Menggapai Perfeksi: Menyatakan Kasih

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 22 Agustus 2018
“Dengan menghadirkan kasih dan kebaikan Allah di tengah dunia yang tidak ideal pada akhirnya memberi pencerahan dan cahaya kepada orang yang belum memahami dan mengenal Allah.”

Beautifikasi, agaknya menjadi satu sorotan setidaknya di Jakarta saat ini. Beautifikasi tak hanya kecantikan tapi keindahan, yang juga ditampilkan dalam warna-warni dan polesan. Semuanya itu terjadi karena demam Asian Games melanda. Jadilah Jakarta mendadak syantik eh cantik.

Hasrat untuk memperindah dan mempercantik diri sudah ada dalam DNA manusia itu sendiri. Siapa yang menaruh dalam DNA manusia keinginannya untuk itu? Bahkan saat kita melihat hasil karya masterpiece dari Leonardo Da Vinci atau Michelangelo atau anak kecil yang masih bocah tapi mampu menghasilkan lukisan yang bagus, ada siapa di balik skill yang mereka miliki itu?


Keindahan dan Kecantikan

Bicara keindahan dan kecantikan, sumber dan desainer adalah Sang Pencipta itu sendiri. Pemazmur mengekspresikan harapan akan keindahan dan beauty-nya Allah itu menyinari dirinya dan setiap umat yang memandang kepada-Nya. "Let the beauty of the Lord our God be upon us!" Psalm 90:17 (KJV).



pexels.com


Allah mendesain manusia dengan keindahan dan kecantikan luar-dalam tapi akhirnya semua itu terenggut oleh dosa. Manusia mereduksi keindahan itu hanya pada luarnya saja. Misalnya yang kulit putih, yang bodinya slim seperti artis K-Pop, itu menjadi standar kecantikan, keindahan, dan kerupawanan manusia.

Sementara gambar Allah dalam diri manusia itu tak dilihat sebagai keindahan dan kecantikan yang sangat berharga. Manusia terjebak oleh apa yang nampak secara lahiriah, berfokus pada rambut, perhiasan, fashion semata.

Kecantikan adalah palsu dan kemolekan adalah kesia-siaan, demikan ekspresi bijaksana penulis Amsal. Tapi Amsal bicara juga kualitas kecantikan yang dari dalam, inner beauty. Kecantikan dari dalam itu so pasti akan keluar dan memancar, menyempurnakan apa yang di luar.

Rasul Petrus mengingatkan dalam 1 Petrus 3:3, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah”.

Lalu dia melanjutkan ke ayat berikutnya, “tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” (1 Ptr 3:4). Buah Roh adalah keindahan yang yang seharusnya ditampilkan oleh setiap murid Kristus.


Rancangan Kesempurnaan

Masih menggunakan kata “sempurna” yang sama (Mat 5:48), kata Teleios juga bermakna “akhir, tujuan, maksud, gol”. Maksudnya, ‘teleios’ atau perfeksi itu sendiri adalah sesuatu yang mencapai tujuan atau gol yang telah didesain atau dirancang atau direncanakan.

Nah, bicara hidup yang sempurna itu balik lagi ke desain awal Tuhan bagi kita. Kita diciptakan sesuai dengan rancangan Allah yaitu untuk menjadi gambar dan rupa-Nya. Tujuan penciptaan tersebut semata-mata untuk merefleksikan gambar rupa-Nya kepada dunia dan sesama.

Dalam konteks Matius pasal 5, Kristus berbicara untuk menjadi sempurna. Ayat sebelumnya bicara tentang kasih dan kemurahan Allah yang sempurna kepada manusia berdosa. Lalu berlanjut, Allah Bapa ingin kita menunjukkan kasih kepada musuh, kepada dunia.

Menunjukkan kasih dan kemurahan kepada musuh atau orang yang membenci adalah refleksi kasih Allah yang sempurna dan indah. Saat Pak Ahok menunjukkan ayat sebagai reaksi beliau atas terpilihnya Pak Ma’aruf yang pernah menjadi saksi yang memberatkan beliau, ayat ini mengejutkan bukan hanya kaum Kristiani.

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu, (Luk 6:27-28)" tulis Fifi, yang juga adik Ahok, dalam pesan singkat, Jumat, 10 Agustus 2018.



Photo by Eye for Ebony on Unsplash


Mengasihi orang yang yang sulit dikasihi atau yang pernah memusuhi dan pernah menyakiti adalah hal yang paling sulit, bukan? Tapi itulah kehendak Allah bagi kita untuk tetap menyatakan kasih dan kebaikan-Nya yang tertinggi kepada dunia dan musuh sekalipun.

Saat penulis mengangkat ke media tentang ayat mengasihi dari Ahok ini, para netizen yang non Kristen terperangah. Mereka kagum dan mengapresiasi indahnya kasih yang ditunjukkan olah Bapak Ahok. Ada cahaya keindahan yang keluar dari balik penjara yang membuat orang menyaksikan demonstrasi kasih yang sejati.

Hidup sesuai dengan tujuan (telos) Allah adalah misi dan visi kita sebagai anak-anak-Nya. Dengan menghadirkan kasih dan kebaikan Allah di tengah dunia yang tidak ideal pada akhirnya memberi pencerahan dan cahaya kepada orang yang belum memahami dan mengenal Allah.

Ingat lagu ”Let the beauty of Jesus be seen in me, All His wonderful passion and purity; O my Savior divine, All my being refine, Till the beauty of Jesus be seen in me.” // Tuhan ingin kudapat memancarkan KasihMu indah penuh kemurnian. Budi bahasaku dihaluskan RohMu. Hingga memancarkan keindahanMu.

Keindahan dalam Allah itu juga memancarkan kekudusan. Dalam 1 Tawarikh 16:29 tertulis demikian “... Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan”. Dalam Perjanian Baru, Paulus sering menyebut jemaat penerima suratnya sebagai orang kudus.

Memancarkan kekudusan adalah panggilan sebagai umat yang kudus. Hanya dengan kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam hati, kita bisa menjaga kemurnian hati kita serta mengalahkan godaan dan segala keinginan daging baik di dunia nyata dan dunia maya.



Photo by Anna Kolosyuk on Unsplash


Mau bersinar dan kinclong? Gak perlu pakai pemutih dan merkuri. Nih nasihat Bapak Paulus, ”Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Fil 2:15). Bukan Cuma bercahaya tapi jadi bintang, keren kan?



Baca Juga


Menggapai Perfeksi: Menjadi Tekun

Menggapai Perfeksi: Mewujudkan Integritas

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE