Surat Ucapan Terima Kasih

Best Regards, Live Through This, 09 July 2019
Setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Terima kasih telah menjadi jalan bagi rencana Tuhan membentuk aku.

Purwokerto, 9 Juli 2019


Shalom,

Damai Sejahtera bagi kamu,


Halo Nat, lama kita ngga berjumpa. Gimana kabarmu sekarang? Baik tentunya bukan? Aku pun juga baik di sini. Kiranya berkat Tuhan selalu menyertai kamu dan keluarga di sana.

Tenang, aku hanya meminta sedikit waktumu untuk membaca surat ini. Tidak perlu waktu lama kok, untuk menghabiskan baris kata ini. Aku tahu kamu sibuk dan aku pun tidak akan meminta banyak waktu darimu. Mungkin dulu itu salahku karena aku selalu meminta banyak waktumu untuk mendengar ceritaku. Maaf.

Tenang, dalam surat ini aku tidak ingin mengungkit kenangan masa lalu kok. Aku tahu setiap remaja pasti pernah jatuh cinta. Ya tentunya! Aku berterima kasih, atas kepura-puraanmu sehingga aku pun jatuh. Bagaimana rasanya ketika sudah diberi kata-kata sayang, sebuah perhatian yang terlihat nyata, kemudian dijatuhkan sejatuh-jatuhnya dengan kalimat “Maaf waktu itu kamu cuma jadi pelampiasan.” Sakit? Ya mungkin saat itu. Kecewa, ya pasti. Sakit hati, ya mungkin. Ah sudah jangan diteruskan, cukup jadi pengalaman pertama saja.Image by vargazs from Pixabay 

Maaf aku pernah marah, aku pernah kecewa. Aku sadar sekarang, sakit hati itu adalah sebuah proses. Proses aku untuk bertumbuh dewasa lagi. Terima kasih telah menjadi bagian dari proses itu. Setiap manusia pasti mengalami sebuah proses, bagaimana caranya itu tergantung pada Yang Di Atas. Aku sadar bila aku menyalahkan atau kecewa padamu sama saja aku menyalahkan dan kecewa pada Yang Di Atas.

Terima kasih saat itu telah membawa aku turut ibadah bersama denganmu. Membawa aku bukan hanya ke sebuah bangunan gereja, melainkan mengenalkan aku tentang Gereja Kasih Indonesia; bukan hanya Kristen tapi juga Kasih. Merasakan sebuah sambutan dalam keluarga gereja, dan keramahtamahannya. Bahkan bukan hanya itu tapi juga sebuah dorongan untuk mengembangkan bakat lebih lagi. Dari sini aku tahu bahwa melayani Tuhan bukan hanya sekedar di altar, melainkan banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya, merasakan sebuah keluarga di mana pun kamu berada.Image by rawpixel from Pixabay 

Terima kasih telah membawa aku ke sana. Mengajarkan aku untuk beyond terhadap apa yang telah Tuhan beri. Semua sambutan dan dorongan yang membuat feel like home di sini. Terimakasih untuk semuanya. Sadar atau tidak sadar, aku dan perkembanganku yang sekarang itu proses campur tangan Tuhan melaluimu. Terimakasih telah menjadi perpanjangan tangan dari Tuhan untukku.

Sebuah proses mungkin akan sulit dilalui kalau kita kurang bersyukur, tetapi aku percaya itu adalah bagian rencana Tuhan yang indah. Terima kasih telah menjadi jalan untukku menemukan mutiaraku. Mutiara bakat yang sebelumya belum pernah aku tahu. Terimakasih banyak. 

Sesungguhnya banyak hal yang ingin aku ceritakan lagi, apalagi soal orang-orang hebat yang aku temui dan mendorongku selalu untuk mengembangkan segala potensi yang ada. Tapi aku yakin kamu akan bosan membacanya. Intinya, terima kasih atas segala rasa asam yang mendatangkan berkat bagiku. Sukses selalu, semoga kamu selalu berbahagia dengan dia yang kamu perjuangkan sekarang.


Salam,

C. Agustina

LATEST POST

 

Sobat, pernah ngga sih kalian merasa ketika kalian berpelayanan, ada yang berkomentar pedas atas pel...
by Kevin J. Darmawan | 30 Nov 2019

Pernah mendengar atau membaca ungkapan pada gambar ini? Sebuah ungkapan yang melegakan bagi orang-or...
by Tri Surya Maharani Pasaribu | 30 Nov 2019

Pertama kali saya menjejakkan kaki di Guang Zhou, saya terkejut mendapati langitnya yang berwarna ke...
by Priscila Stevanni | 30 Nov 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER