Pdt. Dimas Aryo Yuwono: Emaus Juga Bisa Dekat Jakarta, Bukan Hanya Yerusalem

All About GKI, People of GKI, 15 June 2019
Setiap orang memiliki Emausnya masing masing, dimana seorang berbalik dari hidup lamanya kepada pengharapan pada Kristus

Menilik kehidupan lalu, Dimas Aryo sebelum GKI Ciledug Raya merupakan sosok yang arogan, sombong, dan angkuh. Kesombongan dan keangkuhan itu pun terlihat jelas saat saya bertemu orang lain dan jemaat. Dimas Aryo sebelum GKI Ciledug Raya, tidak pernah tersenyum dan menyapa orang yang berpapasan. Sangat sulit, bahkan nyaris tidak pernah saya melakukan hal tersebut. 

Sikap itu muncul karena ada rasa keterpaksa untuk kuliah Teologi, yang sejatinya merupakan keinginan orang tua saya. Sampai tepatnya pada 2010 saya menjalani praktek lapangan (Stage) selama 6 bulan di GKI Ciledug Raya. Salah satu Gereja yang termasuk dalam Klasis Jakarta II, Sinode Wilayah Jawa Tengah yang terletak di daerah Tangerang. 

Di sana saya mendapat seorang mentor yang tegas dan sama kerasnya seperti saya. Di GKI Ciledug Rayalah perjalanan Emaus saya, dimana saya berbalik dari Dimas Aryo yang arogan menjadi Dimas Aryo yang sekarang. Seperti dua murid Yesus yang menyadari pernyertaan Yesus selama perjalanan mereka ke Emaus, dan menjadikan perjalanan ke Emaus sebagai titik balik pengharapan mereka akan sukacita pengharapan Kebangkitan Yesus. 

Setelah menyadari perjumpaan dan penyertaan Yesus di perjalanan menuju Emaus, mereka bersemangat kembali ke Yerusalem untuk menyaksikan kebangkitan Kristus. Kembali ke GKI Ciledug Raya, perjalanan Dimas Aryo dibentuk di sana bukanlah suatu yang mulus seperti jalan Ringroad. Salah satu yang membentuk saya saat itu yaitu masalah dengan seorang bendahara Gereja. Dimas Aryo yang arogan saat itu tanpa kasih langsung membentak bendahara Gereja tersebut, meskipun sekarang saya kira kesalahan itu tidak seberapa. Membentak, memukul meja, dan pergi, itulah yang dilakukan Dimas Aryo yang arogan saat itu.

Beberapa waktu kemudian sepulang dari Gereja, saya menelepon Pdt. Bonnie Andreas selaku mentor saya. Sesungguhnya Dimas Aryo tersebut tidak peduli dengan masalah itu; yang ada dalam pikirannya, hanya agar mentornya itu yang menyelesaikan masalahnya. Namun ketika saya menelepon beliau agar beliau yang menyelesaikannya, belum juga saya mulai bercerita, beliau sudah berkata “Saya sudah tahu masalahmu, iku masalahmu urusen dewe”. 

Satu hal yang sangat susah bagi Dimas Aryo lakukan saat itu yaitu untuk meminta maaf. Bahkan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan, untuk memberi senyum kepada orang lain yang menyapa terlebih dahulu saja susah. Namun kalimat yang diberikan oleh pembimbing saya itu menjadi perenungan bagi saya pada malam harinya. Hingga pada keesokan harinya saya memutuskan kembali ke ruang kantor Gereja untuk menemui bendahara tersebut dan meminta maaf. 

Awalnya saya kira beliau akan memarahi saya balik karena sikap saya yang tanpa pikir panjang memarahi beliau. Namun respon yang beliau berikan sangat berbeda, dengan rendah hati beliau pun turut meminta maaf pada saya, dan beliau pun menyadari bahwa saat itu ia juga bersalah. 

Di GKI Ciledug Raya, saya merasakan perjumpaan dengan Tuhan yang mengubahkan diri saya, sehingga saya mampu berbalik dari Dimas Aryo yang arogan, sombong, dan angkuh menjadi Dimas Aryo yang rendah hati. Sekarang sudah tidak ada lagi Dimas Aryo yang sebelum GKI Ciledug Raya, yang ada sekarang yaitu Dimas Aryo setelah GKI Ciledug Raya yang telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan diubahkan sehingga memiliki kekuatan untuk menjalani proses sebagai peziarah iman. 

Peringatan yang sangat saya ingat saat itu, sesaat sebelum waktu kelulusan saya, “Jika engkau ingin melayani dan mengubah situasi sekitar agar menjadi lebih baik dan berguna bagi banyak orang, jadilah Pendeta. Dengan kuasa itu kamu akan bisa punya pengaruh untuk membawa perubahan” begitu yang disampaikan mentor saya melalui perdebatan sengit di Stasiun Yogyakarta sebelum beliau kembali ke Jakarta.


Pdt. Dimas Aryo Yuwono (GKI Martadireja Purwokerto)
Tempat, Tanggal lahir: Sragen, 17 April 1988
Asal Gereja: GKI Sragen


Pengalaman Pelayanan
2000-2003 Bid. Kreatif Komisi Remaja GKI Sragen
2003-2005 Bid. Musik Komisi Remaja GKI Salatiga
2008 Pra Stage GKI Purwodadi Bajem Toroh
2010 GKI Ciledug Raya
2013-2014 Bantuan Pelayanan GKI Gejayan Yogyakarta
2014-2015 PPK 1 GKI Gading Indah
2015 PPK 2 GKI Nusukan Surakarta

LATEST POST

 

Kita semua tentu tidak asing dengan DC Comics—salah satu perusahaan komik terbesar di Amerika...
by Febrian Eka Sandi Nugroho | 09 Oct 2019

Beberapa tahun lalu, saya mengerjakan penulisan untuk sebuah majalah ‘untuk kalangan Kris...
by Sobat Anonim | 09 Oct 2019

Kekacauan di Indonesia yang terjadi beberapa pekan terakhir melukai hati saya. Bisa dibilang, setiap...
by Eleazar Evan Moeljono | 05 Oct 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER