang saya tidak ketahui. Only God knows why

Setelah saya bedah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan cara yang awam, Puji TUHAN, Allah yang hidup, saya tidak menemukan kontradiksi. Karena sebetulnya Allah yang esa adalah dasar iman. Dasar iman kita adalah Allah yang esa memberi keselamatan. Allah yang esa menjanjikan Daud bahwa DiriNya sebagai Bapa bagi keturunan Daud yang bangkit kemudian. Allah berjanji pada Daud tentang Mesias. Mesias itu tidak hanya diurapi sebagai Raja, tetapi juga Imam Besar yang membawa korban penebus salah dimana diriNya sendiri menjadi korban penebus dosa itu sebagai Anak Domba yang bermakna TUHAN menyediakan keselamatan. Setelah mati sebagai korban penebus dosa, Ia dibangkitkan. Sebagai seorang Imam Besar, Ia penuh dengan Roh TUHAN, Roh TUHAN yang Kudus. Imam Besar itu mengutus Roh sebagai janji pertolonganNya dan janji penghiburanNya dalam Nama Bapa, agar kita semua dapat menyembah Bapa dan mengingat setiap ajaran yang berasal dari Bapa. Ia akan datang kedua kalinya sebagai seorang Raja dan memerintah dan menegakkan hukum yang adil. 

Janganlah khawatir tentang hari penghakiman, carilah TUHAN dengan seluruh konteks kehidupan kita. Apabila kita takut, kita bermasalah. Carilah pengampunanNya selama kita masih memiliki waktu untuk bertobat dan belajar untuk tidak berbuat jahat pada sekitar. Lakukanlah yang terbaik hari ini, melakukan kasih itu. Masalah penghakiman urusan nanti. Padahal kebinasaan itu hukuman dari murtad. Dimana murtad itu menyakitiNya. Bapa mana yang tidak panas melihat anaknya dengan bapa tiri? Bapa yang tidak panas tidak memiliki kasih. 

Ketika kita ragu tentang keberadaan dan kerumitan tritunggal. Kita harus ingat bagaimana Paulus, Penganiaya jemaat Allah, bertobat dan menyebarkan injil TUHAN. Maka dari itu ujilah segala sesuatu yang disampaikan orang.


Source:

Dengan pertolongan TUHAN berhati-hati membaca Alkitab LAI

LATEST POST

 

Kita semua tentu tidak asing dengan DC Comics—salah satu perusahaan komik terbesar di Amerika...
by Febrian Eka Sandi Nugroho | 09 Oct 2019

Beberapa tahun lalu, saya mengerjakan penulisan untuk sebuah majalah ‘untuk kalangan Kris...
by Sobat Anonim | 09 Oct 2019

Kekacauan di Indonesia yang terjadi beberapa pekan terakhir melukai hati saya. Bisa dibilang, setiap...
by Eleazar Evan Moeljono | 05 Oct 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER