Lebih Jeli Lagi dengan Ilmu yang Beneran Ilmu atau Ilmu berdasarkan Tafsir Suka-Suka

Going Deeper, LIVE THROUGH THIS, 18 Desember 2017
Untuk memahami dan menerapkan Perjanjian Lama sesuai dengan konteks zaman now, tentu diperlukan sebuah usaha.

”Ben Moses Diciduk Bareskrim Usai Sebar Ujaran Kebencian di Facebook” (Fahlevi 2017). Saya mendapat berita ini dari sebuah grup whatsapp. Teman yang membagikan berita ini meminta mendoakan dia agar dikuatkan Tuhan dan tetap menjadi saksi Kristus. Hal ini membuat saya penasaran, siapa sebenarnya Ben Moses atau Saifuddin Ibrahim dan apa yang ditulis olehnya? Setelah saya melihat halaman media sosial miliknya, ternyata ia menuliskan banyak kritik mengenai Islam dan ia memakai ayat Perjanjian Lama sebagai dasar dari beberapa tulisannya. Ia adalah seorang Kristen dengan latar belakang Islam yang juga sempat memberikan kuliah umum Islamologi pada 16 Oktober 2017 di Sentani.

Salah satu tulisannya adalah

Ismael yang menurunkan bangsa Arab, itu bukan nabi. Tapi disebut nabi oleh orang Islam. Karena Muhammad mengangkatnya nabi, maka semua muslim ikut-ikutan tanpa pengetahuan yang jelas. Tanpa ilmu. Karena mereka tidak punya budaya kenabian dan pewahyuan.

Kejadian17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"

Ismael tidak berkenaan hidup dihadapan Allah. Dia tidak mendapat wahyu dari Allah. Tidak ada satu lembar kitab suci dipercayakan kepada Ismael. Keturunan Ismael kelakukannya seperti keledai liar. Suka menganiaya, semena-mena. Suka merampas, sebentar ngamuk, bunuh, memperkosa, nafsu liar, mencemarkan negeri dengan zinah.

Yeremia 3:2 Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu.

Dan ini adalah masalah ROH. Roh itulah yang menurunkan bangsa Arab hari ini.

Jika Saddam Husain atau siapa saja yang bisa menolong saya memberi jawaban agar saya bisa masuk Islam lagi? Silahkan.
1 Indonesia untuk semua Indonesia damai. (Ibrahim 2017)

Tulisannya di media sosial mendapatkan 747 reaksi positif dan dibagikan 68 kali. Hal ini membuat saya semakin bingung. Mengapa ada ratusan orang yang mendukung tulisannya? Mengapa ia bisa mengajar Islamologi? Apakah cukup dengan pernah menjadi Islam kita bisa mengajar Islamologi dan mengkritik? Apakah dengan mengambil beberapa ayat yang terlihat cocok dengan argumen kita, maka argumen kita menjadi benar?

Masalah ini muncul dari ketidaktahuan orang Kristen tentang bagaimana membawa teks Perjanjian Lama ke dalam Konteks zaman now. Seperti yang muncul dalam tulisan-tulisan Saifuddin Ibrahim, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai Perjanjian Lama. TANAKH atau Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab. Ke 39 kitab ini dituliskan oleh banyak penulis dengan latar belakang yang berbeda. Tujuan penulisan dan gaya penulisan pun beragam. Untuk memahami dan menerapkannya sesuai dengan konteks zaman now, tentu diperlukan sebuah usaha.


Photo by Ian Espinosa on Unsplash

Kita tidak bisa langsung mengambil beberapa ayat dan mencocokannya dengan kehidupan sehari hari. Mengingat ke 39 kitab itu dituliskan pada rentang waktu 4.000 SM sampai dengan 400 SM maka kita perlu mengetahui apa yang terjadi pada saat itu. Sudah pasti ada perbedaan budaya yang kita miliki dengan budaya Israel kuno. Belum lagi jenis tulisan nya, apakah tulisan sejarah, nubuat, apokaliptik, atau alegori, sehingga kita tidak bisa langsung menyimpulkan maksud tulisan hanya berdasarkan pemahaman kita sendiri yang dihiasi alasan “mendapat ilham Roh Kudus”.

Saifuddin Ibrahim memakai Kejadian 17:18 untuk menunjukan bahwa Ismail tidak berkenan di hadapan Allah. Lalu bagaimana dengan ayat 20 yang berbunyi “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”? Tuhan menjawab permohonan Abraham pada ayat 18, walaupun pada ayat 20 Tuhan berkata bahwa perjanjian-Nya akan diadakan dengan Ishak. Tuhan tetap memberkati Ismael.

Yeremia 3:2 Ibrahim pakai untuk merujuk kepada kelakuan buruk keturunan Ismail atau bangsa Arab. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam penggunaan ayat ini. Pertama, kitab Yeremia ditulis 1.200 tahun sebelum agama Islam ada yang berarti tidak mungkin ayat ini merujuk kepada bangsa Arab atau umat Islam seperti yang dimaksudkan oleh Ibrahim. Kedua, kitab Yeremia dituliskan dengan tujuan menyadarkan orang Israel bahwa pembuangan yang mereka alami merupakan akibat ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Kitab ini berlatar belakang pembuangan orang Israel dan sama sekali tidak ada hubungan dengan kelakuan orang Arab.

Ketiga, pada pasal tiga ayat dua memang ada tertulis seperti orang Arab di padang gurun. Ayat itu menggambarkan perzinahan orang Israel. Perzinahan merupakan gambaran ketidak setiaan orang Israel kepada Tuhan dengan menyembah allah lain. Orang Arab pada saat itu dikenal sebagai kaum nomaden yang tinggal di padang gurun dan juga sebagai pencuri serta perampok. Tapi apakah orang Arab 2.600 tahun lalu sama dengan sekarang? Apakah hanya orang Arab yang mencuri dan merampok? Penulis kitab Yeremia pasti akan menggunakan objek yang mudah dikenali oleh orang Israel. Jika orang Israel berada di tempat lain, mungkin penulis akan menggunakan Viking, Barbar, Yi, Man, atau Nanban.


Photo by Cristian Álvarez on Unsplash

Bukankah tema utama Perjanjian Lama adalah bagaimana mengasihi Tuhan Allah dan sesama manusia? Bukan hanya manusia yang sama dengan kita, kita dapat lihat bagaimana Tuhan menyelamatkan Niniwe, bahkan memakai Rut yang merupakan orang Moab (kafir) sebagai leluhur dari Raja Daud dan Yesus. Apakah menggunakan firman-Nya tanpa memperhatikan konteks adalah wujud mengasihi-Nya? Apakah menghasilkan pertentangan, konflik, dan kebencian melalui perkataan kita adalah wujud mengasihi sesama manusia? Semoga hikmat dan akal budi dari Tuhan selalu ada pada kita sehingga kita dapat mewujudkan damai sejahtera di bumi seperti di sorga.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE