Finding Happiness

, What's Next, 29 September 2020
Marie Kondo? Ikigai? Bukan hal yang asing buatmu, ‘kan?

Hola Ignite People, masih sehat lahir batin kah selama masa new normal? Atau ambyar? Semoga sehat, tapi kalau ga sehat secara mental, it’s okay to not be okay.

“Segala persoalan pandemi ini juga menimbulkan efek samping berupa masalah kesehatan mental pada masyarakat, hari ini dan kedepannya. Masalah kesehatan mental akan menjadi hal yang umum dialami orang-orang. Secara umum, perilaku yang didorong oleh tekanan hidup, menimbulkan banyak masalah di masyarakat.”
– Dr. Konstantinos Petsanis, Konsultan Departemen Pendidikan Keselamatan Pasien dan Pembangunan Kapasitas Global WHO.

Bagi banyak orang, pandemi dan kebiasaan baru ini dapat memicu beberapa masalah. Salah satu masalah yang paling umum adalah pergumulan kesehatan mental. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pandemi ini meningkatkan risiko gejala serangan cemas, depresi, dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) bagi kaum muda, pengidap penyakit kronis, pelajar, pengangguran; terlebih dengan banyaknya terpaan berita terkait COVID-19 meningkatkan risiko tersebut (Xiong et al., 2020).

Saat ini, mental health sudah lebih banyak diperhatikan jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Syukurlah, semakin banyak orang sadar mengenai pentingnya merawat mental kita. Banyak orang juga semakin terbuka dengan keadaan mental mereka lalu berbagi inspirasi dan pengalamannya di berbagai kanal media. 

Seiring meningkatnya perhatian warganet pada kesehatan mental, meningkat juga tren pencarian kebahagiaan ala kaum urban yang “hipster” dan kekinian. Sebut saja berbagai influencer yang cukup dikenal, dari Marie Kondo di ranah internasional hingga Om Piring (Henry Manampiring) di ranah nasional. 


Pernah mendengar Marie Kondo? Kondo adalah seorang yang mencetuskan filosofi KonMari, dengan prinsip merapikan dan mengatur ulang barang-barang yang dimiliki untuk “menemukan kebahagiaan di dalam diri sendiri”. Filosofi ini melibatkan kegiatan seperti membuang barang yang sudah tidak membuatmu bahagia (menghadapi masa lalu), merencanakan masa depan, dan mengambil tindakan di masa kini.

Jika ingin bahagia ala Jepang, ada filosofi “ikigai” yang diburu kaum urban karena dipandang sebagai seni kehidupan yang membuat orang Jepang panjang umur. Di sisi lain ada “hygge” disusul “lykke” dan “lagom” yang konon menjadi resep rahasia negara Denmark untuk dicap sebagai tempat paling bahagia untuk hidup, di mana setiap hari kalian menciptakan atmosfir yang hangat, dan menikmati hal-hal kecil dalam hidup bersama orang-orang terdekat.

Kedua hal di atas adalah sedikit contoh hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental on check. Ada hal-hal lain yang bisa dilakukan, misalnya saja gerakan #SelfLove atau #SelfCare yang cukup banyak di media sosial - sebuah kanal yang, ironisnya, kadang menjadi sumber gangguan kesehatan mental kita juga. 

Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati tiap Oktober, tepatnya tanggal 10. Mimin mengundang Ignite People untuk berbagi perjalanan kalian menuju kebahagiaan dan kedamaian hidup, di tengah berbagai hal yang menantang kesehatan mental kita. Sampaikan yuk dengan berkontribusi melalui Ignite GKI. Kontribusi dapat berupa tulisan, seni visual, audio, maupun video.

Cara berkontribusi sangat mudah, untuk mengunggah tulisan, login saja ke situs IGNITE GKI dan buka menu New Article. Untuk mengunggah seni visual, podcast monolog, maupun video, silakan hubungi admin Ignite GKI melalui e-mail ([email protected]) atau direct message Instagram dan chat Facebook. 

Kami tunggu kisah dan karyamu!

 

RELATED TOPIC

LATEST POST

 

            Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga di Malang mend...
by Yawan Yafet Wirawan | 20 Oct 2020

"Aku yakin kamu pasti senang kalau orang lain menganggap kamu ‘incredible’!"(...
by Timothy Aditya Sutantyo | 20 Oct 2020

Mungkin aku hanyalah seorang mahasiswa biasa dan masih jauh sekali untuk membicarakan pernikahan. Te...
by Yeheskiel Dewabrata | 19 Oct 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER