Kasih Yudas Iskariot

Going Deeper, God's Words, 24 May 2019
Apakah Yesus telah salah dalam memilih murid? Ataukah Yudas mendapat diskriminasi sehingga ia berkhianat?

Injil Yohanes pasal 13 menceritakan keseluruhan kasih Yesus pada murid-muridNya; mari kita perhatikan perikop yang LAI beri judul: “Yesus Memperingatkan Yudas”


Photo by Antonio Lopez on Pixabay


Siapakah Yudas itu?

Pasti kita akan langsung menjawab “Yudas adalah orang yang menjual Yesus”. Kita semua tahu bahwa Yudas adalah murid Tuhan Yesus. Murid-murid Tuhan Yesus bukanlah ia yang datang sendiri atau ia yang mengajukan dirinya untuk ikut bersama Yesus. Mereka merupakan orang yang dipanggil Yesus sendiri untuk mengikut Dia. Lalu mengapa Yesus memilih seorang pengkhianat? Apakah Yesus telah salah dalam memilih murid? Ataukah Yudas mendapat diskriminasi sehingga ia berkhianat?


Pernakah Anda berpikir bahwa Yudas pun merupakan murid yang dikasihi Yesus?

Yudas adalah murid yang dikasihi Yesus, terbukti dari kepercayaan yang didapatnya untuk memegang kas para murid. Ia memegang posisi penting sebagai murid Yesus, bahkan percayakah kalian bahwa Yudas pun mengasihi Yesus? Terbukti dari kesetiaannya duduk bersama dengan Yesus selama 3,5 tahun pelayananNya. Bahkan saat Yudas menyerahkan Yesus pun ia menyerahkannya dengan sebuah ciuman. Terlihat seperti ciuman kasih tetapi ternyata merupakan tipu muslihat Yudas. 


Yudas merupakan seorang yang menanti-nantikan datangnya seorang Mesias, namun keadaan yang ada tidak seperi yang ia harapkan. Ia menganggap seorang Mesias adalah seorang yang besar dan kuat yang nantinya akan menjadi seorang Raja. Namun yang dilihatnya sekarang, Mesias yang datang malah hidup dalam kehinaan. Kita tahu bahwa Yudas merupakan seorang yang diberi kepercayaan, namun ia juga jatuh dalam kepercayaan itu, sehingga ia disebut bendahara yang curang.


Photo by Udit Saptarshi on Unsplash

Sebuah konsep yang dimiliki Yudas adalah: Ia mengharapkan bahwa Yesus adalah Raja. Namun ia kecewa karena Yesus berkata bahwa Ia harus mati. Karena kasih Yudas, ia menjadi sangat teramat kecewa. Kekecewaan inilah yang membuat ia menjual Yesus seharga 30 keping perak hingga akhirnya dia mati bunuh diri.


Bukankah ada murid lain yang mengkhianati Yesus?

Selain pengkhianatan yang dilakukan Yudas, ada murid lain yang menghianati Yesus yaitu Petrus. Kita tahu bahwa Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Ia sangat ketakutan ketika ia ditanya hamba seorang penjaga pintu (Yohanes 18:12-27). Bukankah penyangkalan juga merupakan salah satu bentuk pengkhianatan?


Lalu apakah perbedaan Petrus dengan Yudas?

Kegagalan membangun relasi dengan Tuhan pun dialami oleh murid-muridNya. Mereka lebih memilih untuk mengkhianati Yesus. Kita tahu kasih manusia pasti akan gagal untuk menjadi sempurna. Perbedaan Petrus dan Yudas terletak pada interpretasi mereka. Yudas tidak memiliki harapan mengenai Kristus yang akan mengampuni apa yang telah dilakukannya dan ia memilih jalan pintas dalam penyelesaian masalahnya, sedangkan Petrus memiliki harapan dan merasakan penyesalan setelah ia menyangkal Yesus.


Yudas menjual Tuhan Yesus seharga 30 keping perak. Pernahkah Anda berpikir, apa dasar sesungguhnya? Mengapa Yudas melakukan hal tersebut? Menurut saya, itulah yang dikodratkan kepada Yudas. Lalu mengapa Petrus menyangkal Yesus? Ya, seperti itu juga yang dikodratkan Allah padanya. Namun mengapa Yudas disebut gagal mengasihi Yesus sedangkan Petrus tidak? Yudas menyerah dalam penantiannya terhadap kebangkitan Kristus sehingga ia bunuh diri, namun Petrus tetap setia percaya dalam penantian itu sampai ia dapat membuktikannya. Petrus dapat membuktikan sampai akhir hidupnya bahwa ia memiliki kasih pada Tuhan sampai akhir hidupnya, Petrus mati dengan disalib terbalik karena ia merasa tidak pantas disalib dengan menyamai Yesus. Sedangkan Yudas, ia putus asa dan mengambil jalan pintas dengan mati gantung diri.


Photo by Chris Liu on Unsplash


Sebagai orang percaya terkadang kita merasa gagal dalam mengasihi Yesus, namun apakah kita menyerah dalam mengasihi atau kembali bangkit untuk memperbaiki sampai kita membuktikan kasih kita? Kasih manusia memang tidak sempurna dan pasti gagal, namun kita masih bisa memilih akan gagal seperti Yudas atau seperti Petrus. Bayangkan bila Yudas masih dapat bertahan sampai kebangkitan Yesus, pasti ia tidak akan mendapatkan kekecewaan yang besar. Diberkatilah Petrus karena ia masih sempat melihat kebangkitan serta kenaikan Tuhan Yesus, bahkan Roh Kudus pun beserta Petrus dalam peristiwa Pentakosta.


Nah, sekarang saya ingin mengajak Anda untuk berandai-andai.

Bagaimana seandainya Yudas tidak menjual Yesus?


Photo by Becca Tapert on Unsplash

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” 
-Yohanes 13:34


“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” 
-Yohanes 14 : 15


Bagaimana? Sudahkah kalian dapat mengasihi? Dengan kasih seperti penyesalan Petrus atau kasih tipu muslihat Yudas?

LATEST POST

 

Apa sih perasaannya kala itu?Saya sendiri bahkan tidak tahu apa yang saya rasakan. Saya tidak bahagi...
by Sobat Anonim | 15 Jul 2019

Purwokerto, 9 Juli 2019Shalom,Damai Sejahtera bagi kamu,Halo Nat, lama kita ngga berjumpa. Gima...
by Agustina Endarwanti | 15 Jul 2019

Water covers 70% of our planet and it is easy to think that it will always be plentiful and will not...
by Arum Sekar Ratrie | 15 Jul 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER