Pelayanan: Depan dan Belakang Layar, Semuanya bagi Kemuliaan Allah!

Best Regards, Live Through This, 09 August 2019
Daripada berusaha membentuk ulang diri Anda untuk menjadi seperti orang lain, jauh lebih baik Anda menikmati bentuk yang telah Tuhan berikan kepada Anda - Rick Warren

Pelayan Tuhan menjadi salah satu faktor yang sangat melekat di dalam berjalannya ibadah Minggu—berlaku di semua gereja. Jika tidak ada pelayan Tuhan, secara rundown acara, mungkin saja ibadah tersebut berjalan tidak semulus yang diharapkan.

Saya sendiri pernah terlibat pelayanan di depan maupun belakang layar, dengan keseruan dan permasalahan yang berbeda. Mulai dari latihan beberapa pekan sebelum ibadah, gugup saat di “panggung”, datang lebih awal mempersiapkan kamera dan segala alatnya untuk digunakan selama ibadah, sampai terjebak romansa dan menghadapi miskomunikasi dengan tim. Tetapi di balik itu semua, Tuhan membentuk saya hingga menyadari bahwa apapun jenis pelayanannya, sesederhana apapun yang dilakukan, setiap pelayan ibadah seharusnya melakukannya untuk Tuhan Yesus.


Eh, tapi kok, kamu mau jadi pelayan Tuhan, sih? Emangnya kamu nggak capek, po?


Photo by Benjamin Combs on Unsplash 


Gini, gini... Pelayanan itu adalah tujuan hidup setiap orang percaya, lho, guys. Kenapa?

Alasannya karena Tuhan kita adalah Pribadi yang mahakreatif dan maha-asyique. Dia menciptakan setiap individu secara unik (bahkan yang kembar identik pun memiliki sifat yang berbeda!). Tidak ada seorangpun yang memainkan peran dan fungsi Allah yang ditentukan-Nya bagi kita di alam semesta ini. Allah menciptakan dan menempatkan kita di Bumi untuk memberikan sumbangsih bagi Kerajaan-Nya, Tubuh-Nya, dan bagi seluruh ciptaan-Nya. Inilah yang menjadi salah satu dari tujuan hidup kita: melayani Allah.

Hal inilah yang dijelaskan oleh Rick Warren melalui bukunya yang berjudul The Purpose Driven Life. Dia menuliskan bahwa Alkitab menerangkan beberapa alasan mengapa melayani adalah tujuan hidup kita, di antaranya:

  1. Kita diciptakan untuk melayani Allah (Efesus 2:10). Allah menciptakan kita dengan keunikan tertentu untuk melakukan “pekerjaan baik”, yaitu melayani Dia. Ini berarti hal baik apapun yang kita lakukan untuk siapapunterlebih bagi orang-orang percayaadalah suatu tindakan untuk melayani Allah, dan ini menunjukkan bahwa kita sudah menjalankan salah satu tujuan hidup yang telah ditetapkan-Nya bagi kita.
  2. Kita diselamatkan untuk melayani Allah (1 Korintus 6:20). Kita TIDAK diselamatkan karena melayani Allah. Dia tidak menginginkan kita untuk melayani-Nya atas dasar ketakutan, ataupun terbeban karena menganggapnya sebagai kewajiban. Sebaliknya, Allah menginginkan kita agar melayani dengan pondasi rasa syukur atas apa yang Allah kerjakan (baca: keselamatan) di dalam hidup kita. Orang yang menerima kasih karunia selalu memiliki kasih yang meluap dalam hatinya, yang ingin diekspresikan melalui pelayanannya kepada Kristus pada sesamanya.
  3. Kita dipanggil untuk melayani Allah (2 Timotius 1:9). Panggilan bukan berarti mengabdikan seluruh hidup kita sebagai misionaris di ladang misi. Namun Alkitab mengajarkan bahwa semua orang percaya adalah orang yang dipanggil Tuhan untuk melayani-Nya. Panggilan Allah bukan hanya berbicara dalam konteks keselamatan, namun merupakan panggilan yang berkaitan dengan pelayanan terhadap tubuh Kristus. Selain itu, 1 Petrus 2:9 juga menegaskan bahwa, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Artinya, kita dipanggil bukan hanya untuk diselamatkan, tetapi juga melayani Tuhan sebagai “imamat yang rajani” dan untuk memberitakan “perbuatan-perbuatan yang besar” kepada sesama. Kalau kita sudah menerima kabar keselamatan, apa iya kita mau tetap menyimpannya bagi diri sendiri, padahal masih ada banyak orang yang belum mendengarnya?


Photo by Jakob Owens on Unsplash 


Alkitab juga mengatakan bahwa salah satu hal yang harus dilakukan oleh orang percaya adalah melayani tubuh Kristus, seperti yang dituliskan Paulus dalam 1 Korintus 12:27, “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Ya, kita adalah anggota tubuh Kristus. Ini berarti kita memiliki karunia yang berbeda-beda namun memiliki peran yang sama, yaitu saling membangun tubuh Kristus dan menjadi alat untuk melakukan kehendak-Nya.

Kita diperintahkan untuk melayani Allah. Kristus mengajarkan suatu hal yang penting tentang kehadiranNya di dunia, yaitu untuk melayani. Matius 20:28 menegaskan bahwa, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Melalui ayat ini, kita diingatkan untuk melayani sama seperti yang Kristus lakukan. Kita perlu mengingat bahwa pelayanan bukanlah pilihan yang disodorkan, tetapi tanggung jawab yang dilakukan—dengan rasa syukur, bukan keterpaksaansebagai pengikut-Nya.


Lalu bagaimana caranya menemukan jenis pelayanan yang cocok dengan kita?


Nah, Rick Warren menjawabnya dengan menggunakan akronim SHAPE, yaitu:

S-Spiritual Gifts (karunia-karunia rohani): Semua orang percaya diberikan berbagai karunia oleh dan berdasarkan kehendak Tuhan untuk digunakan dalam pelayananbukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan Tubuh Kristus.

H-Heart: Minat sejati yang berasal dari Allah.

A-Abilities: Tuhanlah yang memberikan keunikan dan kemampuan kepada kita.

P-Personality: Tuhan menciptakan kita dengan karakter yang berbeda untuk saling melengkapi.

E-Experience: Allah membentuk kita melalui pengalaman untuk menggenapi rencana-Nya termasuk dalam pelayanan.


Photo by Ben White on Unsplash 


Oh, ya. Minta hikmat ke Tuhan juga ya, guys, untuk memampukan kita dalam menggali pelayanan yang dapat kita lakukan. Alasannya jelas: Kita perlu mengetahui di mana ladang pelayanan yang sesuai dengan SHAPE kita, agar kita dapat melayani dan memuliakan Tuhan dengan sepenuh hati. Yaps, ini karena pelayanan tidak hanya sebatas apa yang bisa kita lihat dari "yang kelihatan", tapi juga mereka yang berada "di balik layar". Sekali lagi, apapun perannya, Tuhanlah yang melayakkan kita untuk melayani, bukan karena diri kita sendiri. Jangan sampai kita sombong maupun rendah diri dengan pelayanan yang kita lakukan, karena Tuhan yang memanggil kita untuk melayani bagi kemuliaan-Nya, bukan demi menyenangkan orang lain—apalagi diri sendiri.


Nah, setelah membaca (dan dicerahkan) artikel ini, siapkah kamu untuk menjadi pelayan Tuhan, khususnya di gereja lokalmu?



Buku yang Direkomendasikan:

Warren, Rick. (2004) The Purpose Driven Life, Malang: Penerbit Gandum Mas, didalam “Core: Ministry”: Lesson 1, Ministry of Education, Rehoboth Community, Bandung, 2019.

LATEST POST

 

Bahagia itu konsep yang aneh, definisi umumnya adalah keadaan di mana kita menikmati hidup dan meras...
by Joshua Eldi Setio | 06 Apr 2020

“Dunia sedang sakit atau dunia sedang berduka” begitulah tanggapan setidaknya dari penga...
by Lefrandy Praditya Klaas | 06 Apr 2020

Hari ini Luna berulang tahun, ulang tahun kesekian yang tidak perlu disebutkan berapa angkanya. Seda...
by Surya Hadi | 06 Apr 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER