BEAUTIFUL MESS

, What's Next, 02 July 2019
Perasaan tertekan, tak punya siapa-siapa, harapan hilang, mungkin kerap datang. Akankah perasaan-perasaan tersebut dibiarkan saja?

Istilah Mensana in corpore sano atau ‘di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat’ tentu tidak asing bagi kita. Tak perlu harus belajar Bahasa Yunani seperti mahasiswa jurusan Filsafat, Bahasa atau Teologi untuk memahaminya, karena sebagian guru olahraga di sekolah mungkin kerap menyampaikan kalimat serta maksudnya dalam pelajaran.

Semua orang seharusnya senang jika dirinya sehat secara jiwa dan raga, bisa beraktivitas dengan normal sehari-hari. Namun tidak ada hal yang abadi di dunia, termasuk kesehatan. Mungkin ada saatnya, atau bahkan saat ini, di mana kita merasakan tidak sehat, termasuk secara mental; dan kita tidak suka berada dalam kondisi tersebut.

Beragam hal dapat melatarbelakangi terjadinya ganggual mental, mulai dari kondisi keluarga, relasi dengan kekasih, penerimaan dengan lingkungan sosial, pencapaian jati diri, dan pengalaman hidup. Semua hal tersebut tentu terjadi tanpa direncanakan dan dikehendaki, karena setiap orang tentu berharap hidupnya sehat, bahagia. Namun, mungkinkah kondisi mental yang sedang tak sehat dapat dihindari?

Heavy, sebuah karya band Linkin Park bersama Kiiara, menjadi gambaran kondisi seseorang yang mengalami gangguan mental.

“I don't like my mind right now, stacking up problems that are so unnecessary…”

“I'm holding on, why is everything so heavy? Holding on,so much more than I can carry…”

Bagi sebagian orang, ada momen-momen di mana gangguan mental menjadi hal yang tidak mudah. Perasaan tertekan, tak punya siapa-siapa, harapan hilang, mungkin kerap datang. Akankah perasaan-perasaan tersebut dibiarkan saja? Ataukah justru menjadi olahan negatif yang menekan diri terjerumus lebih dalam, bahkan hingga keputusan mengakhiri hidup?

Tema IGNITE bulan ini adalah Beautiful Messdua kata yang kami pandang sangat tepat menggambarkan citarasa pahit-manisnya kehidupan yang dirasakan oleh kita yang bergumul dengan isu mental health.

Mungkin setiap orang memiliki gangguan mentalnya masing-masing, yang berbeda jenis dan kadarnya. Namun kami meyakini bahkan kondisi mental yang tak sehat bukanlah hal buruk; hal tersebut mungkin terjadi atas perkenanan Tuhan dengan maksud yang belum kita ketahui. Untuk memahami maksud Allah atas gangguan mental, mengakhiri hidup bukanlah solusi terbaik. 

 
“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna…”
-Kolose 1:9

Setiap kita dalam terang kasih Allah, diberikan hikmat untuk mengetahui kehendakNya, termasuk dalam kondisi buruk sekalipun. Ketika kita merasakan bahwa kondisi gangguan mental pun merupakan sebuah rancangan untuk melihat keindahan rahasia Allah, di saat itulah kita bisa menyuarakan sukacita di tengah masa tergelap.

Lewat semangat ini, kami yakin bahwa berbagi dan saling menguatkan di dalam Tuhan merupakan bentuk ungkapan syukur yang konstruktif, yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Sebab itu, jangan ragu untuk turut berkontribusi. Kalian dapat mengirimkan karya baik dalam rupa tulisan, visual, maupun audio dan visual. Jika riak keraguan mulai timbul, jangan sungkan untuk menghubungi kami lewat kanal sosial media yang kami miliki.


Selamat berkarya!

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

Apa sih perasaannya kala itu?Saya sendiri bahkan tidak tahu apa yang saya rasakan. Saya tidak bahagi...
by Sobat Anonim | 15 Jul 2019

Purwokerto, 9 Juli 2019Shalom,Damai Sejahtera bagi kamu,Halo Nat, lama kita ngga berjumpa. Gima...
by Agustina Endarwanti | 15 Jul 2019

Water covers 70% of our planet and it is easy to think that it will always be plentiful and will not...
by Arum Sekar Ratrie | 15 Jul 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER